Sukses

Daftar Komplikasi Hipertensi yang Mesti Diwaspadai

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan komplikasi, khususnya jika tak diobati. Ini deretan komplikasi akibat hipertensi yang mesti diwaspadai.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit mematikan yang sering dipandang sebelah mata. Padahal, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi, khususnya jika tidak diobati dengan tepat.

Faktanya, hipertensi terjadi tanpa gejala sama sekali, bahkan ketika tekanan darah mencapai level yang sangat tinggi. Ada banyak sekali kasus hipertensi, di mana penderitanya tidak menyadari bahwa mereka mengalami penyakit ini.

Tekanan darah normal adalah 120 per 80 mmHg. Berdasarkan buku pedoman terbaru, jika tekanan darah melebihi batas, maka dibagi lagi menjadi beberapa tingkat.

Prahipertensi (lebih dari 121-139 per 80-89 mmHg), hipertensi tingkat 1 (140-159 per 90-99 mmHg), hipertensi tingkat 2 (lebih dari 160 per 100 mmHg).

Artikel Lainnya: 8 Penyakit yang Disebabkan oleh Hipertensi

1 dari 3 halaman

Komplikasi Hipertensi yang Mesti Diwaspadai

Tak sedikit orang yang masih “buta” dengan komplikasi hipertensi. Jika Anda mengalami penyakit ini, organ tubuh lain pun bisa terkena dampak buruknya. Risiko ini bisa melonjak tinggi apabila hipertensi terjadi tanpa diobati.

Berikut adalah beberapa komplikasi hipertensi yang mesti Anda waspadai:

1. Gangguan Jantung

Saat terjadi tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus, dinding pembuluh darah akan rusak perlahan-lahan. Kerusakan ini dapat mempermudah kolesterol untuk melekat pada dinding pembuluh darah.

Semakin banyak penumpukan kolesterol, diameter pembuluh darah semakin kecil. Hal ini akan membuatnya lebih mudah tersumbat.

Penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung dan berisiko mengancam nyawa.

Selain itu, pembuluh darah yang menyempit juga akan memperberat kerja jantung. Apabila kondisi ini tidak segera diobati, jantung yang terus bekerja keras dapat berujung kelelahan dan akhirnya lemah.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, risiko gagal jantung bisa meningkat. Gagal jantung ditandai dengan gejala rasa lelah berkepanjangan, napas pendek, dan adanya pembengkakan pada kaki.

2. Stroke

Kerusakan pembuluh darah pada jantung juga dapat terjadi pada bagian otak. Keadaan ini dapat menyebabkan penyumbatan, yang disebut dengan stroke.

Tingkat kelangsungan hidup dan keparahan gejala stroke yang ditimbulkan tergantung dari seberapa cepat penderita mendapatkan pertolongan.

Tekanan darah tinggi juga diketahui berhubungan dengan demensia dan penurunan tingkat kognitif.

3. Emboli Paru

Selain pada otak dan jantung, pembuluh darah pada paru-paru juga dapat rusak dan tersumbat akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkendali.

Apabila arteri yang membawa darah ke paru-paru tersumbat maka, akan terjadi emboli paru. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan pertolongan medis segera.

4. Gangguan Ginjal

Tekanan darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Lama-kelamaan, kondisi ini membuat ginjal tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik dan dapat berujung menjadi gagal ginjal.

Orang dengan gagal ginjal tidak dapat memiliki kemampuan membuang limbah dari tubuh, sehingga membutuhkan tindakan cuci darah bahkan sampai transplantasi ginjal.

5. Kerusakan pada Mata

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan lapisan jaringan retina menebal. Padahal, lapisan ini berfungsi mengubah cahaya menjadi sinyal saraf yang kemudian diartikan oleh otak.

Akibat hipertensi, pembuluh darah ke arah retina juga akan menyempit. Kondisi ini dapat mengakibatkan pembengkakan retina dan penekanan saraf optik, sehingga akhirnya terjadi gangguan penglihatan bahkan kebutaan.

Artikel Lainnya: Komplikasi Hipertensi Terhadap Penyakit Lain

2 dari 3 halaman

Cara Menurunkan Risiko Komplikasi Hipertensi

Berdasarkan anjuran The American Heart Association menyarankan, metode diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah pilihan tepat untuk menurunkan tekanan darah.

Metode diet ini berfokus pada sayur, buah, gandum utuh, dan protein rendah lemak. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, dan sodium adalah pantangannya.

Di luar diet DASH, orang dengan hipertensi juga harus berolahraga secara rutin untuk menurunkan berat badan dan mencegah risiko komplikasi.

Untuk orang dengan hipertensi, Anda direkomendasikan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat selama 40 menit; sebanyak tiga sampai empat kali per minggu.

Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan untuk mencegah penyakit akibat hipertensi adalah mengelola stres dengan baik. Pasalnya, kadar stres yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap hipertensi.

Hipertensi adalah penyakit kronis yang sering kali tidak menimbulkan gejala. Karena itu, mari luangkan waktu Anda untuk memeriksa tekanan darah secara rutin.

Jalankan juga pola hidup sehat secara konsisten, demi menepis penyakit tekanan darah tinggi dan komplikasinya dari hidup Anda.

Jika butuh tuntunan lebih lanjut untuk mencegah komplikasi hipertensi, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar