Sukses

Badan Kurus, Sudah Pasti Kurang Gizi?

Status gizi seseorang kerap dinilai berdasarkan ukuran tubuh. Badan kurus, misalnya, sering dianggap kurang gizi. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Indikator untuk menilai status gizi seseorang adalah tercapainya berat badan ideal yang dihitung dengan rumus indeks massa tubuh (IMT atau BMI), bukan hanya dari bentuk badan yang kurus ataupun gemuk. IMT sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti usia, berat badan, tinggi badan, termasuk komposisi lemak dan otot pada tubuh Anda.

Berat badan ideal merupakan berat badan yang sesuai dengan perbandingan dari hal-hal yang disebutkan di atas, yang hasilnya sesuai dengan nilai normal klasifikasi IMT.

Untuk menghitung IMT, diperlukan data seperti tinggi badan dan berat badan, yang kemudian dimasukkan ke dalam rumus: berat Badan (kg) / (tinggi badan x tinggi badan (m)), yang mana klasifikasi nilai IMT menurut WHO dan International Obesity Task Force (IOTF) pada orang Asia adalah sebagai berikut:

  • Kurus:                    ≤ 18,5
  • Normal:                  18,5–22,9
  • Overweight:            ≥ 23
  • Pre obesitas:           23-24,9
  • Obesitas I:              25–29,9
  • Obesitas II:             ≥ 30

Sedangkan nilai IMT pada orang Indonesia menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah:

  • Kurus sekali:           < 17
  • Kurus:                    17–18,4
  • Normal:                  18,5–25
  • Gemuk:                  25,1–27
  • Gemuk sekali:         > 27   

Dari penghitungan IMT, maka akan diketahui status gizi seseorang apakah cukup atau berlebih. Oleh karena itu, ukuran tubuh kurus atau gemuk merupakan penilaian yang sangat subjektif, sehingga tidak dapat dijadikan tolak ukur status gizi seseorang.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi, diperlukan kesimbangan antara asupan gizi dengan pengeluarannya sehari-hari. Asupan gizi yang ideal adalah yang memenuhi prinsip 4 sehat 5 sempurna, yang kini berganti menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PDG). PDG sendiri mengacu pada Nutrition Guide for Balanced Diet, yaitu hasil kesepakatan konferensi pangan sedunia pada tahun 1992.

Empat pilar penting prinsip gizi seimbang

Prinsip gizi seimbang tersebut terdiri dari empat pilar, yaitu:

1. Mengonsumsi beragam makanan

Kombinasikan asupan gizi Anda dengan makanan yang mengandung kabrohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral. Namun, sebaiknya jumlah asupan karbohidrat lebih sedikit dibandingkan asupan serat harian (sayur dan buah-buahan). Selain itu, Anda juga tidak boleh melupakan asupan protein.

2.       Membiasakan perilaku hidup bersih

Dengan pola hidup bersih, Anda akan terhindar dari berbagai ancaman penyakit. Penyakit infeksi dapat memengaruhi status gizi seseorang. Ketika Anda sakit, nafsu makan pun akan ikut terganggu sehingga berakibat asupan gizi turut menurun.

3. Melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik dengan berolahraga secara rutin akan membantu proses metabolisme zat gizi dalam tubuh. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan zat gizi yang masuk dan keluar.

4. Mempertahankan dan memantau berat badan

Anda harus selalu mengontrol berat badan agar tetap ideal. Anda dapat menggunakan rumus IMT diatas atau yang lebih baik lagi langsung berkonsultasi ke dokter.

Pertimbangkan untuk melakukan tes nutrigenomik

Untuk membantu Anda mencapai berat badan ideal yang sehat, selain dengan berpedoman pada empat pilar PDG, Anda juga bisa mencoba tes nutrigenomik. Nutrigenomik merupakan suatu bidang yang mempelajari hubungan antara gen dengan nutrisi serta kesehatan seseorang. Seperti yang sudah Anda ketahui, gen yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, sehingga menjadikan kebutuhan gizi serta olahraga juga tak sama.

Pemeriksaan nutrigenomik ini akan membantu Anda mengetahui bagaimana proses metabolisme tubuh terhadap zat gizi atau apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari. Selain itu juga membantu mengetahui berapa banyak kalori yang disarankan, termasuk diet dan olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda sehingga hasilnya akan lebih efektif.

Tak hanya itu, tes nutrigenomik ini juga dikaitkan dengan kejadian berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh makanan.

Kelebihan dari tes nutrigenomik ini adalah Anda tak hanya dapat mengontrol asupan gizi dengan penerapan diet yang tepat, tapi juga dapat membantu Anda terhindar dari berbagai penyakit serta menentukan olahraga yang tepat sesuai gen.

Ingat, badan kurus atau gemuk tidak bisa dijadikan patokan status gizi seseorang. Dibutuhkan beberapa pemeriksaan untuk menentukan status gizi, yang lalu diikuti dengan pola hidup sehat dengan asupan makanan bergizi seimbang dan olahraga secara rutin.

(RN/ RH)

1 Komentar