Sukses

Tips agar Badan Tak Melar Usai Lebaran

Selama Hari Raya Idul Fitri, berbagai hidangan lezat dan kue-kue disajikan. Ikuti tips ini agar badan Anda tak melar usai libur Lebaran!

Klikdokter.com, Jakarta Hari Raya Idul Fitri telah tiba, menandakan akhir ibadah berpuasa sekaligus saatnya merayakan hari kembali suci bagi Anda yang merayakan. Selain identik dengan silaturahmi, hari Lebaran juga identik dengan berbagai makanan khas yang melimpah ruah. Tak heran, banyak orang mengalami tubuh melar usai lebaran, alias berat badan naik drastis hanya dalam hitungan hari.

Mengapa melar usai lebaran

Usai sebulan menjalani puasa, banyak orang kerap lepas kendali dan makan tanpa banyak pertimbangan saat Lebaran. Padahal, kebutuhan kalori harian Anda tidak berubah, masih sekitar 2000 hingga 2400 setiap harinya.

Bayangkan saja, perkiraan kalori yang terkandung dalam satu mangkuk opor ayam berkuah santan adalah 700-800 kalori. Belum lagi dengan ketupat yang 1 ikatnya mengandung sekitar 175 kalori. Jika ditambah lauk rendang sapi yang mengandung 250 kalori per 100 gramnya, juga 1 potong ayam goreng dengan 140 kalori, Anda sudah mengonsumsi 1270 kalori dalam satu kali makan saja.

Padahal, mayoritas masyarakat Indonesia merayakan hari raya hingga hari ke-2. Bayangkan berapa kalori yang masuk selama bersilaturahmi dalam 2 hari Lebaran tersebut.

Inilah mengapa, banyak orang mengeluhkan tubuh yang melar usai lebaran. Tak hanya melar, bagi Anda yang memiliki masalah kolesterol atau gula darah, konsumsi makanan berlebihan saat lebaran juga akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Bebas melar usai Lebaran

Agar berat badan tetap terkontrol, terdapat beberapa tips yang dapat Anda ikuti terkait pola makan selama Lebaran dan tentunya aktivitas setelahnya. Yang utama adalah memiliki strategi agar tidak makan berlebihan selama bersilaturahmi.

Sering kali, Anda makan di setiap tempat yang dikunjungi karena rasa sungkan, selain juga ingin mencicipi berbagai hidangan yang berbeda. Agar tetap bisa makan enak dan menghormati sang tuan rumah, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengambil hidangan dalam porsi yang sedikit-sedikit.

Misalnya, cukup ambil 1-2 potong kue kering dan seperempat porsi makan utama agar Anda bisa menikmati setiap sajian yang ditawarkan saat bersilaturahmi.

Anda juga perlu menilai kandungan nutrisi dan kalori tiap-tiap sajian yang akan Anda makan. Yang terpenting, kurangi gula dan tentunya lemak. Kue-kue kering khas lebaran seperti putri salju dan nastar memang sepertinya sedikit, namun jika dikonsumsi setengah toples akan membuat berat badan melonjak dan berbahaya bagi penderita kolesterol dan diabetes.

Begitu juga dengan berbagai minuman yang mengandung gula tambahan seperti es sirup dan es buah.

Makanan khas seperti ketupat, opor, dan sambal goreng juga perlu diperhatikan. Jika tersaji sayuran, sebisa mungkin perbanyak sayuran atau buah-buahan (di luar sajian buah yang mengandung pemanis buatan seperti es campur dan lain-lain). Jangan terlena dan memenuhi piring Anda dengan berbagai sajian berlemak di hari raya jika tak ingin tubuh Anda melar.

Kembali berolahraga

Cara lainnya untuk mencegah tubuh melar usai lebaran adalah dengan kembali berolahraga rutin setelah bulan Ramadan berakhir. Selama bulan puasa, banyak yang menyesuaikan aktivitas olahraganya dengan ibadah berpuasa, sehingga sering kali olahraga menjadi terbengkalai.

Untuk mengimbangi makan banyak di hari Lebaran, segera kembalikan kebiasaan berolahraga agar tubuh kembali bugar dan pembakaran kalori menjadi lebih optimal. Berolahragalah setidaknya 3 kali seminggu selama 30 menit agar hasil yang Anda peroleh pun maksimal.

Berbagai tips mencegah badan melar usai Lebaran di atas tentunya memerlukan tekad dan kedisiplinan diri yang kuat. Pertimbangkan selalu konsekuensi dari apa yang Anda makan agar dapat menahan diri saat melihat berbagai hidangan nikmat di depan mata, sehingga niat menghindari berat badan naik usai liburan menjadi tak tergoyahkan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar