Sukses

8 Mitos Menyesatkan tentang Demam pada Balita

Banyak mitos yang beredar tentang demam pada balita. Bagaimana fakta medis yang sebenarnya? Simak di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Demam yang terjadi pada balita bisa menjadi hal yang paling mengkhawatirkan orang tua, bahkan hingga menimbulkan kecemasan tersendiri. Tak heran, banyak mitos yang kemudian muncul dan dipercaya begitu saja lantaran rasa panik yang kian menyelimuti.

Sayangnya, banyak dari mitos tersebut yang ternyata tidak sesuai dengan fakta medis. Nah, sebelum terlanjur percaya, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya di bawah ini:

Mitos 1: Demam sangat berbahaya untuk balita

Faktanya, demam merupakan salah satu respons tubuh yang sangat baik dalam memerangi kuman penyakit. Demam akan meningkatkan suhu dalam tubuh, dan membuat kuman tidak bisa bekerja menyebarkan penyakit. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan jika si Kecil terserang demam, apalagi bila gejalanya masih dapat dikontrol.

Mitos 2: Semua demam berpotensi menyebabkan kejang

Hanya 4% kasus demam pada anak yang berujung kejang. Ini karena kejang demam tidak menyerang setiap anak. Hanya anak-anak dengan kondisi kesehatan tertentu yang memang rentan terhadap kondisi tersebut. Adapun, penyakit kejang demam itu sendiri dapat menghilang ketika si Kecil beranjak dewasa.

Mitos 3: Balita yang teraba hangat berarti sedang demam

Seorang anak baru dikatakan demam bila suhu tubuhnya berada di atas 37,5oC pada pengukuran termometer di ketiak. Ini berarti, sensasi hangat yang terjadi pada anak bukan merupakan keluhan demam bila suhunya di bawah angka tersebut.

Mitos 4: Setiap kasus demam membutuhkan antibiotik

Antibiotik hanya diberikan bila keluhan yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri. Jadi, bila demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus atau hal lain, pemberian antibiotik tidaklah diperlukan.

Hati-hati, penggunaan antibiotik di luar anjuran dokter akan membuat kuman semakin kebal terhadap pengobatan yang diberikan selanjutnya. Akibatnya, penyakit semakin sulit disembuhkan bila terjadi infeksi di kemudian hari.

1 dari 2 halaman

Mitos 5: Demam tidak akan turun tanpa pemberian obat

Tidak semua demam membutuhkan obat penurun panas. Obat tersebut hanya tepat diberikan jika si Kecil terlihat sangat lemas akibat keluhan yang dirasakannya.

Daripada memberikan obat, akan lebih baik jika si Kecil meningkatkan asupan air putih dan makanan yang bergizi. Dengan begitu, demam akan mereda dengan sendirinya seiring peningkatan kekebalan tubuh dan membaiknya penyakit yang mendasari.

Mitos 6: Demam dapat merusak otak bila tidak segera ditangani

Demam hanya akan berpengaruh pada sistem saraf di otak bila melampaui 42oC. Di bawah suhu itu, demam tidak berpotensi menyebabkan kerusakan bermakna pada otak maupun bagian tubuh lainnya.

Demam yang mencapai suhu 42oC itu sendiri sangat jarang terjadi, karena sebelum mencapai suhu tersebut, umumnya anak sudah terlihat sangat lemas dan orang tua pasti mencari pengobatan atau membawanya ke rumah sakit. Komplikasi pada demam yang berujung pada peningkatan suhu seperti itu biasanya terjadi pada anak yang ditinggalkan di dalam mobil dengan kondisi tertutup di cuaca yang panas.

Mitos 7: Kompres es bisa bikin suhu demam cepat turun

Ini adalah anggapan yang bertentangan dengan fakta medis yang sebenarnya. Sebab medis tidak menganjurkan penggunaan kompres es, melainkan kompres hangat di sela ketiak, leher, dan lipat paha.

Kompres hangat akan membantu melebarkan pembuluh darah di bawah kulit, sehingga panas dapat mudah menguap melalui pori-pori.

Mitos 8: Kompres demam hanya ditempelkan di dahi

Penggunaan kompres yang tepat adalah di daerah lipatan tubuh, terutama di leher, ketiak, dan lipat paha. Kulit di daerah lipatan lebih tipis dibanding sekitarnya, sehingga lebih mudah mencapai area dalam tubuh. Selain itu, di bagian tubuh tersebut juga terdapat pembuluh darah besar yang menjadi target pemberian kompres pereda demam.

Itulah fakta medis yang sebenarnya mengenai demam pada anak dan balita. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan Anda dapat benar-benar terbebas dari jerat mitos atau rumor yang menyesatkan tentang penyakit tertentu.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar