Sukses

Awas, Depresi Picu Gangguan Kulit!

Benarkah depresi dapat memicu gangguan kulit? Yuk, intip faktanya di bawah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Judul tulisan ini bisa jadi membuat Anda bingung. Apa hubungannya depresi dengan kulit? Tenang, Anda bisa membaca penjelasannya lebih lanjut berikut ini.

Kulit merupakan organ terbesar dari tubuh manusia yang berfungsi melindungi tubuh dari paparan sinar matahari serta zat berbahaya lainnya. Tak hanya itu, kulit adalah cermin kondisi tubuh kita.

Ada pepatah yang mengatakan, jika bahagia maka seseorang akan terlihat awet muda. Pepatah itu bukanlah omong kosong. Kulit yang sehat akan terpancar dari tubuh yang sehat juga. Depresi atau stres bisa menimbulkan gangguan kulit.

Jenis gangguan kulit akibat depresi

Lalu apa saja gangguan kulit yang dapat timbul karena depresi? Berikut beberapa di antaranya:

1. Jerawat dan kulit berminyak

Depresi atau stres dapat memicu produksi hormon kortisol yang kemudian akan memicu produksi minyak pada kulit. Kulit berminyak berisiko mengalami lebih banyak masalah kulit, seperti jerawat.

Depresi juga mengakibatkan ketidak-seimbangan antara bakteri baik dan jahat di kulit. Akibatnya timbullah infeksi kulit dan yang tersering jerawat lagi-lagi merupakan kondisi yang paling sering muncul.

2.Eksim

Eksim adalah gangguan kulit yang paling sering dialami setiap orang, mulai dari usia muda hingga lanjut. Penyebab munculnya eksim hingga saat ini memang tidak dapat dipastikan. Namun berbagai faktor, seperti alergi dan depresi, diduga turut memicu timbulnya penyakit ini.

Walau penyakit ini tidak berbahaya, namun cukup memengaruhi kualitas hidup seseorang. Keluhan gatal yang paling sering dianggap sebagai gangguan saat seseorang dengan eksim beraktivitas sehari-hari.

Selain itu, orang dengan gangguan eksim juga pada umumnya mengalami penurunan kepercayaan diri.

3. Kulit kering

Hormon kortisol yang meningkat ketika depresi akan merusak tingkat kelembapan di kulit Anda. Akibatnya, kulit yang kering akan terlihat kusam dan mudah mengalami penuaan dini.

4. Mengalami penuaan dini

Orang yang stres akan tampak lebih tua dari usianya. Hal ini terbukti dari berbagai penelitian yang menyebutkan bahwa depresi dan stres dapat meningkatkan risiko penuaan dini.

Depresi lama-kelamaan akan merusak struktur DNA yang akhirnya menyebabkan lapisan kulit menjadi rusak. Hormon kortisol yang dilepaskan tubuh ketika depresi juga dapat merusak kolagen dan elastin dalam kulit. Padahal, keduanya berperan dalam menjadikan kulit tetap kenyal dan kencang.

5. Mengalami psoriasis

Psoriasis adalah kondisi kulit yang memerah dan bersisik. Pada kasus psoriasis yang kronik, kulit dapat menebal dan sangat mengganggu penampilan.

Konon salah satu pemicu penyakit ini adalah depresi. Sehingga psoriasis sering kali kambuh seiring dengan kondisi psikologis si penderita.

6. Penyembuhan luka lebih lama

Stres mengubah sistem pertahanan kulit. Akibatnya ketika terjadi luka, proses penyembuhan luka pun menjadi lebih lama dari biasanya.

Cegah sejak dini

Untuk mencegah gangguan kulit akibat depresi, Anda dapat melakukan kiat sederhana di bawah ini:

  • Tidur cukup, minimal 7–9 jam setiap harinya
  • Hindari kebiasaan begadang
  • Konsumsi banyak air putih minimal dua liter per hari
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok
  • Banyak makan sayur dan buah
  • Rutin olahraga
  • Hindari stres dengan melakukan kegiatan yang Anda sukai
  • Rehat sejenak dari pekerjaan dan aktivitas, sempatkan waktu untuk berlibur

Depresi memang dapat memicu timbulnya berbagai gangguan kulit. Jika depresi berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar