Sukses

Tips Membiasakan Anak Tidur di Kamar Sendiri

Biasakan anak mandiri dengan membiarkannya tidur di kamar sendiri. Ingin tahu apa saja tipsnya? Simak di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda salah satu orang tua yang terbiasa tidur bersama anak sejak ia masih kecil? Pada awalnya, cara ini memang memudahkan pemberian ASI dan membantu membangun ikatan batin. Namun hal itu hanya sementara. Hingga di suatu titik, Anda menyadari bahwa si Kecil sudah seharusnya tidur di kamar atau kasurnya sendiri.

Mengapa anak perlu tidur di kamar sendiri?

Si Kecil yang semakin besar perlu belajar untuk lebih mandiri dalam segala hal, termasuk dalam hal tidur. Ia harus mampu menyamankan dirinya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain saat mau tidur.

Meski awalnya tidak mengenakkan, cepat atau lambat hal ini harus terjadi. Semakin ditunda, prosesnya akan semakin sulit. Anak yang tidak dibiasakan tidur sendiri akan menjadi semakin manja dan bergantung pada Anda.

Alasan lain, kebiasaan tidur bersama anak kerap mengambil waktu berkualitas Anda bersama pasangan. Bahkan tak jarang, pasangan Anda harus tidur di kamar lain untuk mengalah dengan si Kecil. Bila Anda tak ingin seperti ini, segera mantapkan hati untuk mengakhiri kebiasaan tidur bersama si Kecil.

1 dari 4 halaman

Bagaimana caranya?

Pada dasarnya, proses transisi untuk mengakhiri kebiasaan tidur bersama anak harus dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar si Kecil tidak kaget dan merasa ditinggalkan. Semakin muda usia anak, maka prosesnya akan lebih mudah. Selanjutnya, berikut beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan:

  1. Ajak si Kecil mengobrol

Sampaikan rencana Anda pada si Kecil terkait kebiasaan tidur yang baru. Beritahu tentang tempat tidur barunya, yang hanya untuk dirinya. Semakin sering Anda membicarakan hal ini, semakin banyak waktu bagi si Kecil untuk memproses, memikirkan, dan menjadi waspada tentang perubahan tempat tidurnya.

Cara lain, bacakan buku tentang anak-anak lain yang tidak tidur bersama orang tuanya. Sampaikan betapa Anda mengagumi anak-anak yang seperti itu. Mulailah pembicaraan ini, paling tidak beberapa minggu sebelum proses transisi dimulai.

  1. Perkenalkan “teman” tidur si Kecil yang baru

Kebiasaan tidur bersama orang tua membuat si Kecil memiliki keterkaitan antara Anda, pelukan Anda, dengan waktu tidurnya. Untuk mengubahnya, perkenalkan mainan, boneka atau selimut baru sebagai teman tidur barunya.

Bila perlu, semprotkan sedikit parfum yang Anda gunakan agar si Kecil tetap merasa terhubung dengan Anda. Ini akan membuatnya merasa aman dan nyaman, layaknya tidur bersama Anda. Nah, agar anak semakin akrab dengan teman tidur barunya, gunakan objek-objek tersebut dalam rutinitas hariannya.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

  1. Libatkan si Kecil dalam menentukan desain tempat tidurnya

Ajak si Kecil memilih kasur dan perlengkapan tidur lain yang disukainya. Tekankan bahwa ia sudah besar, dan karena itu memerlukan hal-hal baru seperti tempat tidur, selimut, sprei, dan teman tidur sendiri.

Setiap si Kecil membuat pilihan, tonjolkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan: “Kamu sudah besar, Nak.” Dengan begini, si Kecil akan merasa bahwa ia memiliki kontrol atas dirinya, dan ini akan membuat sifat mandirinya muncul.

  1. Lakukan selangkah demi selangkah

Mulailah dengan mengajak si Kecil tidur di kasur barunya saat tidur siang. Jadi, jangan langsung “mendepaknya” dari kamar tidur Anda. Biarkan dulu ia terbiasa dengan kasur barunya sebagai tempat tidur siang. Setelah ini berhasil, dorong si Kecil untuk tidur malam di kasur barunya tersebut.

  1. Tetap dekat dengannya selama proses transisi

Dalam situasi ini lebih baik untuk melakukan proses transisi di kamar yang sama sebelum memisahkan si Kecil ke kamar lain. Karenanya, selama si Kecil masih berusaha membiasakan diri tidur di kasurnya sendiri, Anda harus selalu berada di sisinya. Pastikan si Kecil mudah dijangkau dari kasur Anda pada awal proses transisi.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Tetap bersamanya sampai ia tenang

Si Kecil mungkin akan menangis saat ditidurkan di kasurnya sendiri. Untuk itu, Anda perlu selalu menemaninya sampai fase ini berlalu. Duduklah di samping kasurnya, pegang tangannya, atau tepuk-tepuk tubuhnya bila ia menangis. Berikan belaian kasih sayang yang membuatnya yakin bahwa ia tidak ditinggal sendiri.

Saat si Kecil mulai tenang dan terbiasa, perbesar jarak antara kasurnya dan tempat tidur Anda. Secara bertahap, Anda bisa memindahkan kasurnya ke kamar lain. Berikan pula kesempatan pada si Kecil untuk “menginap” di kamar Anda agar ia tidak merasa ditinggalkan.

  1. Terapkan rutinitas sebelum tidur dengan disiplin

Rutinitas sebelum tidur umumnya berupa menyikat gigi, yang dilanjutkan dengan membersihkan tubuh, membacakan buku, berdoa, lalu mengecupnya sembari mengucapkan selamat tidur. Pastikan bahwa bagian membaca buku dan ucapan selamat tidur dilakukan di tempat tidur baru si Kecil.

  1. Tahan diri untuk tidak tidur bersama si Kecil selama proses transisi

Tempatkan si Kecil di kasurnya ketika ia mulai mengantuk, meski matanya masih terlihat terjaga. Si Kecil, yang masih merasa tidak aman tanpa Anda di sekelilingnya, tentu berharap untuk tetap terbangun saat ditidurkan.

Saat-saat ini kerap menantang dan melelahkan, apalagi bila anak menangis tanpa henti. Meski demikian, jangan menyerah atau mengajaknya tidur bersama. Tetap tempatkan si Kecil di kasur barunya dan biarkan ia tidur di sana.

  1. Berikan pujian saat si Kecil mampu tidur sendiri di kasurnya

Ingatkan bagaimana Anda begitu bangga dengan anak dan bagaimana ia kini sedang berproses menjadi dewasa. Selain dengan ucapan, Anda juga bisa memberikan apresiasi dengan membiarkannya memilih apa yang diinginkan untuk makan atau memberikan kesempatan bermain di tempat yang disukainya.

  1. Bentuk lingkungan yang kondusif untuk tidur

Jauhkan televisi, gawai, mainan, dan perangkat elektronik lain dari tempat tidur si Kecil. Pastikan matras, sprei, dan selimut nyaman baginya. Redupkan lampu dan matikan ponsel Anda. Putarkan pula lagu-lagu pengantar tidur agar si Kecil merasa relaks dan nyaman.

  1. Tetap tegas dan konsisten

Proses transisi ini cukup “menakutkan” bagi si Kecil. Akan ada saat-saat dimana si Kecil mencoba menyelinap untuk tidur bersama Anda. Bila ini terjadi, segera bertindak. Sampaikan bahwa Anda tidak bisa membiarkan hal ini, dan segera bawa si kecil kembali ke kasurnya.

Semua butuh proses

Proses transisi untuk memindahkan anak ke kasur atau kamarnya sendiri tidaklah instan. Lamanya tergantung seberapa lama si Kecil telah tidur bersama Anda. Karena itu, ada anak yang cepat, ada pula yang lambat menyesuaikan diri. Secara rata-rata, diperlukan waktu beberapa minggu hingga bulan hingga si Kecil mampu tidur sendiri di tempat barunya.

Satu hal yang pasti, proses transisi ini akan berlalu. Memang tidak mudah, baik bagi Anda maupun anak. Bersabarlah dan tetap konsisten. Kelak di satu titik, Anda menemukan si Kecil mampu tidur di kamar atau kasurnya sendiri. Pada akhirnya, Anda dapat bernapas lega dan merasa bangga dengan sikap si Kecil yang belajar mandiri sejak usia dini. Selamat memulai dan semoga berhasil!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar