Sukses

Sakit Kepala Thunderclap, Apa Itu?

Sakit kepala thunderclap tergolong jarang. Rasanya sangat nyeri, bagai tersambar petir. Jika mengalaminya, artinya ada kondisi yang serius.

Klikdokter.com, Jakarta Katanya, seseorang yang pernah mengalami sakit kepala thunderclap tidak akan pernah lupa sensasinya. Sakit kepala thunderclap tergolong jarang, tapi kalau sampai terjadi artinya ada sesuatu yang serius. Apa yang membedakannya dengan sakit kepala pada umumnya?

Tidak seperti migrain yang muncul perlahan, sakit kepala thunderclap datang tiba-tiba dan sangat nyeri. Seperti namanya, rasa nyeri yang timbul layaknya tersambar petir. Nyeri yang dirasakan akan mencapai puncaknya hanya dalam waktu singkat, yakni sekitar 60 detik.

Nyeri yang timbul bisa berlangsung dalam hitungan menit hingga beberapa hari. Lokasinya bisa dirasakan di mana saja. Bisa di sekitar kepala atau leher dan kadang-kadang menjalar hingga ke punggung atas.

Jenis sakit kepala ini bisa menyerang satu kali saja atau berulang kembali beberapa hari kemudian. Tergantung penyebabnya, keluhan nyeri dapat disertai dengan mual atau muntah, kesadaran menurun, demam, hingga kejang.

Penyebab sakit kepala thunderclap

Penyebab tersering sakit kepala thunderclap yakni perdarahan subarakhnoid atau perdarahan otak, yang bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Perdarahan ini paling banyak disebabkan oleh robekan atau pecahnya pembuluh darah otak.

Selain perdarahan subarakhnoid, sakit kepala thunderclap juga bisa disebabkan oleh stroke, baik akibat perdarahan atau sumbatan pembuluh darah, kebocoran cairan otak, perubahan tekanan darah yang tiba-tiba, cedera kepala, dan infeksi otak.

Pada sebagian kasus, tidak ditemukan kelainan fisik yang mengakibatkan sakit kepala thunderclap. Kondisi ini dianggap sebagai salah satu variasi migrain yang berat dan tidak mengancam nyawa.

Sakit kepala thunderclap yang seperti ini biasanya dipicu oleh hal-hal yang spesifik, di antaranya adalah olahraga atau aktivitas fisik yang berat, konsumsi obat-obatan tertentu, aktivitas seksual, stres emosional, dan mengejan saat buang air besar. Bahkan, aktivitas seperti mandi juga bisa memicu sakit kepala, yang terjadi akibat perubahan suhu yang terlalu drastis. Misalnya air yang digunakan untuk mandi terlalu hangat atau panas, sementara udara di luar sangat dingin.

Pengobatan sakit kepala thunderclap

Langkah pertama dan paling utama untuk mengatasi sakit kepala thunderclap adalah mencari penyebabnya. Semua individu yang mengalami sakit kepala thunderclap, sekalipun sering memiliki riwayat sakit kepala berulang seperti migrain, harus segera dievaluasi. Evaluasi dimulai dengan melakukan CT scan atau MRI otak. Bila perlu, dilakukan pula pungsi lumbal untuk memeriksa cairan otak.

Pengobatan sakit kepala thunderclap tentu disesuaikan dengan penyebabnya. Jenis pengobatan bisa berupa pembedahan untuk memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat, robek, atau pecah, obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah, serta obat antinyeri untuk mengurangi kekambuhan sakit kepala yang jelas pemicunya.

Kapan harus memeriksakan diri?

Banyak penyebab sakit kepala thunderclap bersifat mengancam nyawa jika tidak segera dievaluasi dan diobati. Oleh sebab itu, bila Anda tiba-tiba mengalami sakit kepala yang sangat berat, apalagi terjadi secara rutin, segeralah periksakan diri ke dokter spesialis saraf.

Memang sebagian kasus sakit kepala thunderclap tidak membahayakan, seperti pada kasus migrain yang berat. Namun, diagnosis ini baru bisa ditegakkan setelah semuanya dievaluasi oleh dokter.

Pada dasarnya, bila Anda segera mencari pengobatan saat mengalami sakit kepala thunderclap, penyebabnya bisa diatasi dengan efektif. Jangan pernah menunda pengobatan karena dapat berakibat fatal.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar