Sukses

Kolesterol Tinggi Picu Kerusakan pada Organ Tubuh Ini

Jangan diamkan kolesterol tinggi, jika Anda tak ingin organ tubuh ini rusak karenanya.

Klikdokter.com, Jakarta Kolesterol tinggi merupakan kondisi yang sering disebut silent killer. Hal ini karena kolesterol tinggi umumnya kerap hadir tanpa disadari, tidak menimbulkan gejala yang berarti, namun menyebabkan kerusakan organ dengan pasti.

Ya, kolesterol tinggi yang didiamkan dapat menyebabkan kerusakan organ di dalam tubuh Anda. Beberapa organ yang dimaksud, meliputi:

1. Jantung

Sudah jadi rahasia umum bahwa kolesterol tinggi berkaitan dengan penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner. Dari seluruh kasus penyakit jantung koroner di dunia, hampir 40% di antaranya disebabkan oleh kolesterol tinggi.

Kolesterol jahat, atau secara medis disebut Low Density Lipoprotein (LDL), dalam kadar yang tinggi akan menyebabkan terbentuknya plak di pembuluh darah. Plak tersebut menyebabkan aliran darah berkurang, sehingga jantung tidak mendapatkan suplai darah yang cukup.

Jika keadaan itu dibiarkan, otot jantung akan kekurangan oksigen dan mati sehingga jantung tak dapat memompa darah sebagaimana mestinya. Peristiwa ini menyebabkan keluhan nyeri dada, sesak napas, bahkan dapat terjadi kematian mendadak.

2. Otak

Serupa dengan kasus pada jantung, kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan plak pada pembuluh darah otak. Kejadian ini menyebabkan aliran darah di otak berkurang, sehingga sel-sel di bagian tersebut tak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Lebih jauh, kolesterol tinggi yang menyebabkan sumbatan total pada pembuluh darah otak akan menyebabkan penyakit stroke. Penyakit ini biasanya ditandai dengan kelemahan tubuh satu sisi, mulut mencong, atau bicara pelo.

3. Kantong empedu

Kantong empedu terletak di bawah organ hati. Kantong empedu merupakan tempat untuk menyimpan cairan empedu, yaitu cairan yang diperlukan untuk menghancurkan lemak di usus. Bila kolesterol dalam tubuh terlalu tinggi, kolesterol akan mengendap di dalam kantong empedu dan terbentuklah batu empedu.

Gejala khas batu empedu adalah nyeri perut kanan atas yang hilang timbul. Umumnya muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak. Jika batu empedu didiamkan, penyakit ini bisa menyebabkan radang kantong empedu (kolesistitis) yang dapat berujung pada infeksi berat.

4. Penyakit arteri perifer (PAP)

Ini merupakan penyakit pada tungkai bawah, yang disebabkan karena sumbatan pembuluh darah arteri di area tersebut. Kondisi ini juga terjadi akibat kolesterol tinggi, yang menyebabkan plak pada pembuluh darah tungkai bawah.

Gejala PAP umumnya berupa nyeri di tungkai bawah bila berjalan jauh, dan nyerinya akan berkurang setelah penderitanya beristirahat. Dalam kondisi yang berat, PAP dapat menyebabkan telapak kaki dingin dan ujung-ujung jari kaki kebiruan.

Mencegah kerusakan organ akibat kolesterol tinggi

Semua penyakit akibat kolesterol tinggi yang memicu kerusakan organ seperti di atas bisa dicegah. Caranya adalah dengan memastikan bahwa kadar kolesterol Anda tetap dalam batas optimal. Terkait hal ini, ada enam hal sederhana yang dapat Anda lakukan, yaitu:

1. Kembalikan berat badan Anda ke rentang ideal.

2. Lakukan olahraga ritmik (misalnya berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat) sebanyak 4 kali dalam seminggu dengan teratur. Sekali olahraga, minimal 30 menit.

3. Perbanyak makan sayur dan buah. Hindari konsumsi daging berlemak atau daging olahan.

4. Sebisa mungkin, hindari makan sesuatu yang digoreng. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan yang dikukus atau direbus.

5. Hindari merokok dan paparan asapnya.

6. Jika Anda berusia 20 tahun atau lebih, lakukan pemeriksaan kolesterol untuk mendeteksi dini kemungkinan kolesterol tinggi.

Jangan biarkan kolesterol tinggi merusak organ penting di dalam tubuh Anda secara diam-diam. Terapkan gaya hidup sehat dan aktif sekarang juga. Jangan lupa untuk periksa kesehatan secara berkala, apalagi jika Anda mengalami gejala yang merujuk pada masalah kesehatan yang berhubungan dengan kolesterol tinggi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar