Sukses

Mau Lebih Sehat? Tiru Diet Lionel Messi

Dulu, Lionel Messi mengalami keluhan kesehatan akibat pola makannya. Kini diet membantunya tetap sehat dan bugar. Seperti apa dietnya?

Klikdokter.com, Jakarta Lionel Messi (30) dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik dunia peraih lima Sepatu Emas Eropa hingga lima kali! Hingga bisa sampai di titik gemilang kariernya, pria kelahiran Rosario, Argentina ini tak hanya giat berlatih dan rutin berolahraga, namun juga menjaga pola makannya dengan diet sehat. Jadi penasaran, seperti apa, sih, diet ala Lionel Messi?

Dilansir dari laman Independent, Giuliano Poser, seorang ahli gizi asal Italia telah “merombak” diet pemain depan klub Spanyol Barcelona ini sejak tahun 2014. Giulano telah membantu Messi menurunkan berat badannya hingga 3 kg.

Tak lagi makan pizza

Apa rahasianya? Surat kabar Spanyol, AS, melaporkan bahwa Messi “dipaksa” berhenti makan pizza. Hal ini diungkapkan Giuliano dalam sebuah wawancara dengan Mundo Derpotivo.

Larangan ini bisa dibilang masuk akal. Pasalnya, konsumsi pizza apalagi yang berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Salah satunya adalah karena kandungan kalorinya yang tinggi.

“Sepotong pizza mengandung sekitar 500 kalori. Memang jumlah kalori ini bergantung dari topping. Namun, ingatlah bahwa mengonsumsi terlalu banyak kalori dapat menyebabkan bertambahnya berat badan hingga obesitas,” dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter menjelaskan.

Menurut dr. Theresia, selain tinggi kalori, sepotong pizza mengandung kurang lebih 26 gram lemak, dan hampir seluruhnya merupakan lemak jenuh. Pizza yang mengandung lemak trans bisa berdampak buruk bagi kesehatan, karena lemak jahat ini akan meningkatkan kolesterol darah serta risiko penyakit jantung.

Waspada juga dengan kandungan garam yang tinggi pada sepotong pizza, yang berkisar antara 500-700 mg sodium. “Pizza yang dibekukan (frozen pizza) bahkan bisa mengandung kadar sodium lebih tinggi dibandingkan dengan pizza yang dipanggang setelah dipesan (freshly baked pizza), yaitu 900 mg.

Batasan konsumsi garam yang direkomendasikan adalah 1.500 mg per hari. Menurut dr. Theresia, konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Tak hanya itu, pizza juga sering kali menggunakan daging olahan. Daging olahan diketahui mengandung bahan pengawet serta kadar garam yang tinggi. Padahal, bahan pengawet dapat memicu terjadinya kanker. Mengonsumsi daging merah dan daging olahan juga dikaitkan dengan kanker usus.

1 dari 3 halaman

Elemen penting diet ala Lionel Messi

Diet yang dijalani Messi meliputi lima elemen dasar, yaitu air, minyak zaitun dengan kualitas baik, biji-bijian, termasuk buah dan sayuran segar.

Giuliano menambahkan bahwa kacang-kacangan dan biji-bijian sangat bagus untuk dikonsumsi. Ia pun mengingatkan Messi untuk menjauhi gula, karena dapat berdampak buruk terhadap otot.

“Tepung rafinasi (tepung yang sudah melalui proses pengolahan) juga merupakan masalah besar. Sulit untuk menemukan gandum atau tepung yang tidak “terkontaminasi”,” tambahnya.

Juga dianjurkan oleh ahli gizi pada umumnya, Giuliano menganjurkan untuk tidak mengonsumsi daging secara berlebihan. Ini karena umumnya masyarakat Argentina dan Uruguay mengonsumsi banyak sekali daging. Padahal, ini sulit dicerna.

Dari KlikDokter, dr. Nitish Basant Adnani, BmedSc, juga sepakat, khususnya mengenai konsumsi daging merah yang terlalu banyak. Faktanya, sudah ada beberapa penelitian yang mengaitkan antara asupan daging merah yang berlebihan dengan risiko penyakit jantung. Ini karena konsumsi daging merah dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan kolesterol dalam tubuh, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Selain itu, dikatakan juga bahwa konsumsi daging merah terlalu banyak dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit ginjal tertentu. Cara memasak daging merah juga perlu menjadi perhatian.

“Memasak daging merah pada suhu yang sangat tinggi, seperti dibakar atau dipanggang ala barbecue dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker,” tambah dr. Nitish.

Meski demikian, daging merah sebenarnya tidaklah jahat karena nyatanya kandungan nutrisinya dibutuhkan manusia, seperti vitamin B, zink, dan zat besi. Dengan mengonsumsi daging merah dalam jumlah yang dianjurkan atau membatasinya, tentunya nutrisi tersebut dapat membawa manfaat baik bagi tubuh.

2 dari 3 halaman

Pernah mengeluhkan muntah-muntah

Giuliano juga menyembuhkan keluhan Messi yang beberapa tahun lalu diketahui sering mengalami muntah-muntah. Ia mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan Messi untuk mengatasi keluhan ini adalah dengan menghentikan konsumsi minuman dan camilan yang tidak sehat.

“Pola makan saya buruk sekali selama bertahun-tahun,” kata Messi kepada America TV seperti dilansir di laman Express. “Saya suka sekali makan cokelat, roti jahe, dan minum lemonade. Sekarang pola makan saya sehat, yaitu ikan, daging, dan salad. Dari waktu ke waktu saya minum segelas wine, tapi ini bukanlah sebuah masalah,” ungkap peraih lima penghargaan Ballon d’Or ini.

Dari situ, Messi yang didapuk sebagai Duta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-Anak (UNICEF) ini mengaku merasakan perubahan: ia tak lagi muntah-muntah. Katanya, sebetulnya muntah-muntah yang dialaminya bisa disebabkan oleh berbagai hal, tapi ketika ia mengubah pola makannya, keluhan tersebut tak lagi ia alami.

Bagaimana, Anda tertarik untuk melakukan diet seperti Lionel Messi? Penting untuk diketahui bahwa diet dilakukan tidak hanya sekadar untuk mendapatkan postur tubuh yang ideal, tapi juga mengatur pola makan demi menjaga kesehatan tubuh. Selain diet sehat dengan pola gizi seimbang, kombinasikan juga dengan olahraga agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan tubuh. Agar diet tepat sasaran, tak ada salahnya Anda berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui diet apa yang sesuai dengan profil tubuh, sekaligus menjaga kesehatan Anda tetap terpantau.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar