Sukses

Agar Tidak Kram Otot, Hindari Ini Saat Mencuci Baju

Hati-hati terkena kram otot saat Anda perlu mencuci baju secara manual.

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua rumah tangga sudah memiliki mesin cuci, mulai dari yang sederhana dengan bukaan atas, hingga mesin cuci mahal yang memiliki berbagai fitur canggih. Meski demikian, terkadang untuk menghilangkan noda tertentu, mencuci secara manual harus dilakukan.

Selain itu, jenis pakaian tertentu juga harus dicuci secara manual –misalnya pakaian dalam, bahan tertentu yang mudah robek, rajutan, pakaian dengan detail khusus seperti manik-manik, dan semua pakaian lain yang pada labelnya tertulis ‘cuci dengan tangan’.

Masalahnya, aktivitas ini terkadang menimbulkan kram otot. Bagi mereka yang menggunakan jasa seorang asisten rumah tangga (ART), pekerjaan mencuci baju dengan tangan tentu tak masalah. Namun, bagaimana jika ART sedang pulang kampung, atau mereka yang tidak memiliki asisten rumah tangga?

Jangan anggap enteng mencuci baju secara manual. Salah-salah, Anda bisa mengalami kram otot.

Apa Itu Kram Otot?

Kram otot adalah kontraksi otot yang terjadi mendadak dan tidak disadari. Kram otot sebenarnya tidak berbahaya dan berlangsung hanya sementara. Meskipun demikian, rasa nyeri dan kaku yang dialami setelahnya bisa membuat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas harian Anda.

Kram otot pada dasarnya bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Namun umunya otot yang paling sering terkena dampaknya adalah otot betis.

Berbagai aktivitas dapat berisiko menyebabkan kram otot. Namun, Anda akan lebih berisiko terkena kram otot apabila melakukan suatu aktivitas fisik yang berat, lama, dan dilakukan pada cuaca yang panas.

Berada pada suatu posisi yang sama dalam waktu yang lama juga merupakan salah satu penyebab kram otot. Misalnya, berdiri, membungkuk, atau melipat kaki. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya suplai darah kepada otot yang terkena.

Dalam hal ini, otot yang paling sering terkena adalah otot tungkai – yang mengakibatkan terjadinya kram otot. Selain menekan pembuluh darah, posisi tersebut juga dapat menekan saraf. Hingga akhirnya, Anda akan merasa kesemutan dan mengalami kram otot.

Selain hal tersebut di atas, ada pula berbagai keadaan yang dapat memperparah kram otot, yaitu kurangnya mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Kurang cairan (dehidrasi) juga dapat memperparah terjadinya kram otot.

Semakin tua usia seseorang, semakin rentan pula ia mengalami kram otot. Anda juga lebih mudah terkena kram otot apabila memiliki penyakit saraf, diabetes, atau tiroid.

Mencegah Kram Otot

Jika memungkinkan, mencucilah di tempat yang sejuk dan tidak terlalu panas. Usahakan untuk tidak mencuci baju dalam waktu yang terlalu lama. Untuk mengatasi ini, Anda dapat membagi-bagi jumlah baju yang akan dicuci per harinya, agar tidak terlalu banyak.

Dengan demikian, saat mencuci secara manual Anda tidak perlu berada dalam posisi yang sama dalam waktu yang terlalu lama. Cukupi juga kebutuhan cairan dan mineral Anda agar terhindar dari kram otot. 

Terakhir, untuk meminimalkan kram otot, lakukan olahraga selama 30–60 menit sehari. Jalankan secara rutin, setidaknya 3 kali seminggu. Dengan demikian otot Anda tentunya tidak akan ‘kaget’ lagi jika tiba-tiba dipaksa untuk mencuci baju. Selamat mencoba!

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar