Sukses

Seluk-beluk Sakit Perut pada Lansia

Jangan didiamkan! Sakit perut pada lansia bisa disebabkan oleh hal ringan sampai berat.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut rasanya tentu saja tidak mengenakkan, terutama bila dialami oleh keluarga tercinta. Apalagi terkadang pada beberapa orang, seperti lansia, sulit mengungkapkan keluhan yang sedang dirasakan sehingga penyebabnya tidak dapat diketahui.

Kondisi sakit perut pada lansia dapat dipicu oleh beberapa hal. Berikut di antaranya:

1. Konstipasi

Konstipasi, atau susah buang air besar, sering dialami oleh para lansia. Aktivitas fisik yang berkurang, nutrisi buruk, kurangnya asupan serat dan efek samping penggunaan obat tertentu bisa menyebabkan terjadinya konstipasi.

Jika seorang lansia mengeluh sakit perut, Anda bisa menanyakan kapan terakhir kali ia buang air besar. Jika memang selama ini orang tersebut sering susah buang air besar, bisa jadi sakit perutnya dipicu oleh konstipasi tersebut. Konstipasi ini dapat mengakibatkan wasir/hemoroid apabila terus-menerus terjadi.

2. Hernia

Hernia sering kali dialami oleh lansia karena otot-otot yang semakin melemah seiring dengan bertambahnya usia. Keluhan yang dirasakan memiliki derajat yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Karena pada dasarnya hernia merupakan isi rongga perut yang keluar melalui suatu celah di dinding perut, keluhan berat yang timbul disebabkan oleh terjepitnya isi perut tersebut pada celah yang dilaluinya (yang dikenal sebagai strangulasi).

Sebaliknya jika masih ringan, penonjolan yang ada dapat hilang timbul. Gejala yang dirasakan bisa berupa sakit pada area perut yang disertai dengan pembengkakan area perut, buang air besar berdarah, atau sulit buang air besar.

3. Usus buntu

Usus buntu, atau dalam bahasa medisnya disebut dengan apendisitis, merupakan kasus ketiga tersering penyebab operasi area perut pada lansia. Sakit di perut kanan bawah memang merupakan salah satu tanda khas dari usus buntu. Gejala klasik usus buntu adalah sakit tiba-tiba di daerah sekitar pusar pada fase awal. Selain itu, pasien juga dapat mengalami mual, muntah dan demam.

Sakit perut karena usus buntu juga dapat berpindah ke bagian perut kanan bawah. Apabila peradangan usus buntu ini pecah, maka akan membuat materi usus mengontaminasi rongga perut. Akibatnya dinding perut akan terasa tegang dan sakit.

4. Mag

Mag sering dialami oleh lansia karena kesulitan makan atau tidak ada selera makan. Jika dibiarkan, mag bisa berakibat fatal karena bisa menyebabkan perdarahan. Pada mag, terjadi gangguan pada lambung di mana terjadi peningkatan asam lambung.

Tanda dan gejala mag adalah sakit perut ulu hati, sesak napas, mudah mual muntah, atau kembung. Sakit perut terutama terjadi di area ulu hati dan sering kali disertai dengan rasa perih. Penyebab mag bisa beragam, mulai dari infeksi kuman Helicobacter pylori, stres, pola makan yang tidak teratur, dan sebagainya.

Itulah beberapa penyebab sakit perut pada lansia. Sakit perut yang dialami oleh lansia tidak boleh disepelekan. Penurunan daya tahan tubuh serta kondisi tubuh lansia dapat membuat mereka lebih rentan mengalami komplikasi yang berakibat fatal.

Apabila keluhan sakit perut terjadi pada lansia, apalagi yang berlangsung terus-menerus atau tidak juga sembuh meski sudah diobati, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Nantinya dokter dapat membantu menemukan penyebab di baliknya, serta mencari penanganan yang tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar