Sukses

Kolesterol Tinggi Juga Sebabkan Fatty Liver

Salah satu dampak kolesterol tinggi adalah munculnya fatty liver. Ini adalah penyakit berbahaya yang dapat berakhir pada kehilangan nyawa.

Klikdokter.com, Jakarta Hati merupakan salah satu organ tubuh terbesar yang memiliki banyak fungsi. Sebut saja mengubah makanan menjadi sumber energi, menetralisir racun amonia, menghasilkan protein dan faktor pembekuan darah, serta melakukan metabolisme terhadap lemak dari darah. Namun pada orang yang memiliki kolesterol tinggi, fungsi tersebut bisa terganggu lantaran mengalami kondisi fatty liver.

Fatty liver ditandai dengan adanya timbunan lemak di dalam sel hati. Penyakit ini umumnya tidak memiliki gejala yang jelas, namun kejadiannya cukup sering. Studi memperkirakan bahwa satu dari empat orang dewasa mengalami fatty liver.

Komplikasi fatty liver

Penyakit fatty liver dapat menyebabkan peradangan hati, yang berujung pada kerusakan sel hati secara permanen. Medis menyebut keadaan ini sebagai penyakit sirosis hati.

Sirosis hati menyebabkan sel hati sama sekali tak dapat menjalankan fungsinya. Kondisi ini menyebabkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Kulit terlihat kuning akibat penumpukan bilirubin di darah
  • Kesadaran menurun akibat penumpukan racun amonia di otak
  • Tubuh mudah berdarah akibat gangguan pembekuan darah
  • Badan bengkak akibat kekurangan protein

Sirosis hati, yang merupakan kelanjutan dari fatty liver, merupakan penyakit yang tak dapat disembuhkan. Tak hanya itu, penderita sirosis hati juga memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami hepatoma. Ini adalah kanker yang timbul akibat pertumbuhan sel hati yang tak terkendali. Lebih dari sebagian penderita hepatoma tak dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun.

Apa yang harus dilakukan?

Untuk memperkecil risiko fatty liver, sirosis hati, hingga kanker hati, salah satu tindakan penting yang wajib Anda lakukan adalah mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh. Ya, Anda harus memastikan bahwa kadar kolesterol yang dimiliki terus berada di rentang yang normal sebagai berikut:

  • Kolesterol total <200 mg/dl
  • Kolesterol LDL (low density lipoprotein) <100 mg/dl
  • Kolesterol HDL (high density lipoprotein) >50 mg/dl
  • Trigliserida <150 mg/dl

Untuk mengetahui normal atau tidaknya kadar kolesterol yang dimiliki, orang dewasa berusia 20 tahun ke atas dianjurkan untuk memeriksakan kadar kolesterol dari darah setiap 4 tahun sekali. Sementara itu, pada anak yang mengalami obesitas atau memiliki riwayat genetik kolesterol tinggi, pemeriksaan kadar kolesterol sebaiknya dilakukan setelah menginjak usia 10 tahun.

Jika diketahui bahwa kadar kolesterol yang Anda miliki lebih dari angka di atas, berikut beberapa tindakan yang bisa diterapkan sebagai jalan keluarnya:

  • Miliki kebiasaan makan yang baik, yaitu mengonsumsi makanan rendah kolesterol–seperti buah, sayur, biji-bijian, ikan, atau daging tanpa lemak dan kulit.
  • Lakukan aktivitas fisik seperti bersepeda, jalan cepat, berenang, jogging setidaknya 30 menit sehari.

Jika setelah mengatur pola makan dan olahraga selama 2-3 bulan kolesterol belum juga mencapai rentang normal, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan obat penurun kolesterol. Obat jenis ini hanya bisa Anda konsumsi di bawah pengawasan dokter.

Segera terapkan gaya hidup sehat, berolahraga secara rutin dan teratur, cukup istirahat, serta hindari rokok maupun alkohol, agar kolesterol tinggi tak terjadi di kemudian hari. Anda tak ingin mengalami fatty liver atau penyakit mematikan lainnya, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar