Sukses

Waspada, Ini Daftar Profesi yang Rentan Depresi!

Tekanan pekerjaan dapat meningkatkan risiko stres dan depresi. Waspada, inilah profesi yang rentan depresi. Kenali gejalanya sebelum terlambat!

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, terdapat lebih dari 260 juta orang yang mengalami depresi di seluruh dunia. Jumlah ini terus meningkat, bahkan hingga lebih dari 18 persen setiap tahunnya.

Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan tingkat rasio depresi dan kecemasan mencapai 14 juta orang. Satu dari tujuh orang mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja.

Masalah kesehatan jiwa di tempat kerja dapat dipicu oleh banyak hal. Mulai dari beban pekerjaan yang melebihi kemampuan, hubungan karyawan dan atasan, lokasi kerja dari tempat tinggal, hingga adanya kasus kekerasan atau pelecehan di tempat kerja.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Tanda Stres karena Pekerjaan, Apa Saja?

Adapun beberapa profesi yang rentan depresi, yaitu: 

1 dari 5 halaman

1. Perawat atau Pengasuh

Merawat anak atau orang sakit adalah profesi yang rentan depresi. Survei tahun 2007 yang dilakukan oleh National Survey on Drug Use and Health (NSDUH) menyatakan, sebanyak 10,8 persen perawat atau pengasuh berusia 18–64 mengalami depresi.

Penyebabnya adalah persoalan tuntutan perawatan yang menguras emosi.

2. Pekerja Kuliner

Orang yang bekerja di dunia kuliner, mulai dari koki hingga pelayan restoran, berisiko mengalami depresi. Hal ini terkait dengan masalah kepuasan pelanggan.

Faktanya, sekitar sepuluh persen kasus depresi di Amerika Serikat terjadi terhadap orang yang bekerja di bidang ini.

3. Pekerja Kreatif

Sebagian besar penyebab depresi pada seniman atau pekerja kreatif lainnya adalah penghasilan dengan nominal yang tak tentu dari banyaknya waktu kerja yang dihabiskan. Sementara itu, tuntutan gaya hidup juga tinggi.

Profesi ini mengambil porsi 9,1 persen dari kasus depresi yang pernah terjadi, dan rata-rata penderitanya juga memiliki penyakit bipolar.

2 dari 5 halaman

4. Bagian Keuangan

Bertanggung jawab atas kekayaan orang lain bisa menjadi sangat berat bagi kesehatan emosi seseorang. Tak heran, akuntan tergolong sebagai profesi yang rentan depresi.

Faktanya, kesehatan emosional para akuntan ditekan oleh jam kerja yang panjang, tuntutan yang keras, serta kekhawatiran membuat kesalahan.

5. Sales

Kesulitan ekonomi saat ini memberikan tantangan yang cukup besar bagi para sales. Tidak heran, sebanyak 6,7 persen orang yang bekerja di bidang penjualan mengalami depresi dan gangguan emosional.

Artikel Lainnya: 9 Cara Mengatasi Stres di Kantor, Bagaimana Caranya?

6. Tenaga Medis 

Dokter dan perawat cenderung bekerja dengan durasi panjang, ditambah sering shift malam. Hal ini dapat membahayakan kondisi emosional. 

Laporan NSDUH menemukan bahwa tenaga medis dan perawat kesehatan memiliki tingkat depresi yang cukup tinggi. Bahkan, angka bunuh diri di kalangan dokter lebih tinggi daripada populasi umum. 

3 dari 5 halaman

7. Guru

Guru adalah pekerjaan yang cukup berat. Menurut studi NSDUH, pengajar rentan mengalami gejala depresi. 

Guru cenderung mendapatkan gaji yang pas-pasan, namun harus menghadapi berbagai watak orang tua dan anak murid yang sedang nakal-nakalnya.

8. Teknisi  

Teknisi listrik dan pipa air adalah orang-orang yang umumnya bekerja tanpa kenal kondisi cuaca dan waktu. Sayangnya, pekerjaan ini seringkali hanya dihargai dengan upah yang relatif kecil. Tak heran, teknisi juga termasuk sebagai profesi yang rentan depresi.

Menurut laporan NSDUH, risiko depresi pada teknisi 7,3 persen lebih tinggi daripada pekerjaan lain. 

9. Pekerja Kantoran 

Hampir setiap hari bekerja di kantor dari pagi hingga sore bisa menjadi sesuatu yang melelahkan sekaligus membosankan. Pekerja kantoran menjadi profesi yang rentan depresi, apalagi bila sering berhadapan dengan politik kantor dan tuntutan yang tinggi. 

Menurut laporan NSDUH, risiko depresi pada pekerja kantoran adalah sekitar 8,1 persen. 

4 dari 5 halaman

10. Tentara atau Bidang Pelayanan Militer

Orang yang bekerja di bidang militer juga rentan depresi. Fakta menyebut, anggota militer seperti tentara memiliki risiko depresi sekitar 14 persen setelah ditugaskan. 

Angka tersebut bisa lebih tinggi, karena mereka kesulitan mencari dukungan moral. Pasalnya, tentara bisa saja ditugaskan di daerah konflik, jauh dari keluarga, sering mengalami gangguan tidur, trauma dan lain-lain. 

Artikel Lainnya: WHO Tetapkan Stres di Tempat Kerja sebagai Penyakit

Itu dia beberapa profesi yang rentan depresi. Kondisi ini mesti dideteksi dan diobati sejak dini, agar tidak menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Sebagai langkah awal penanganan, orang yang rentan depresi karena pekerjaan bisa berlatih yoga. 

Sebuah penelitian di Jerman yang dilakukan terhadap 24 wanita dengan stres dan depresi mengatakan, mengikuti kelas yoga selama 90 menit selama tiga bulan berturut-turut  dapat menurunkan angka depresi hingga 50 persen.

Tidak hanya itu, yoga yang dilakukan secara rutin dan teratur juga dapat menurunkan angka stres dan kecemasan hingga 30 persen. Perasaan bahagia pun akan meningkat hingga 65 persen.

Angka stres dan kecemasan menurun hingga 30 persen dan kebahagiaan meningkat sebesar 65 persen.

Apakah Anda termasuk orang dengan profesi yang rentan depresi? Jika ya, Anda sebaiknya segera menerapkan gaya hidup aktif dan sehat agar risiko gangguan kesehatan mental tersebut dapat diminimalkan.

Apabila butuh bantuan mengatasi gejala depresi akibat pekerjaan, silakan konsultasi lebih lanjut kepada dokter atau psikolog melalui LiveChat 24 jam. Unduh juga aplikasi KlikDokter agar tidak ketinggalan fakta medis lainnya.

(NB/JKT)

1 Komentar