Sukses

6 Perubahan Fisik Saat Orang Kena Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus atau kencing manis cukup sering terjadi pada banyak orang, dan dapat diketahui dari perubahan fisik penderitanya.

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes mellitus adalah suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala pada awalnya. Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit ini dapat menyebabkan perubahan fisik.

Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan. Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf.

Diabetes mellitus tipe 2 biasanya tidak menunjukkan gejala awal. Berikut ini adalah tanda dan gejala diabetes yang bisa Anda ketahui:

  1. Sering haus
  2. Mudah lapar atau sering mengemil
  3. Sering buang air kecil

Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik pada tubuh, yaitu:

a. Acanthosis nigricans

Acanthosis nigricans adalah munculnya guratan hitam yang biasanya di sekitar ketiak, leher, selangkangan, lutut, siku, bibir, tangan dan tumit kaki. Seseorang yang memiliki berat badan berlebih dan menderita diabetes tipe 2 dapat mengalami acanthosis nigricans.

Hal ini terjadi karena hormon insulin yang tinggi merangsang aktivitas sel-sel pada kulit, sehingga dapat menyebabkan banyak perubahan pada kulit. Acanthosis nigricans dapat menandakan bahwa seseorang telah mengalami resistensi insulin.

b. Penurunan berat badan

Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan dan dapat mencapai lima sampai sepuluh kilogram dalam dua sampai tiga bulan. Hormon insulin yang tidak mendapatkan glukosa ke dalam sel menyebabkan tidak dapat menggunakan gula menjadi energi.

Akhirnya, tubuh berpikir bahwa sedang kelaparan dan mulai memecah protein dari otot sebagai sumber bahan bakar alternatif. Ginjal juga bekerja lebih keras untuk menghilangkan kelebihan gula, dan menyebabkan hilangnya kalori yang dapat membahayakan ginjal.

c. Memiliki luka yang lama sembuh

Luka pada penderita diabetes biasanya susah sembuh dan cenderung mudah terinfeksi. Hal ini biasanya terjadi karena pembuluh darah rusak disebabkan oleh jumlah gula yang berlebihan dan menyebar ke pembuluh vena serta arteri.

Kondisi ini menyulitkan darah untuk menjangkau area tubuh yang berbeda. Padahal, untuk proses penyembuhan dibutuhkan darah untuk mengalirkan faktor-faktor peradangan dan pembekuan.

d. Mata keruh atau penglihatan kabur

Penderita diabetes juga lebih berisiko terkena katarak sebagai komplikasi diabetes. Kadar gula berlebihan pada penderita diabetes dapat menyebabkan penumpukan sorbitol (salah satu bentuk dari gula) pada lensa mata, sehingga terjadi katarak dan mengalami penglihatan kabur. Selain itu penderita diabetes juga dapat mengalami keluhan penglihatan akibat kerusakan saraf mata yang sering disebut diabetes retinopati.

e. Badan lemas

Masalah pankreas terjadi pada penderita diabetes melitus. Ketika pankreas hanya memproduksi sedikit atau tidak sama sekali insulin, tubuh tidak dapat menjadikan gula sebagai energi, sehingga hormon mengubah lemak menjadi energi. Akibatnya penderita diabetes menjadi mudah merasa lemas dan sulit untuk berkonsentrasi.

f. Kulit yang kering dan pecah-pecah

Kadar gula yang tinggi dan tidak terkendali menyebabkan tubuh lebih mudah kehilangan cairan dalam laju yang cepat, sehingga kulit juga kehilangan hidrasi. Akibatnya kulit menjadi kering dan pecah-pecah, terutama pada kaki.

Selain memberikan gejala seperti mudah lapar, haus dan sering buang air kecil, diabetes mellitus juga menyebabkan perubahan fisik. Jika Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis dan memiliki luka yang lama sembuh, berhati-hatilah. Jangan-jangan Anda terkena diabetes mellitus!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar