Sukses

Baca Ini Sebelum Naik Pesawat Saat Hamil

Ibu hamil boleh saja naik pesawat. Tapi sebelum terbang, ini hal penting yang harus Anda ketahui.

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit ibu hamil yang enggan melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Ini karena naik pesawat dituding dapat membawa dampak buruk bagi kondisi diri dan janin di dalam kandungan. Tahukah Anda bahwa sebenarnya tidak demikian?

Ya, ibu hamil tetap boleh naik pesawat. Syaratnya, kondisi kehamilannya dinyatakan sehat alias tidak mengalami gangguan oleh dokter.

Ibu hamil dapat bepergian menggunakan pesawat saat memasuki trimester kedua kehamilan. Ini karena di periode tersebut, keluhan mual dan muntah berlebihan sudah sangat berkurang.

Di samping itu, berikut ini beberapa hal lain yang perlu diperhatikan ibu hamil jika hendak bepergian menggunakan pesawat:

1. Hindari makanan penyebab perut kembung

Salah satu gangguan yang dapat dialami tubuh saat naik pesawat adalah jet bloat. Kondisi ini ditandai dengan perut kembung dan begah saat berada di dalam pesawat.

Jet bloat dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi kacang-kacangan, kol, brokoli, makanan cepat saji, kopi, dan minuman bersoda sebelum naik pesawat.

2. Gunakan sabuk pengaman dengan tepat

Penggunaan sabuk pengaman atau seat belt selama penerbangan memang dianjurkan untuk keamanan setiap penumpang. Namun, untuk meningkatkan kenyamanan, ibu hamil sebaiknya menggunakan sabuk pengaman di bagian bawah perut, tepatnya sedikit di atas tulang panggul. Jangan sampai sabuk pengaman menekan bagian perut, yang justru akan membuat Anda merasa tidak nyaman.

3. Tetap aktif bergerak

Durasi penerbangan yang melebihi 4 jam dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah, bahkan lebih besar risikonya pada ibu hamil. Penggunaan stocking khusus dan baju yang longgar dapat membantu dalam memperlancar aliran darah pada ibu hamil saat naik pesawat, sehingga memperkecil risiko pembentukan bekuan darah.

Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk tetap aktif bergerak selama di pesawat. Caranya adalah dengan berjalan minimal setiap 30 menit. Anda dapat melakukan hal ini ketika penerbangan sedang tidak mengalami gangguan, seperti turbulensi atau guncangan.

Tujuan dari tetap aktif bergerak saat di pesawat adalah untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk organ rahim tempat janin dikandung. Selain itu, aktivitas tersebut juga dapat membantu mencegah terbentuknya bekuan (thrombosis) di aliran darah.

4. Pilih tempat duduk yang sesuai

Tempat duduk paling sesuai untuk ibu hamil selama di pesawat adalah yang dekat dengan lorong. Hal ini agar memudahkan ibu hamil untuk keluar/ masuk dari tempat duduk, baik untuk sekadar berjalan atau ke toilet.

Anda juga dapat memilih kursi yang berada di posisi paling depan. Kursi ini biasanya lebih lapang, sehingga risiko perut untuk terhimpit menjadi sangat kecil.

Ibu hamil juga dapat memilih tempat duduk tepat di sisi sayap. Duduk di posisi ini bisa meminimalkan goncangan saat di pesawat, sehingga Anda akan terus merasa nyaman selama perjalanan.

5. Cukupi kebutuhan cairan

Pastikan bahwa ibu hamil tidak kekurangan cairan selama di pesawat. Cukupi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air putih. Bila kekurangan cairan atau dehidrasi terjadi pada ibu hamil, maka dapat mengurangi aliran darah ke organ rahim. Keadaan ini dapat menganggu suplai nutrisi ke janin.

Pastikan ibu hamil mengetahui beberapa hal penting di atas demi menjaga kesehatan diri dan kehamilannya. Jangan lupa untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan naik pesawat. Selamat jalan-jalan!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar