Sukses

Usir Hipertensi dengan Rutin Donor Darah

Aktivitas donor darah secara rutin memiliki berbagai manfaat bagi donor. Salah satunya menurunkan risiko terkena hipertensi.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu hal yang mungkin tampak kecil tetapi dapat berdampak besar, bahkan menyelamatkan nyawa orang lain, adalah donor darah. Namun tak hanya bagi penerima darah, aktivitas donor darah juga mendatangkan manfaat bagi donor. Salah satunya yang sering disebutkan adalah mencegah hipertensi. Bagaimana penjelasan medisnya?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari mengenal hipertensi lebih dekat. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal, yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Keadaan tersebut merugikan tubuh karena jantung harus bekerja lebih keras untuk dapat memompa darah.

Hipertensi biasanya terjadi bersamaan dengan penyakit lain, yaitu kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan kelebihan berat badan. Jika terjadi secara bersamaan, kondisi ini disebut sindrom metabolik. Sindrom metabolik kini menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus, dan gangguan ginjal.

Hingga saat ini, masih belum jelas apa yang menyebabkan seseorang dapat mengalami sindrom metabolik. Salah satu teori yang diyakini adalah karena adanya stres oksidatif akibat penumpukan cadangan zat besi dalam darah (serum ferritin). Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa para penderita hipertensi, penyakit gula, dan kolesterol tinggi memiliki kadar ferritin yang tinggi dalam darahnya.

Lantas apa hubungannya dengan aktvitas donor darah? Saat melakukan donor darah, sejumlah ferritin dari tubuh akan keluar bersama dengan darah yang didonorkan, sehingga kadar ferritin dalam tubuh pendonor pun akan berkurang. Kadar ferritin yang sedikit ini akan mengurangi stres oksidatif dan dengan demikian mengurangi berbagai gejala sindrom metabolik.

Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal BMC Medicine. Dalam penelitian tersebut, sekelompok pasien dengan sindrom metabolik yang menjalani donor darah mengalami penurunan tekanan darah setidaknya enam minggu setelah donor. Tak hanya itu, kadar gula darah pun berkurang signifikan.

Meski demikian, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa sejauh ini donor darah tidak dapat menggantikan pengobatan hipertensi dari dokter. Penderita hipertensi yang sedang dalam pengobatan tetap disarankan untuk mengonsumsi obat dengan rutin demi mencapai tekanan darah yang normal.

Manfaat donor darah lainnya

Selain dapat membantu menurunkan tekanan darah, donor darah masih menyimpan beragam manfaat lainnya, yaitu:

  • Memicu pembentukan sel darah merah. Setelah donor darah, tubuh akan kehilangan sejumlah sel darah merah. Hal tersebut akan menstimulasi sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah kembali. Keuntungannya bagi Anda adalah tubuh mendapat pasokan sel darah merah yang baru.
  • Menurunkan berat badan. Meskipun tidak secara dramatis, donor darah dapat membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, saat mendonorkan darah, ada sejumlah kalori yang ikut terbakar.
  • Mendeteksi penyakit. Sebelum melakukan donor darah biasanya petugas akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, dan pemeriksaan laboratorium sederhana. Hal ini akan membantu mendeteksi secara dini berbagai penyakit, termasuk anemia, polisitemia, hepatitis, malaria, dan infeksi HIV.
  • Menjadi lebih bahagia. Donor darah adalah tindakan yang mulia. Melakukan suatu hal yang baik akan membuat Anda merasa bahagia dan dapat mengapresiasi diri sendiri.

Jadikan donor darah sebagai bagian dari rutinitas Anda. Lakukan dengan jarak minimal tiga bulan dan bukan tidak mungkin Anda akan terhindar dari berbagai penyakit seperti hipertensi. Di samping itu, Anda pun dapat menjadi pahlawan bagi mereka yang memerlukan sumbangan darah Anda.

[RS/ RVS]

1 Komentar