Sukses

5 Penyakit Ini Biasanya Muncul Setelah Lebaran

Biasanya, setelah Lebaran banyak orang mengalami satu atau beberapa dari lima jenis penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Hari raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen tahunan yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dari mulai dilakukannya tradisi mudik, hingga perayaan Lebaran dengan bersilaturahmi, bermaafan, serta berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Momen yang dirayakan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan ini biasanya ditemani berbagai sajian khas Lebaran. Dari mulai mudik hingga perayaan Lebaran, tahukah Anda ada lima penyakit yang diam-diam mengintai?

1. Infeksi saluran pernapasan atas

Batuk dan pilek adalah keluhan yang sering dialami usai Lebaran. Umumnya, batuk dan pilek adalah gejala dari penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain batuk dan pilek, gejala ISPA meliputi demam ringan, bersin-bersin, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan nyeri.

Biasanya, ISPA disebabkan oleh infeksi virus, yang terutama menyerang apabila daya tahan tubuh seseorang sedang melemah, kelelahan, ataupun kurang tidur. Hal-hal tersebut bisa terjadi ketika Anda menjalankan serangkaian kegiatan saat lebaran, seperti mudik dan berkunjung ke tempat kerabat untuk bersilaturahmi.

Belum lagi bila Anda mudik menggunakan kendaraan darat (seperti dengan sepeda motor, mobil, angkutan umum), Anda jadi rentan terpapar udara kotor yang meningkatkan risiko ISPA. Penggunaan masker dapat meminimalkan hal tersebut. Virus yang menyebabkan ISPA dapat cepat menular antarmanusia, apalagi bila dalam keramaian. Berkontak dengan orang seperti berjabat tangan atau menyentuh benda yang terkontaminasi virus juga dapat menjadi media penularan ISPA. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan penyakit ini.

2. Diare

Diare adalah buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi feses yang lunak atau cair. Adapun gejala lain dari diare adalah demam, mual, muntah, nyeri perut, mulas, dan perut kembung.

Diare dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari konsumsi makanan yang kurang bersih atau makanan yang mengandung kuman. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengiritasi lambung, seperti makanan pedas, asam, berminyak, dan juga minum minuman bersoda. Kemudian, reaksi alergi terhadap makanan tertentu juga dapat menyebabkan diare.

Konsumsi berbagai jenis makanan di atas selama Lebaran yang tidak memperhatikan faktor-faktor yang disebutkan di atas dapat berpotensi menimbulkan diare. Jika diare sudah terjadi, pastikan Anda mengganti cairan dan elektrolit yang keluar dengan segera. Anda bisa minum cairan oralit atau sekadar air putih. Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu diare, serta minum obat diare yang dijual bebas bila perlu. Apabila diare tak kunjung mereda, segera periksakan diri ke dokter.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Mag

Mag merupakan gangguan pada lambung yang ditandai dengan gejala nyeri ulu hati, sensasi sesak napas, mual, muntah, hingga perut kembung. Mag umumnya terjadi akibat proses infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter pylori atau produksi asam lambung berlebihan.

Mag bisa dipengaruhi beberapa faktor, termasuk faktor makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Makanan pedas, asam, dan mengandung gas dapat mencetuskan mag. Konsumsi jenis makanan di atas saat Lebaran tentu saja dapat meningkatkan risiko kambuhnya mag. Belum lagi bila Anda sibuk beraktivitas selama Lebaran hingga waktu makan jadi tidak teratur, juga dapat mencetuskan mag. Siapkan obat mag bila Anda diketahui memiliki mag. Hindari faktor penyebab kambuhnya mag sebaik mungkin.

4. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah karena konsumsi garam secara berlebih.

Selama Lebaran, umumnya makanan yang disajikan tinggi garam sehingga dapat memicu tekanan darah naik. Oleh karena, bijaklah dalam memilih makanan dan perhatikan kadar garam dari makanan yang Anda konsumsi supaya tekanan darah dapat terkontrol.

5. Hiperkolesterolemia dan hiperglikemia

Hiperkolesterolemia adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar kolesterol darah di atas normal, sedangkan hiperglikemia adalah kondisi ditandai dengan tingginya kadar gula darah di atas normal.

Hidangan yang kerap disajikan saat Lebaran adalah makanan yang bersantan, manis, berminyak, aneka makanan yang digoreng. Jika Anda tidak mengendalikan konsumi makanan-makanan tersebut, maka nantinya akan menimbulkan hiperkolesterolemia dan hiperglikemia.

Dua kondisi tersebut harus mendapat perhatian ekstra khususnya bagi Anda yang sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi, kadar gula tinggi, ataupun diabetes. Anda disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterol dan gula darah setelah Lebaran.

Itulah serangkaian penyakit yang berpotensi timbul setelah Lebaran usai. Selain kesadaran dalam menjaga kesehatan rohani, momen Lebaran juga tetap harus diimbangi dengan kesadaran dalam menjaga kesehatan jasmani. Ayo cegah timbulnya penyakit-penyakit tersebut agar tubuh senantiasa sehat setelah Lebaran!

[RN/ RVS]

2 Komentar