Sukses

Benarkah Pramugari Rentan Kena Kanker?

Berdasarkan penelitian, profesi pramugari rentan terkena kanker. Simak fakta medisnya sebagai berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Belum lama ini, sebuah penelitian yang dilansir dari TIME memaparkan fakta mengejutkan soal petugas penerbangan seperti pramugari. Konon katanya, mereka rentan terpapar berbagai penyebab kanker.

Penelitian oleh Harvard Flight Attendant Health Study (FAHS) yang dimulai pada tahun 2007 membahas beberapa celah dalam memahami risiko kesehatan di antara pramugari.

Melalui laporan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health, para peneliti menemukan bahwa pramugari memiliki tingkat yang lebih tinggi terkena kanker. Hal itu termasuk kanker payudara dan melanoma.

Studi melibatkan 5.300 pramugari yang diharuskan menjawab pertanyaan seputar jadwal penerbangan mereka untuk diagnosa kanker. Para peneliti, yang dipimpin oleh Irina Mordukhovich dari Harvard T. H. Chan School of Public Health kemudian menelaah hal tersebut.

Mordukhovich menemukan prevalensi kanker payudara, melanoma, uterus, gastrointestinal, tiroid dan serviks yang lebih tinggi pada pramugari dibandingkan dengan masyarakat umum.

Penelitian ini juga mengungkapkan untuk pertama kalinya tingkat kanker kulit non-melanoma yang lebih tinggi, seperti sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Pramugari rentan terkena kanker?

Dibandingkan dengan orang yang tidak dalam profesi tersebut, menurut studi di atas, pramugari memang rentan mengalami sejumlah gangguan kesehatan. Pramugari memiliki kemungkinan terkena kanker payudara 51 persen lebih tinggi, kanker kulit dua kali lipat lebih besar, dan risiko jenis kanker lainnya yang empat kali lebih besar.

Menurut para peneliti, faktor utama penyebab hal ini adalah tingkat radiasi yang tinggi karena radiasi kosmik di ketinggian. Paparan itu mungkin tidak memprihatinkan bagi orang yang menggunakan penerbangan untuk sekali atau dua kali saja.

Namun, khusus untuk mereka yang bekerja saat penerbangan seperti pramugari, risiko yang negatif ditunjukkan begitu kentara lewat hasil penelitian.

Radiasi kosmik berasal dari luar angkasa dan jumlahnya yang mencapai bumi hanya sebagian kecil. Kemungkinan terpapar radiasi yang lebih besar terjadi di ketinggian yang lebih tinggi.

“NASA menetapkan bahwa radiasi kosmik dapat berkontribusi terhadap kanker pada manusia,” ujar Mordukhovich.

Meski begitu, penelitian ini butuh dikaji lebih lanjut guna mengetahui hasil yang lebih akurat. Risiko untuk pilot mungkin serupa, namun perlu dicatat bahwa penelitian ini berfokus secara khusus pada pramugari.

Fakta tentang pramugari dan kanker

Temuan di atas sangat mencemaskan, mengingat bahwa menurut data yang dikumpulkan dari penelitian, pramugari dalam banyak hal tampak hal lebih sehat daripada masyarakat umum. Mereka, lebih kecil memiliki kemungkinan untuk merokok, kelebihan berat badan, dan memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah.

Para peneliti menargetkan bahwa studi tentang pramugari dan kanker ini mampu menjadi landasan agar orang mulai melakukan antisipasi sejak dini. Oleh karena itu, fakta tentang kondisi kesehatan pramugari serta kanker mampu diatasi sedari awal.

“Sebagai langkah awal pencegahan kanker, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter umum maupun spesialis penyakit dalam. Pilih fasilitas kesehatan dengan pelayanan medical check up yang baik dan hasilnya terpercaya,” kata dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Ketahui fakta seputar isu tentang pramugari yang rentan terkena kanker dengan membaca informasi di atas. Lakukan antisipasi dari sekarang dengan menerapkan pola hidup sehat serta menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar