Sukses

Gigi Patah, Berbahayakah Bila Dibiarkan?

Gigi patah bisa diakibatkan oleh benturan keras atau karies gigi. Lantas berbahayakah bila dibiarkan?

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi gigi patah sangat sering terjadi pada anak. Hal ini karena di masa pertumbuhannya, anak-anak banyak beraktivitas. Mereka juga masih dalam tahap belajar mengendalikan gerakannya. Jadi, terkadang gigi depan bagian atas menjadi korban utamanya.

Gigi depan yang terbentur atau patah akibat jatuh bisa mengalami kondisi patah setengah pada bagian mahkota gigi ataupun bagian akarnya. Jika gigi patah pada bagian mahkota lalu melibatkan lapisan email dan dentin, maka masih bisa diatasi dengan melakukan penambalan.

Tapi jika patahnya sampai ke bagian saraf gigi, biasanya akan terjadi perdarahan dan perlu dilakukan perawatan saraf gigi untuk mempertahankan gigi tersebut. Gigi anak yang terkena benturan juga bisa mengalami goyang. Namun jika tidak ada yang patah, gigi yang goyang akan kuat kembali dalam beberapa hari.

Penelitian membuktikan

Suatu penelitian di Brazil menunjukkan bahwa gigi patah berdampak pada kualitas hidup anak-anak. Karena pada kenyataannya anak lebih khawatir saat melihat giginya yang kian rusak, dibanding saat kesulitan dalam mengunyah.

Beberapa keluhan mereka antara lain menjadi malu untuk tersenyum atau tertawa. Mereka jadi tidak mau memperlihatkan gigi mereka, sehingga enggan dalam bersosialisasi dengan temannya. Selain itu, mereka jadi mudah marah dan tidak mampu menguasai emosinya.

Untuk itu, kasus gigi patah pada anak sebaiknya segera ditangani dengan melakukan penambalan dan perawatan yang diperlukan agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Karena ternyata anak-anak juga bisa mengkhawatirkan pendapat orang atas penampilan mereka.

Sedangkan gigi patah pada orang dewasa bisa dikarenakan trauma seperti akibat kecelakaan, jatuh, terbentur, terpukul, kebiasaan mengunyah makanan keras dan karies gigi. Karies gigi yang tidak dirawat akan melemahkan struktur gigi, sehingga dengan gerakan mengunyah yang normal saja dapat membuat gigi patah.

Gigi yang patah dibagi menjadi 2, yakni gigi patah dengan bagian yang lepas dan juga gigi patah tanpa terlepas, sehingga gigi masih menempel dan terlihat utuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada gigi dengan tambalan yang luas dan juga gigi dengan karies yang besar.

1 dari 2 halaman

Tanda-tanda gigi patah

Gejala pada gigi patah hampir sama dengan gejala rasa sakit akibat peradangan pada pulpa gigi (pulpitis) dan peradangan pada jaringan periodontal gigi (periodontitis).

Namun tidak semua gigi patah timbul gejala seperti itu, dan tidak semua gigi patah juga menyebabkan penyakit pulpa (peradangan, pulpa yang mati dan infeksi pulpa) dan penyakit pada jaringan penyangga gigi.

Hal ini tergantung dari letak dan posisi patahannya serta tergantung apakah bakteri bisa menembus lapisan gigi tersebut atau tidak.

Gigi patah yang tidak diberikan pertolongan pertama yang tepat, biasanya dapat berlanjut menjadi kerusakan di pulpa gigi dan jaringan periodontal gigi. Hal ini sering kali terjadi akibat salah dalam mendiagnosa kondisi yang ada.

Bahayanya jika gigi patah dibiarkan

Gigi patah yang tidak mendapatkan perawatan ternyata bisa berbahaya, karena  membuka jalan masuknya kuman ke dalam gigi. Kuman yang masuk ke dalam gigi lalu menghasilkan endotoksin yang dapat masuk ke dalam ruang saraf. Bahkan sangat mungkin kuman masuk ke dalam ruang pulpa gigi.

Gigi yang patah dapat berpotensi menyebabkan penyakit radang pada pulpa gigi (pulpitis) dan juga radang jaringan periodontal (periodontitis) sama seperti halnya karies gigi, adanya kebocoran atau patahnya tambalan gigi.

Oleh karena itu sangat penting untuk mewaspadai tanda-tanda gigi retak atau patah. Pada gigi patah, biasanya terjadi rasa ngilu ketika mengunyah makanan, tepatnya ngilu terasa setelah gigitan dilepas.

Jika gejala tersebut terjadi selama 3 bulan berturut-tururt dan Anda yakin bahwa tidak ada lubang di gigi, periksakan segera keluhan Anda ke dokter gigi. Bisa jadi Anda tengah mengalami gigi patah atau retak.

[NP/ RVS]

1 Komentar