Sukses

4 Penyebab Sakit Perut pada Anak

Kenali penyebab sakit perut yang biasa dialami anak, beserta tanda bahayanya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut merupakan salah satu keluhan yang sering dialami anak, khususnya pada anak balita. Terkadang, sakit perut memang tidak berbahaya. Contohnya sakit perut yang merupakan pertanda harus ke toilet. Walau demikian, ada beberapa penyebab sakit perut pada anak yang patut Anda waspadai.

  • Sembelit

Sembelit atau konstipasi adalah salah satu penyebab sakit perut pada anak yang sering terjadi. Anda boleh mulai khawatir bila anak sudah beberapa hari tidak buang air besar dan kerap mengalami kesulitan saat buang air karena kotoran yang keras.

Untuk mengatasinya, berikan anak banyak minum air putih yang akan membantu lancarnya pencernaan. Selain air putih, buah-buahan seperti pir, pepaya dan alpukat juga dapat membantunya mengatasi konstipasi.Sebaliknya, hindari pemberian buah yang dapat memicu kerasnya kotoran anak seperti pisang dan apel.

  • Apendisitis atau usus buntu

Usus buntu merupakan salah satu bagian pada usus yang ukurannya sangat kecil dan bentuknya menyerupai kantung. Bila usus buntu tersumbat atau mengalami infeksi, maka akan terjadi peradangan yang menyebabkan sakit perut.

Ciri khas sakit perut pada radang usus buntu adalah nyeri yang awal mulanya terasa pada ulu hati, lalu menjalar ke perut bagian kanan bawah. Perut terasa sangat nyeri, bahkan jika perut bagian kanan bawah disentuh sekalipun. Gejala lain yang umumnya dirasakan adalah demam, lemas, mual muntah dan diare.

Bila anak mengalami gejala ini, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penundaan pengobatan atas radang usus buntu berpotensi menyebabkan komplikasi berupa pecahnya usus yang juga berisiko mengancam nyawa.

  • Alergi

Sakit perut juga dapat dirasakan anak yang mengalami alergi, baik makanan maupun susu sapi. Gejala lain yang umumnya menyertai sakit perut adalah mual muntah, diare, buang air besar berdarah, batuk dan pilek atau muncul kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Bila ditelusuri lebih jauh, biasanya ditemukan riwayat makan atau minum yang baru pertama kali dicoba. Reaksi serupa akan terulang bilamana anak mengonsumsi produk yang sama. Makanan yang umum menyebabkan alergi di antaranya ikan, udang, kepiting, kerang, kacang, dan telur.

Hati-hati, dalam tahap lanjut, alergi dapat menyebabkan anak sesak napas dan tidak sadarkan diri, yang berujung pada kegagalan sirkulasi darah hingga berpotensi mengancam nyawa. Komplikasi alergi ini dinamakan reaksi anafilaksis. Reaksi ini sangat berbahaya dan harus mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

  • Keracunan

Bila anak baru saja mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar dan mengalami sakit perut, mungkin saja ia keracunan. Selain sakit perut, anak yang keracunan juga umumnya mengalami demam, diare dan muntah-muntah hebat. Bila tidak segera ditangani, anak Anda dapat mengalami dehidrasi.

Dalam tahap awal, dehidrasi dapat dikenali dari kondisi anak yang lemas, mata terlihat cekung, menangis tanpa air mata dan frekuensi buang air kecil yang jauh berkurang. Jadi, pastikan anak minum air dalam jumlah banyak bila terdapat tanda-tanda dehidrasi tersebut. Apabila diare dan muntah terus berlanjut, segera bawa ia ke unit pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan tepat.

Walaupun banyak dialami dan umumnya tidak berbahaya, sakit perut pada anak tidak boleh luput dari perhatian. Bila memang sakit yang dialami tergolong ringan dan tidak berkelanjutan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sebaliknya, Anda sebagai orang tua dituntut untuk selalu tanggap dan bertindak cepat bilamana terdapat tanda-tanda sakit perut yang membahayakan bagi sang anak. Segera periksakan anak ke dokter jika mengalami sakit perut yang mengarah pada gangguan kesehatan yang serius.

[NP/ RVS]

1 Komentar