Sukses

Pak Polisi, Ini 5 Tips Bebas Sakit Kepala untuk Anda

Banyak jenis pekerjaan yang rentan menimbulkan sakit kepala, termasuk penegak hukum seperti polisi. Ini tips sederhana agar bisa bebas sakit kepala.

Klikdokter.com, Jakarta Anda memiliki anggota keluarga atau teman yang bekerja sebagai polisi? Ternyata penegak hukum merupakan salah satu jenis pekerjaan yang rentan terserang sakit kepala. Untuk menyambut Hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2018, KlikDokter akan berbagi tips untuk mengatasinya.

Berdasarkan infografik yang dirilis oleh Mount Sinai Medical Center di New York tahun 2011, dari 90 persen kasus sakit kepala yang terjadi di New York, sekitar 78 persennya merupakan sakit kepala jenis tension-type headache atau sakit kepala tipe tegang. Sakit kepala inilah yang juga rentan menyerang polisi saat bertugas.

Dokter Karin Wiradarma dari KlikDokter menjelaskan bahwa sakit kepala tipe tegang merupakan timbulnya rasa nyeri di bagian dahi dan tengkuk, dengan sensasi seperti ditekan atau diperas. “Rasa nyeri yang timbul terasa berat atau pegal, dan dirasakan pada kedua sisi (kiri dan kanan),” kata dr. Karin.

Dari penjelasan dr. Karin, seseorang dapat rentan mengalami sakit kepala tipe tegang karena stres, pola makan yang kurang tepat terutama saat bertugas, serta kurang waktu tidur. Selain itu, sakit kepala juga dapat lebih mudah terpicu apabila seseorang memiliki riwayat hipertensi serta tidur dengan posisi yang salah.

Agar terbebas dari sakit kepala

Dengan intensitas yang ringan-sedang dan durasi yang lebih singkat dibanding jenis sakit kepala lainnya, sakit kepala tipe tegang relatif lebih mudah untuk diobati. Biasanya bisa diatasi dengan mengonsumsi obat yang dijual bebas.

Meski demikian, agar polisi tidak terganggu akibat serangan sakit kepala selama bertugas, dr. Karunia Ramadhan memberikan beberapa tips berikut ini pada KlikDokter:

1. Hindari rokok

Sebisa mungkin, berhentilah merokok. Kebiasaan merokok dapat dikurangi sedikit-demi sedikit untuk akhirnya bisa terhenti. Zat racun dalam rokok seperti nikotin dan tar dapat mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan kekentalan darah.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, bahkan berisiko memicu penyakit jantung.

2. Istirahat cukup

Jadwal tugas yang padat dapat membuat polisi kekurangan waktu untuk beristirahat. Namun sebisa mungkin, polisi disarankan untuk mengatur waktu tidurnya, sehingga dapat tercukupi 6–8 jam dalam sehari. Dengan istirahat yang cukup, frekuensi sakit kepala pun bisa berkurang.

3. Asupan gizi sehat dan seimbang

Usahakan teman atau keluarga Anda yang berprofesi sebagai polisi untuk mengonsumsi makanan serta minuman sehat dan bergizi seimbang seperti sayur, buah, dan air putih. Selain menghindari sakit kepala, hal ini akan menghindari risiko penyakit metabolik seperti hipertensi dan diabetes.

Jika terbiasa minum kopi, minum kopi dalam jumlah cukup (1–2 gelas per hari) juga dapat membantu mengurangi sakit kepala.

4. Rutin berolahraga

Agar terbebas dari sakit kepala selama bertugas, polisi dianjurkan untuk berolahraga secara rutin. Sebab, saat berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorfin sebagai hormon yang menimbulkan perasaan senang. Dengan demikian, kadar stres pemicu sakit kepala juga berkurang.

5. Kelola stres dengan baik

Stres dapat membuat sakit kepala menjadi tidak terkontrol walau sudah minum obat sekalipun. Oleh sebab itu, kelola stres dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Mengikuti komunitas hobi atau berlibur saat bebas tugas bisa menjadi salah satu solusinya.

Polisi sebagai aparat hukum tentunya harus selalu sehat agar dapat menjalankan tugasnya dengan optimal. Berbagai tips di atas dapat membantu polisi agar terbebas dari serangan sakit kepala saat bertugas. Selamat Hari Bhayangkara!

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar