Sukses

Kedelai untuk Kesehatan Pria, Kawan atau Lawan?

Keledai disebut sebagai bahan makanan yang membawa segudang kontroversi bagi kesehatan pria. Bagaimana fakta medis yang sebenarnya?

Klikdokter.com, Jakarta Kedelai adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang populer di Benua Asia, termasuk Indonesia. Olahannya mampu menjadi berbagai macam jenis makanan, seperti kecap, tahu, tempe, hingga susu.

Kedelai merupakan sumber utama protein dan minyak nabati. Berdasarkan sejarah, kacang jenis ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur, dan baru menyebar ke wilayah lain pada tahun 1910. Meski bersumber dari Asia, penghasil kedelai utama dunia saat ini adalah Amerika Serikat.

Saat ini, kedelai menjelma menjadi satu dari sekian bahan makanan pokok sehari-hari. Namun sayangnya, masih banyak orang percaya pada mitos seputar kedelai, sehingga mereka merasa ragu untuk mengonsumsinya.

Mitos tersebut khususnya berkembang dan menjadi ancaman yang menakutkan bagi kalangan pria. Ada yang bilang kalau kandungan estrogen dalam kedelai dapat membuat hormon testosteron menurun, sehingga seorang pria bisa menjadi lebih feminin.

Keledai, kawan atau lawan?

Melansir Independent.co.uk, sebuah penelitian pada pria berusia 19 tahun yang mengonsumsi kedelai dalam jumlah besar dihubungkan dengan kejadian disfungsi ereksi dan hiposeksualitas. Tingkat testosteron pada pria tersebut juga turun drastis.

Terkait itu, ahli nutrisi Harley Street, Rhiannon Lambert, mengatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan hanya dengan satu peserta yang juga mengidap diabetes tipe satu. Ini berarti ada faktor tambahan yang memengaruhi hasil penelitian.

"Kami tidak mungkin menerapkan kesimpulan satu studi hanya berdasarkan satu laki-laki," katanya.

Di sisi lain, sejumlah ahli mengatakan bahwa kedelai adalah bagian dari diet yang sehat. Meski masih kontroversial, mereka meyakini bahwa keledai memberikan manfaat bagi mereka yang mengikuti diet berbasis protein nabati.

Tak hanya itu, seorang juru bicara untuk British Dietetic Association mengutarakan bahwa konsumsi produk kedelai secara teratur dan moderat juga dapat mengurangi kadar kolesterol. Hal ini terbukti dalam banyak penelitian.

"Minuman kedelai sebagai alternatif susu bebas lemak hewani. Itu juga memiliki tingkat protein yang jauh lebih tinggi daripada kacang atau minuman beras yang dipasarkan sebagai alternatif serupa," kata lembaga tersebut melalui sebuah rilis.

Tetap perhatikan porsi

Kedelai adalah sumber protein lengkap yang idel bagi siapa pun, termasuk untuk pria. Makanan yang mengandung kedelai juga dapat menekan kadar kolesterol darah, sehingga bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Namun demikian, kedelai tetap harus dikonsumsi pada porsi yang sesuai. Para ahli mengatakan bahwa satu atau dua porsi kedelai dalam sehari tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, baik itu pria atau wanita.

“Telah banyak jumlah generasi yang mengonsumsi susu kedelai. Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa konsumsi susu kedelai membawa efek buruk bagi kesehatan. Namun, segala sesuatu yang berlebihan atau kurang adalah tidak baik. Maka, pada prinsipnya, pastikan segala konsumsi makanan bergizi tetap seimbang, tidak berlebihan dan tidak juga kurang, termasuk konsumsi susu kedelai,” ujar dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Kedelai jelas bermanfaat untuk kesehatan pria dan kalangan lainnya. Selama tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebih, maka bahan makanan ini tentu baik untuk kesehatan tubuh Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar