Sukses

3 Tips Menyimpan ASI

Menyimpan ASI perlu trik khusus agar ASI tetap aman dikonsumsi si Kecil. Ikuti tips berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai seorang ibu, tentu Anda ingin selalu memberikan ASI secara langsung kepada si Kecil. Namun terkadang, produksi ASI (Air Susu Ibu) yang berlebih membuat Anda harus menyimpannya. Kondisi ini juga bisa dialami oleh ibu yang bekerja. Agar kebutuhan ASI bagi si Kecil selalu terpenuhi, ketahui tips menyimpan ASI yang baik berikut ini, untuk mendukung pertumbuhan si Kecil.

Dilansir dari Babyologist, berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya Anda perhatikan dalam menyimpan ASI:

1.     Saat memompa ASI

  • Jika menyimpan ASI dengan menggunakan kantong plastik, pilihlah kantong plastik yang berkualitas. Jangan menggunakan plastik yang biasa digunakan untuk es batu.
  • Ketika mengisi ASI ke dalam kantong plastik, sisakan ruang kosong, jangan terlalu penuh. Bagi ke dalam kantong dalam porsi yang pas untuk si Kecil agar ASI langsung habis dikonsumsi.
  • Beri label pada setiap kemasan kantong ASI dengan keterangan hari, tanggal, dan jam, agar mudah diingat.
  • Segera dinginkan ASI setelah dipompa, jangan sampai melebihi 1 jam.
  • Jangan pernah mencampur ASI yang baru dipompa dengan yang telah didinginkan.

2.     Penyimpanan dalam botol

  • Pilih jenis botol berbahan plastik yang ringan dan memiliki tutup yang rapat, sehingga ASI tidak mudah tumpah atau terkontaminasi.
  • Pastikan menggunakan botol plastik yang BPA free (bebas Bisphenol A). Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, botol plastik jenis ini paling baik untuk disimpan di lemari pendingin bagian bawah.
  • Jika Anda menggunakan botol kaca, dr. Vita menyarankan Anda untuk menyimpan ASI di bagian freezer. “Jika disimpan di kulkas bagian bawah, sel darah putih dalam ASI akan menempel pada botol kaca,” jelasnya.
  • Berdasarkan informasi yang tertera pada Mayo Clinic, penyimpanan botol ASI dalam kulkas bagian bawah (0-4 derajat selsius) bertahan hingga 5 hari. Sedangkan untuk penyimpanan botol ASI di freezer dapat bertahan hingga 12 bulan. Meski demikian, sangat disarankan Anda tidak menyimpan ASI dalam freezer lebih dari 6 bulan.

3. Penyimpanan dalam coolbox

  • Coolbox untuk ASI sebaiknya terbuat dari tiga jenis bahan, yakni lapisan insulator thermal, lapisan tahan air berbahan katun laminasi atau katun vinil, dan lapisan luar berbahan kanvas.
  • Karena tidak seperti kulkas dan freezer, ASI dalam coolbox hanya dapat bertahan selama 24 jam saja. Selebihnya, ASI tidak layak dikonsumsi lagi.
  • Dalam penyimpanan menggunakan coolbox, sebaiknya Anda tidak menyimpan barang lain selain ASI.
  • Selalu jaga kebersihan coolbox dan pastikan tertutup rapat untuk menghindari terkontaminasi dari zat lain. 

Saran penyajian ASI

Saat akan menyajikan ASI kembali setelah disimpan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • ASI sebaiknya tidak dihangatkan langsung dengan kompor atau microwave, karena dapat merusak protein susu.
  • Untuk menghangatkan ASI beku, pindahkan ke kulkas bagian bawah dan biarkan cair terlebih dahulu sebelum direndam dalam air hangat.
  • ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya tidak diaduk. Hal ini biasa dilakukan untuk meratakan ASI. Namun, saran dari dr. Mely, cukup goyang-goyangkan botol saja untuk menjaga kualitas ASI tetap prima.
  • Setelah dihangatkan, sebaiknya ASI langsung diberikan pada si Kecil. Jika terlalu lama dapat terjadi pertumbuhan bakteri dan menimbulkan infeksi.

Demikianlah tips menyimpan ASI sekaligus menyajikannya untuk si Kecil. Agar Anda dapat selalu memberikan ASI berkualitas baik untuk buah hati Anda, ikutilah kiat-kiat di atas atau klik di sini. Selamat mencoba!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar