Sukses

Kenali Berbagai Reaksi Gigitan Nyamuk pada Anda

Respons setiap orang terhadap gigitan nyamuk bisa berbeda-beda. Kenali berbagai reaksi gigitan nyamuk dan apa yang mendasarinya, di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Reaksi gigitan nyamuk pada tubuh setiap orang pada dasarnya bisa berbeda-beda, tergantung respons tubuh serta jenis nyamuk yang hinggap. Terkadang gigitan nyamuk bisa memberikan reaksi bentol atau bisa juga sekadar gatal dan kemerahan. Apa yang sebetulnya menyebabkan reaksi yang berbeda-beda ini?

Nyamuk pengisap darah pada umumnya adalah nyamuk betina. Menurut Joseph M. Conlon dari American Mosquito Control Association kepada Prevention, nyamuk betina menyerap darah sebagai sumber protein demi perkembangan sel telur.

“Ketika nyamuk betina menggigit Anda, ia memasukkan ujung mulutnya ke salah satu pembuluh darah dan menyuntikkan ludahnya ke dalam aliran darah Anda. Saliva nyamuk mengandung protein yang mencegah darah membeku saat dihisap,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, Joseph menjelaskan bahwa protein dalam nyamuk tersebut dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan gatal—meski tak semua orang mengalaminya secara bersamaan. Perlu diketahui bahwa tidak semua orang memiliki reaksi alergi terhadap gigitan nyamuk, melainkan hanya mereka yang alergi terhadap protein.

1 dari 3 halaman

Berbagai reaksi gigitan nyamuk yang dapat terjadi pada Anda

Dilansir dari Prevention, berikut ini adalah jenis-jenis reaksi gigitan nyamuk yang perlu Anda ketahui.

1. Tidak ada reaksi

Reaksi: tidak ada.

Ciri-ciri: tidak ada.

Apa artinya? Hal ini bagus, karena bisa berarti Anda telah mengembangkan kekebalan terhadap gigitan nyamuk. Ketika seseorang telah berulang kali terkena alergen nyamuk, sistem kekebalannya dapat berhenti mengenali alergen dan tidak menimbulkan reaksi apa-apa.

2. Kemerahan

Reaksi: benjolan merah kecil.

Ciri-ciri: bulat, benjolan putih, sering terlihat adanya titik kecil di bagian tengah, menjadi merah setelah 1-2 hari.

Apa artinya? Ini adalah reaksi yang paling umum terjadi akibat gigitan nyamuk. Reaksi alergi kecil ini merupakan respons tubuh atas protein yang terkandung dalam air liur nyamuk.

3. Benjolan kecil

Reaksi: benjol.

Ciri-ciri: benjolan yang sedikit terangkat, halus, dan datar yang biasanya lebih kemerahan daripada kulit di sekitarnya.

Apa artinya? Beberapa orang lebih sensitif terhadap protein nyamuk. Sensitivitas ini menyebabkan mereka bereaksi dengan munculnya bentol dengan bilur-bilur lebih besar. Semakin lama nyamuk mengisap darah, semakin banyak protein yang dilepaskan, sehingga meningkatkan kemungkinan reaksi yang terlihat. Sebuah penelitian menemukan bahwa hal ini juga ada hubungannya dengan susunan genetik seseorang dan tingkat keparahan reaksinya.

4. Demam

Reaksi: demam.

Ciri-ciri: kulit bengkak, panas, kemerahan, gatal atau rasa sakit, disertai dengan demam.

Apa artinya? Anda mungkin mengalami reaksi alergi yang lebih ekstrem terhadap gigitan nyamuk. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan berlebihan pada area gigitan, dan area tersebut terasa panas dan sulit disentuh. Tak hanya itu, terkadang bekas gigitan nyamuk bisa melepuh dan mengeluarkan cairan. Kondisi ini rentan dialami anak kecil, pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, dan pelancong yang digigit jenis nyamuk baru.

5. Alergi parah

Reaksi: anafilaksis.

Ciri-ciri: bibir atau lidah bengkak, kesulitan bernapas, batuk.

Apa artinya? Meskipun anafilaksis dari gigitan nyamuk tergolong jarang, kondisi ini jika terjadi dapat berakibat fatal. Pasien dengan anafilaksis akibat gigitan nyamuk akan memiliki gejala khas reaksi alergi yang parah. Salah satu tanda khasnya yaitu gatal-gatal, bibir atau lidah bengkak, kesulitan bernapas, batuk, tak sadarkan diri, bahkan dapat menyebabkan kematian.

2 dari 3 halaman

Hindari diri dari ancaman gigitan nyamuk

Jika ingin terhindar dari ancaman nyamuk, Anda dapat menggunakan losion antinyamuk. Sebagai alternatif atau sebagai tambahan, Anda pun bisa memasang obat antinyamuk. Atau tanamlah tanaman yang dapat secara alami mengusir nyamuk, seperti serai, lavender, atau geranium.

“Pastikan juga kebersihan lingkungan tempat tinggal Anda terjaga, ya! Ingat, meski kecil, nyamuk bisa menyebabkan masalah kesehatan yang besar,” kata dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Jika perlu, pasang kawat nyamuk di area-area tertentu di rumah seperti jendela atau bagian bawah pintu untuk mengurangi jumlah atau menghalau nyamuk ke dalam rumah. Pastikan juga rumah tak ada genangan air atau menutup rapat dan membersihkan secara rutin tempat genangan air. Genangan air adalah tempat favorit bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Lakukan kiat-kiat di atas supaya Anda terhindar dari gigitan nyamuk, yang dapat menyebabkan reaksi yang berbeda-beda pada tubuh. Meski digigit nyamuk tak selalu berbahaya, tapi tetap saja reaksinya bisa membuat nyaman, bahkan bisa berbahaya jika gigitan memicu munculnya alergi parah atau anafilaksis.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar