Sukses

Nonton Film Incredibles 2 Rentan Picu Epilepsi?

Film Incredibles 2 disebut-sebut dapat memicu epilepsi. Bagaimana fakta medis yang sebenarnya? Simak di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Epilepsi adalah gangguan neurologi atau saraf, yang ditandai dengan kejang berulang tanpa sebab. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan aliran listrik pada otak. Epilepsi dapat dikontrol dengan obat-obatan, namun tidak dapat disembuhkan secara total. Lalu apa pula hubungan antara epilepsi dan film Incredibles 2, yang kini tengah tayang di bioskop-bioskop?

Meski begitu, perlu diketahui bahwa beberapa sindroma epilepsi tidak terjadi seumur hidup. Sejumlah kondisi hanya mengalami gejala kejang pada masa anak-anak, walau dapat menetap hingga dewasa.

Beberapa penyebab epilepsi adalah riwayat cedera atau trauma kepala, luka pada kepala atau otak, infeksi, meningitis, ensefalitis, maupun tumor otak.

“Epilepsi dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, terutama jika frekuensi kejang sering. Gangguan akibat epilepsi dapat berupa perkembangan terlambat, gangguan emosional, gangguan fungsi kognitif (kecerdasan), anak menjadi hiperaktif, dan sebagainya,” ujar dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Film Incredibles 2 dan risiko epilepsi

Akhir-akhir ini, sebuah penelitian menyebut bahwa nonton film Incredibles 2 rentan memicu terjadinya epilepsi. Dilansir dari WebMD.com, film animasi tersebut memiliki pemandangan dengan lampu berkedip. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko epilepsi fotosensitif—berhubungan dengan paparan cahaya berlebihan—terhadap golongan orang tertentu. Hal itu langsung diutarakan oleh pihak Disney demi memberikan peringatan pada setiap penikmat film animasi tersebut.

Pihak penggarap meminta bioskop agar mereka menunjukkan peringatan sebelum film dimulai. Hal ini diharapkan dapat membuat penikmat film lebih waspada dan dapat melakukan antisipasi sejak awal.

Terkait fenomena di atas, The Epilepsy Foundation lantas mengeluarkan pernyataan tentang kekhawatiran yang merebak. Intinya, mereka menghargai upaya yang telah dilakukan beberapa bioskop untuk memasang tanda peringatan bagi orang-orang dengan kondisi epilepsi yang ingin menyaksikan film tersebut.

Mengatasi kambuhnya penyakit epilepsi

Sampai saat ini, epilepsi masih sangat sulit untuk disembuhkan. Meski demikian, kekambuhan dan keparahan gejala yang terjadi dapat dikontrol dengan konsumsi obat-obatan.

Pengidap epilepsi juga dapat melakukan operasi bedah, meski akan selalu menemukan kesulitan tersendiri. Ini karena prosedur pembedahan hanya dipertimbangkan sebagai jalan keluar, jika pengidap tidak mendapatkan manfaat berarti dari konsumsi obat-obatan antikejang.

Selain dua hal di atas, ada pula cara lain yang bisa ditempuh pengidap epilepsi untuk membantu memperbaiki kondisinya saat ini. Berikut beberapa di antaranya:

● Diet ketogenik

Ini adalah metode diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Meski mekanismenya masih belum diketahui, para ahli percaya bahwa diet ketogenik memberikan manfaat berarti apabila diterapkan pada kasus epilepsi berat.

● Stimulasi elektrik

Strimulasi elektrik pada saraf vagus (VNS) merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengontrol kejang pada penderita epilepsi.

Sebelum menggunakan obat-obatan atau terapi epilepsi lainnya, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis saraf. Hal ini karena jenis obat-obatan atau terapi yang dipilih tidak bisa disamaratakan begitu saja. Mengingat, epilepsi menimbulkan tingkat keluhan yang berbeda pada tiap pengidapnya.

“Pengidap epilepsi tetap dapat hidup secara normal. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengikuti rencana terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres,” kata dr. Fiona.

Meski pihak Disney sudah mengeluarkan peringatan, toh para penggemar tokoh-tokoh animasi dalam Incredibles 2 masih saja memenuhi bioskop. Jika Anda atau salah satu anggota keluarga ada yang mengidap epilepsi, lebih baik melakukan antisipasi sebelum menonton film ini.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar