Sukses

Wajib Waspada, Penyakit Mematikan di Balik Hipertensi

Sudah ada banyak kasus hipertensi yang berujung fatal. Tapi sayang, penyakit ini sering kali dianggap ringan dan sepele.

Klikdokter.com, Jakarta Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, terkesan sangat dipandang sebelah mata. Padahal kenyataannya, hipertensi merupakan salah satu penyakit “silent killer” atau penyakit yang diam-diam mematikan.

Hal ini disebabkan hipertensi dapat terjadi tanpa gejala sama sekali, bahkan jika tekanan darah mencapai level sangat tinggi dan membahayakan. Ada banyak sekali kasus hipertensi dimana penderitanya tidak menyadari mengidap penyakit ini.

Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Berdasarkan buku pedoman terbaru, jika tekanan darah melebihi batas maka dibagi lagi menjadi beberapa tingkat. Prahipertensi (> 121-139/80-89 mmHg), hipertensi tingkat 1 (140-159/90-99 mmHg), hipertensi tingkat 2 (> 160/100 mmHg).

Ada di level manakah Anda sekarang?

Ancaman di balik hipertensi

Tak sedikit orang yang masih “buta” dengan bahaya hipertensi. Jika Anda memiliki hipertensi, organ tubuh lain pun bisa terkena dampaknya seperti jantung, otak dan ginjal. Keluhan ini mungkin tidak langsung terjadi setelah terdiagnosis, dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga akhirnya dapat menjadi sangat membahayakan.

Perlu diingat juga bahwa tekanan darah tinggi yang tidak diketahui dari awal bukan berarti tidak berisiko. Justru hal ini membuat Anda lebih sulit untuk menentukan tingkat keparahan level hipertensi. Oleh karenanya dibutuhkan pemeriksaan berkala dalam mengontrol tekanan darah ini.

Selain itu, saat terjadi tekanan darah yang meninggi, maka makin berat pula kerja jantung. Apabila kondisi ini tidak segera diobati, tentunya jantung yang bekerja keras dapat berujung kelelahan dan akhirnya lemah. Jika dipaksakan terus-menerus, risiko terjadinya penyempitan pembuluh darah atau kegagalan jantung biasanya memberikan gejala seperti rasa lelah berkepanjangan, napas pendek, dan bahkan adanya pembengkakan pada kaki.

Hampir mirip seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan masalah pada otak yang berujung pada stroke. Mengapa bisa demikian? Jika sumbatan terjadi pada pembuluh darah di jantung, maka dapat memicu stroke yang akhirnya melemahkan dinding pembuluh darah ini.

Di samping itu, dapat pula menyumbat pembuluh darah bagian tubuh lainnya seperti mata, ginjal dan kaki. Jika terdapat gangguan pada pembuluh darah di mata, hal ini dapat mengakibatkan kebutaan permanen. Bila menghambat pembuluh darah di ginjal, maka bisa saja menyebabkan gagal ginjal.

Sementara itu, gangguan yang terjadi pada pembuluh darah di kaki dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Biasanya hal ini menimbulkan keluhan seperti baal dan kesemutan.

Pada kenyataannya, stroke dan penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi akibat hipertensi di Indonesia. Setelah mengetahui bahaya di balik hipertensi ini, berupaya lebih untuk menghindari para penyebab hipertensi – seperti merokok, obesitas, kurang olahraga, terlalu banyak konsumsi alkohol, garam, stres – amatlah penting.

Dan bagi Anda yang mengidap hipertensi, penyakit ini masih dapat dikontrol dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin kontrol untuk memantau perkembangannya.

Cara menurunkan hipertensi

The American Heart Association mendukung diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) untuk menurunkan tekanan darah. Metode diet ini berfokus pada sayur, buah, gandum utuh, dan protein rendah lemak. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, dan sodium adalah pantangannya.

Di luar diet DASH, orang dengan hipertensi juga harus berolahraga secara rutin untuk menurunkan hipertensi. Terlebih lagi, kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Untuk orang dengan hipertensi, direkomendasikan olahraga intensitas sedang hingga tinggi, setidaknya selama 40 menit sebanyak tiga sampai empat hari per minggu.

Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan adalah tahu bagaimana caranya mengelola stres. Kadar stres yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap hipertensi.

Hipertensi adalah penyakit kronis yang sering kali tidak menimbulkan gejala. Karena itu, mari luangkan waktu Anda untuk memeriksa tekanan darah secara rutin. Jalankan juga pola hidup sehat secara konsisten, demi menepis penyakit tekanan darah tinggi dari hidup Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar