Sukses

Sakit Perut Tak Kunjung Sembuh, Mungkinkah Usus Buntu?

Anda curiga mengalami usus buntu karena sakit perut yang tak juga sembuh? Cek dulu di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut berkepanjangan yang mengganggu aktivitas tentu mengkhawatirkan. Tak jarang kemudian orang berasumsi bahwa sakit perut tersebut adalah gejala dari sesuatu yang lebih buruk, seperti usus buntu. Namun, bagaimana membedakan sakit perut biasa yang tak berbahaya dengan sakit perut yang disebabkan oleh usus buntu?

Tak hanya usus buntu

Penyakit usus buntu disebut juga dengan apendisitis atau radang usus buntu. Ini merupakan kondisi peradangan atau infeksi pada usus buntu yang dapat diakibatkan oleh berbagai hal – misalnya sumbatan kotoran atau cacing. Salah satu gejala yang umum dikeluhkan penderita radang usus buntu adalah sakit perut.

Meski sakit perut adalah salah satu gejala utama radang usus buntu, tapi ini bukanlah satu-satunya penyebab sakit perut yang tak kunjung sembuh.

Hampir semua orang pernah mengalami sakit perut, dengan berbagai deskripsi sensasi. Mulai dari melilit, tertusuk, hingga seperti diperas. Dan tentunya dalam durasi yang bervariasi pula.

Selain radang usus buntu, ada daftar panjang penyakit yang memiliki gejala utama serupa, seperti batu empedu, infeksi saluran kemih, penyakit Crohn, mag, radang lambung, hingga hernia dan kehamilan ektopik.

Keparahan rasa sakit yang dirasakan dan durasi pun belum tentu menunjukkan tingkat keparahan penyakit. Misalnya, sakit perut akibat kanker kolon bisa jadi tidak sesakit nyeri perut akibat kram saat menstruasi atau saat kolik akibat batu saluran kemih. Maka itu, penting untuk mengetahui berbagai karakteristik sakit perut untuk bisa mempersempit dugaan penyakit yang menjadi penyebab.

Gejala sakit perut akibat usus buntu

Sakit perut akibat usus buntu, biasanya dimulai dengan rasa nyeri tumpul di sekitar pusar yang kemudian bergeser ke area kanan bawah perut. Perlu diingat, bahwa mengetahui perjalanan rasa nyeri yang Anda rasakan penting untuk membantu mendiagnosis penyakit yang Anda alami bahkan sebelum menjalani pemeriksaan fisik.

Rasa nyeri perut akibat radang usus buntu juga umumnya muncul tiba-tiba dan dapat segera memburuk – seperti tertusuk – dalam hitungan jam. Seiring berkembangnya rasa nyeri, gejala lain akibat radang juga mulai muncul, seperti demam karena infeksi, mual, dan muntah.

Sedangkan, pada pemeriksaan fisik dokter biasanya akan melakukan langkah pemeriksaan khusus yang spesifik untuk mendiagnosis radang usus buntu, yaitu menekan area kanan bawah perut. Jika Anda mengalami usus buntu, Anda akan mengalami apa yang disebut sebagai nyeri lepas, yaitu nyeri yang justru muncul saat tekanan dilepas dari perut, bukan saat perut ditekan.

Jika radang usus buntu tidak segera ditangani dan dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, usus buntu dapat terinfeksi. Apabila pecah, maka infeksi tersebut dapat tersebar ke berbagai area di perut serta memunculkan gejala lain saat pemeriksaan. Misalnya, perut yang kaku dan teraba keras seperti papan, menandakan adanya infeksi di lapisan perut yang biasa disebut sebagai peritonitis.

Radang usus buntu ataupun tidak, jika Anda mengalami sakit perut yang tak kunjung sembuh apalagi setelah berusaha melakukan pengobatan sendiri di rumah, segeralah periksakan diri ke layanan kesehatan terdekat. Bisa jadi sakit perut ini menjadi gejala penyakit yang lebih berbahaya. Melakukan deteksi dini merupakan salah satu jalan terbaik untuk bisa mengatasinya secara maksimal.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar