Sukses

Kenali Tanda Anda Kecanduan Video Game

Seberapa sering Anda bermain video game? Hati-hati, jangan sampai Anda kecanduan! Waspadai tanda-tandanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Kecanduan video game kini menjadi salah satu kasus menarik yang sering dibahas. Hal tersebut membuktikan bahwa zaman sekarang, ketergantungan seseorang terhadap sesuatu tak hanya dikaitkan dengan zat adiktif saja, melainkan kegiatan tertentu seperti bermain video game.

Bermain video game, pada dasarnya mengundang daya tarik tersendiri. Terlebih, kini hadir variasi game yang kian beragam. Fitur-fitur menarik yang bertambah seiring majunya teknologi, turut andil membuat orang sulit lepas dari “candu” video game.

Lalu bagaimana intensitas Anda bermain video game? Apakah terlalu sering? Jika iya, maka perhatikan diri Anda. Siapa tahu, Anda telanjur kecanduan video game!

Segala sesuatu yang menyebabkan kecanduan tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Bahkan ketika hendak berhenti, rasa tersebut tak dapat dibendung dan kian menjadi-jadi. Akhirnya, Anda tak jadi berhenti dan kembali melanjutkan bermain video game.

Kenali ciri-ciri kecanduan game

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, seseorang mengalami kecanduan bermain video game apabila ia menghabiskan banyak waktu untuk bermain, dan makin lama, waktu yang digunakan untuk bermain game makin meningkat.

“Akibatnya, aktivitas sehari-hari juga ikut terganggu karena pikiran orang tersebut akan selalu jatuh kepada game. Ia menjadi sulit berkonsentrasi dan fokus untuk melakukan pekerjaan atau studinya,” kata dr. Karin.

Tanda lainnya yang dipaparkan dr. Karin adalah ketika seseorang cenderung untuk selalu menggunakan game sebagai sarana pelampiasan saat marah, sedih, atau lari dari masalah hidup. Bahkan, ia sanggup berbohong kepada orang sekitar karena sudah terlalu kecanduan.

“Selain itu, mereka juga dapat mengalami yang namanya mudah marah, sedih, bahkan depresi ketika aksesnya pada video game diputus,” ujar dr. Karin, melanjutkan penjelasannya.

Tanda kecanduan yang makin parah terjadi ketika seseorang makin menarik diri dari pergaulan hanya untuk bermain video game. Menurut penggambaran dr. Karin, orang yang kecanduan game lebih suka menyendiri untuk bermain game dan bertemu dengan teman-teman virtual ketimbang teman di dunia nyata.

“Pekerjaannya bisa terlantar karena waktunya habis untuk bermain video game. Bahkan ia dapat meninggalkan hobi sebelumnya hanya untuk duduk di depan komputer,” tuturnya.

Secara medis, kecanduan video game dalam taraf lanjut dapat membuat seseorang lupa makan, lupa minum, lupa tidur, lupa ke kamar kecil, dan sebagainya. Tentu, kebiasaan buruk ini dapat meningkatkan risiko malnutrisi, dehidrasi, dan serangan penyakit lainnya.

Mengatasi Kecanduan Video Game

Berdasarkan rilis pernyataan dari WHO, kecanduan video game dapat diobati dengan konsultasi atau psikoterapi. Contoh pemulihan yang bisa dilakukan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang akan menangani candu secara bertahap.

"Langkah pertama adalah mencari bantuan lalu konsultasikan pada ahli medis. Biasanya, nanti akan ada rujukan ke spesialis kecanduan perilaku," kata Petros Levounis, profesor dan ketua departemen psikiatri di Rutgers New Jersey Medical School, dilansir Newsweek.

Apabila Anda mencurigai anak, keluarga, teman atau bahkan diri Anda sendiri memiliki kecanduan video game, segeralah bertindak. Anda dapat mengonsultasikan kepada dokter demi penanganan yang lebih lanjut. Intinya, jangan sampai kecanduan video game ini dibiarkan berlarut-larut hingga mengganggu kualitas hidup.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar