Sukses

Ustaz dan Mantan Rocker Harry Moekti Meninggal karena Stroke

Rocker era 1980-an yang kini aktif di dunia dakwah, Harry Moekti, meninggal dunia akibat stroke.

Klikdokter.com, Jakarta Dunia hiburan kembali diselimuti duka. Mantan rocker ternama yang sekarang menjadi dai, Harry Moekti, meninggal dunia pada Minggu (24/06) malam. Dilansir Liputan6, berita tentang wafatnya Harry disampaikan oleh Kadri Mohammad Sutan Bandaro, musisi yang juga pengacara, lewat akun Facebook-nya pada Minggu malam. Sebelum meninggal Harry Moekti diketahui mengidap stroke.

"Innalillahiwainnailaihirojiuun... Harry Moekti teman duet saya di Makara Band. Semoga dilapangkan jalannya ke surga," demikian Kadri menulis.

Mantan vokalis Drive, Takaeda, yang kini solo karier juga membenarkan. “Di grup WA juga sudah ada beritanya,” katanya.

Menurut sejumlah berita, Harry meninggal dunia di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat. Rencananya Harry akan dimakamkan di Bogor pada Senin pagi.

Harry Moekti lahir di Cimahi, 25 Maret 1957. Ia dikenal sebagai rocker era 80-an yang memiliki banyak penggemar. Beberapa lagunya yang populer adalah "Aku Suka Kamu Suka" dan "Satu Kata".

Namun, di akhir tahun 1990-an, Harry meninggalkan gemerlap dunia tarik suara. Ia memilih menekuni dunia agama hingga kemudian menjadi pendakwah.

Penyakit yang diderita Harry

Masih dikutip dari Liputan6, Harry dikabarkan mengalami stroke sebelum meninggal dunia. Moekti Candra, adik Harry, mengatakan, “Tidak ada keluhan apa-apa. Biasalah, capek lalu tiba-tiba terpeleset jatuh.”

Stroke merupakan kondisi medis serius yang mengancam jiwa. Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terputus. Karena itulah stroke harus ditangani secara cepat dan tepat. Makin cepat seseorang mendapatkan perawatan, makin sedikit kerusakan yang mungkin terjadi.

Tanda dan gejala stroke meliputi kesulitan berbicara dan memahami ucapan, kelumpuhan atau mati rasa pada anggota tubuh (seperti wajah, lengan, dan kaki), sakit kepala yang tiba-tiba (yang mungkin disertai dengan muntah, pusing, atau hilang kesadaran), dan sebagainya.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, periode emas penanganan stroke adalah tiga jam sejak stroke mulai menyerang. “Penanganan dalam periode tiga jam ini dapat sangat memengaruhi kualitas kesehatan penderita ke depannya,” jelasnya.

Cara mudah untuk mengenali gejala stroke adalah dengan mengetahui beberapa langkah deteksi awal yang dikenal sebagai FAST.

  • F atau face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ia mengalami kesulitan untuk tersenyum? Atau coba minta ia untuk mengernyitkan kening. Apalah wajahnya terlihat miring atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut bisa jadi mengalami stroke.
  • A atau arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia terlihat kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Jika ya, kemungkinan itu merupakan stroke.
  • S atau speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara. Apakah terdengar pelo atau kurang jelas? Apakah ia kesulitan dalam memahami kata-kata Anda? Jika ya, bisa jadi orang tersebut mengalami stroke.
  • T atau time (waktu). Jika seseorang memiliki gejala-gejala di atas, maka ia mungkin sedang mengalami stroke. Mengingat periode emas yang sangat vital, penting bagi Anda untuk segera mengunjungi dokter agar dapat dilakukan penanganan.

Penanganan stroke bergantung pada tipenya. Biasanya stroke ditangani dengan obat-obatan. Ini termasuk obat-obatan untuk mencegah dan melarutkan gumpalan darah, mengurangi tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol.

Stroke yang dialami oleh Harry Moekti dapat terjadi pada siapa saja. Melakukan pencegahan sejak dini akan sangat berguna untuk meminimalkan terjadinya stroke. Anda dapat menurunkan risiko stroke dengan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, membatasi alkohol, dan tidak merokok.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar