Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tak Cuma Mengatur Kehamilan, Ini Manfaat KB bagi Kesehatan

Tak Cuma Mengatur Kehamilan, Ini Manfaat KB bagi Kesehatan

Pemerintah telah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB), yakni dua anak lebih sehat. Sebenarnya, apa saja manfaat KB menurut medis? Yuk, cari tahu!

Program Keluarga Berencana (KB) telah dicanangkan pemerintah selama lebih dari satu dekade. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual. 

Namun, hingga tahun 2017, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaporkan bahwa hanya 61 persen pasangan usia subur di Indonesia yang menggunakan kontrasepsi.

Dari seluruh pengguna kontrasepsi, sepertiganya menggunakan secara putus-sambung. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang belum memahami benar manfaat kontrasepsi dan program KB. 

Artikel Lainnya: KB (Keluarga Berencana) Turunkan Risiko Kanker Serviks?

Padahal, apabila dilakukan dengan baik dan benar, manfaat KB yang dirasakan bisa sangat beragam. Berikut beberapa di antaranya:

1 dari 4 halaman

1. Menghargai Hak Ibu untuk Mengontrol Kesuburan

Meski mengasuh dan membesarkan anak adalah tanggung jawab pasangan suami-istri, tapi kehidupan ibulah yang paling dipengaruhi dengan datangnya buah hati. 

Setidaknya, selama 2 tahun setelah melahirkan, ibu harus fokus dalam memberikan ASI, membesarkan anak, dan mengadakan penyesuaian dengan perubahan tubuhnya.

Dengan menerapkan program KB, kehamilan bisa diatur dengan lebih baik. Ibu pun bisa berkarya sesuai keinginannya, baik sebagai ibu rumah tangga, bekerja di kantor, atau menempuh pendidikan lebih lanjut. 

2. Melindungi Ibu dari Gangguan Kesehatan Reproduksi

Kehamilan pada usia yang terlalu muda, terlalu tua, atau kehamilan yang jaraknya terlalu dekat dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang dimaksud, misalnya hipertensi, keracunan kehamilan (preeklampsia), dan sebagainya.

Dengan melakukan program KB, kehamilan dapat direncanakan dengan lebih baik sehingga risiko masalah kesehatan tersebut dapat dicegah. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, terdapat 100.000 kematian ibu yang bisa dicegah tiap tahunnya jika pasangan suami-istri menggunakan kontrasepsi dengan tepat.

3. Melindungi Anak dari Gangguan Perkembangan

Hamil sebelum usia 21 tahun atau setelah usia 35 tahun tanpa persiapan yang matang, atau kehamilan yang jaraknya berdekatan, dapat berbahaya bagi ibu dan janin yang dikandungnya. 

Bayi lebih berisiko mengalami berat lahir di bawah normal (BBLR), gangguan tumbuh kembang, masalah pernapasan, retardasi mental, dan lainnya.

Sebuah penelitian menunjukkan, terlalu dekatnya waktu melahirkan menyebabkan 61 persen anak lahir dengan barat badan rendah.

Artikel Lainnya: Pil KB Minim Efek Samping untuk Wanita Produktif

2 dari 4 halaman

4. Mencegah Kelahiran Prematur

Masalah lain yang dapat muncul ketika Anda mengalami kehamilan dengan jarak yang sangat dekat adalah bayi berisiko mengalami kelahiran prematur

Hal itu dibuktikan oleh sebuah penelitan yang memperlihatkan bahwa ibu yang kembali hamil dengan jarak enam bulan setelah melahirkan memiliki risiko kelahiran prematur 40 persen lebih tinggi.

5. Menurunkan Risiko Kanker

Selain persoalan ibu dan anak, manfaat keluarga berencana lainnya adalah dapat menurunkan risiko kanker

Metode kontrasepsi hormonal yang merupakan gabungan estrogen dan progesteron, misalnya, dapat menurunkan risiko kanker indung telur dan kanker endometrium. Selain itu, kontrasepsi yang mengandung progesteron juga bisa menurunkan risiko mioma di rahim.

6. Menyusutkan Risiko Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul terjadi akibat infeksi yang menyerang rahim dan saluran kandungan wanita. Sering kali, penyakit ini tak bergejala tetapi mengakibatkan gangguan kesuburan. 

Kontrasepsi jenis implant (susuk) dan sterilisasi (tubektomi) bisa melindungi wanita dari penyakit tersebut.

Artikel Lainnya: Efek Samping Pil KB yang Wajib Anda Ketahui, Apa Saja?

3 dari 4 halaman

7. Menjaga Kesehatan Jiwa

Faktanya, kasus depresi usai melahirkan dan psikosis lebih banyak dialami oleh ayah atau ibu yang memiliki anak dengan jarak terlalu dekat. 

Dengan mengatur kehamilan melalui program KB, ayah dan ibu bisa lebih siap mempersiapkan kehamilan dan menyambut buah hati sehingga kesehatan jiwanya juga lebih terjaga.

8. Anak Akan Memperoleh ASI Optimal

ASI adalah susu alami yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Mengatur jarak persalinan akan memastikan bahwa bayi akan memperoleh ASI yang cukup, yaitu selama enam bulan pertama (ASI eksklusif) dan dilanjutkan hingga usia dua tahun. 

Pemberian ASI yang tepat sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang si kecil. Pemberian ASI eksklusif dengan tepat pun terbukti dapat mencegah malnutrisi pada si buah hati.

Itu dia segudang manfaat ikut KB. Berdasarkan BKKBN, program ini sangat penting untuk diikuti oleh pasangan usia subur yang baru menikah tapi tak langsung ingin memiliki anak; baru saja memiliki bayi dan belum ingin memiliki lagi dalam waktu dekat; atau sudah tidak ingin punya anak lagi.

Yuk, dukung keberhasilan Keluarga Berencana demi kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Jika Anda punya pertanyaan dengan manfaat KB, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar