Sukses

Perlukah Vaksin Influenza untuk si Kecil?

Vaksin influenza cukup efektif untuk menghindarkan diri dari penyakit flu. Bagaimana dengan anak Anda? Apakah ia memerlukannya?

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga si Kecil agar tetap aktif dan tumbuh secara optimal sudah menjadi tanggung jawab Anda sebagai orang tua. Saat musim flu melanda, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anak tertular flu adalah dengan melakukan vaksin influenza. Namun, apakah cara tersebut aman bagi anak?

Influenza sendiri merupakan penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh virus influenza.Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara dan percikan ludah dari seseorang yang terinfeksi.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, meskipun gejala yang timbul cukup ringan, saat terinfeksi virus influenza Anda dapat mengalami komplikasi serius seperti pneumonia atau dikenal dengan paru-paru basah, serta penyakit kronis lainnya yang juga berisiko menyebabkan kematian.

Vaksin influenza dan jenisnya

Berdasarkan penjelasan dr. Reza, vaksin ini berisi virus influenza yang dilemahkan. “Virus influenza yang disuntikkan ke dalam tubuh akan merangsang tubuh Anda untuk melakukan perlawanan terhadap virus dan mengeluarkan zat antibodi khusus untuk melawan infeksi virus influenza,” terangnya.

Antibodi tersebutlah yang akan tersimpan di dalam tubuh. Sehingga, ketika nanti Anda terinfeksi kembali, antibodi akan bekerja untuk melawan virus. Kondisi inilah yang dapat menghindarkan Anda dari komplikasi atau risiko kematian.

Dilansir dari Babyologist, jenis dari vaksin influenza pun dibagi dua:

1. Vaksin influenza trivalent

Merupakan vaksin yang mengandung dua komposisi virus influenza A (H1N1 dan H3N2), serta virus influenza B. Vaksin ini khusus diberikan kepada penderita yang berusia 50 tahun ke atas.

2. Vaksin influenza quadrivalent

Mengandung salah satu dari jenis strain virus influenza B dan dapat melindungi serta mencegah Anda dari penyebaran virus influenza secara efektif dan tepat. Bagi Anda yang memiliki bayi, vaksin ini mengandung serum virus yang tumbuh secara baik dan cocok digunakan pada anak-anak.

1 dari 2 halaman

Lalu, amankah diberikan kepada anak?

Ketika si Kecil terkena penyakit flu, Anda dianjurkan untuk segera membawanya ke rumah sakit untuk mencegah kondisi yang lebih parah. Namun apabila kondisi bayi sudah melebihi enam bulan, maka upaya pencegahan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memberikan vaksin influenza quadrivalent.

Vaksin influenza pada bayi bekerja dengan membentuk antibodi untuk melawan virus. Vaksin ini membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk proses pembentukan antibodi.

Mengenai efek sampingnya, Anda tak perlu khawatir, karena dr. Reza memastikan bahwa vaksin influenza bersifat aman.

“Biasanya anak dapat mengalami nyeri, bengkak, kemerahan di area suntikan, muntah, dan demam. Gejala lain yang sangat jarang terjadi adalah reaksi alergi dan Guillain-Barré (penyakit yang menyebabkan kelumpuhan anggota gerak),” jelasnya.

Meskipun aman, dr. Reza berpesan bahwa vaksin influenza tidak boleh diberikan kepada anak yang pernah mengalami reaksi alergi terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya, anak dengan penyakit Guillain-Barré , serta anak yang tengah terserang demam akut.

Waktu tepat bagi anak menerima vaksin influenza

Vaksin influenza memang tidak masuk ke dalam daftar vaksin pokok yang harus diberikan. Meski demikian, dr. Reza menyarankan agar Anda memberikan si Kecil vaksin influenza ketika anak telah mencapai usia lebih dari 6 bulan.

“Imunisasi untuk vaksin ini diberikan melalui suntikan pada otot paha atau otot lengan atas pada bayi. Untuk anak yang mendapatkan vaksin influenza pertama di bawah usia 9 tahun, diperlukan vaksin influenza lanjutan dengan jarak 4 minggu dari imunisasi sebelumnya. Kemudian, vaksin dapat diberikan satu kali setiap tahunnya,” dr. Reza menerangkan.

Jadi, ternyata vaksin influenza aman diberikan untuk si Kecil, namun dengan kondisi seperti yang telah dijelaskan di atas. Agar anak terhindar dari penyakit flu, Anda kini tak perlu ragu untuk membawanya untuk imunisasi. Konsultasikan pemberian vaksin dengan dokter untuk hasil yang optimal. Baca artikel bertema sejenis di sini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar