Sukses

Pijat Dapat Meringankan Pegal

Banyak orang suka dipijat karena terapi ini dianggap dapat meringankan pegal. Lantas apa lagi manfaat dari pijat?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang menyukai pijat karena terapi ini dapat meringankan pegal. Pijat juga dapat meningkatkan dan melancarkan peredaran darah. Benarkah?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda sebaiknya memahami pijat terlebih dahulu. Pijat merupakan tindakan menekan, menggosok, dan memanipulasi kulit, otot, tendon, dan ligamen.

Tidak hanya di beberapa negara, terapi pijat sudah lama populer di seluruh dunia. Ada beragam terapi pijat, mulai dari pijat tradisional hingga pijat dengan alat modern. Teknik pijat pun bervariasi, mulai dari penekanan lembut hingga kuat.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine pada tahun 2011, pijat dapat menjadi terapi yang efektif untuk menangani nyeri punggung.

Studi lain juga membuktikan efektivitas terapi pijat untuk mengatasi nyeri punggung bawah. Berdasarkan studi tersebut, pijatan lebih efektif dibandingkan akupuntur. Dari penelitian tersebut juga diungkapkan bahwa orang yang sudah dipijat menurunkan konsumsi obat anti nyeri hingga 36 persen.

Studi lain juga meneliti tentang manfaat pijat. Studi yang dipublikasikan di Journal of Alternative and Complementary Medicine melibatkan 263 responden. Mereka dipijat selama 45-60 menit. Hasilnya, tekanan darah para responden rata-rata turun 10 mmHg. Denyut nadi mereka juga turun sebesar 10 kali per menit.

Jadi, selain dapat meringankan rasa nyeri dan pegal, pijat juga dapat memberikan efek relaksasi dan menenangkan. Selain itu, terapi pijat efektif efektif dalam mengurangi nyeri kepala, gangguan cemas, dan susah tidur.

Namun satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu Anda mungkin saja dipijat dengan tekanan yang bervariasi mulai dari lembut hingga kuat. Terkadang, bila terlalu kuat, Anda berisiko merasakan nyeri.

Jika nyeri akibat pijatan terasa semakin hebat dan menimbulkan rasa tidak nyaman, sebaiknya segera beritahu terapis untuk menghentikan pijatan.

Ingat, terapi pijat tidak boleh dilakukan sembarangan. Anda perlu menghindari pijat bila sedang mengonsumsi obat pengencer darah, mengalami gangguan pembekuan darah, dan luka di kulit.

Kondisi fraktur atau patah tulang, osteoporosis berat, dan penyumbatan pembuluh darah di kaki (deep vein thrombosis) juga tidak disarankan untuk pijat.

Pijat memang memberikan banyak manfaat, salah satunya yaitu meringankan pegal di tubuh. Namun jika memiliki kondisi-kondisi tersebut, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar