Sukses

Cara Mencegah Sakit Kepala Sebelah pada Anak

Sakit kepala sebelah dapat terjadi pada anak dan sangat mengganggu. Lakukan ini untuk mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit kepala sebelah, atau yang dikenal dengan migrain, merupakan salah satu jenis sakit kepala yang juga dapat dialami oleh anak-anak. Rasa nyeri dari migrain biasanya timbul secara tiba-tiba, disertai oleh gejala lainnya seperti mual, muntah, atau nyeri perut. Karena itu, gangguan kesehatan ini bisa sangat mengganggu aktivitas anak.

Menurut penelitian, sekitar 3,5 hingga 5 persen dari anak-anak pernah mengalami migrain. Diketahui juga bahwa faktor genetik berperan dalam terjadinya migrain. Sebagian besar dari anak yang menderita migrain memiliki setidaknya satu anggota keluarga dengan riwayat keluhan serupa.

Apa penyebab migrain pada anak?

Hingga kini penyebab migrain pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, sebagian kasus migrain diduga dipicu oleh kekurangan hormon serotonin yang terjadi secara sementara. Karena itu, terdapat cukup banyak pengobatan yang menargetkan zat kimiawi tersebut yang diketahui efektif dalam mengatasi migrain.

Sebagian penderita migrain mengatakan bahwa sakit kepala sebelah yang mereka alami dipicu oleh suatu makanan, minuman, atau aktivitas tertentu. Beberapa hal yang diketahui dapat menjadi pencetus adalah alkohol, cokelat, keju, kacang-kacangan, makanan laut, makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), gula, serta kafein.

Secara umum, sakit kepala migrain memiliki beberapa faktor pemicu dan lebih dari satu penyebab internal.

Dalam menentukan diagnosis migrain pada anak, dokter akan menanyakan bagaimana rasa nyeri yang dirasakan, misalnya apakah seperti ditekan-tekan, ditusuk-tusuk, berdenyut, dan sebagainya.

Dokter juga dapat menanyakan mengenai lokasi rasa nyeri, kapan saja nyeri timbul, serta derajat keparahan nyeri. Selain itu dokter juga bisa bertanya tentang adanya riwayat terbentur pada kepala atau terjatuh, durasi rasa nyeri, dan adanya riwayat nyeri kepala migrain pada keluarga.

Tanda dan gejala lain yang dapat mendukung diagnosis ke arah migrain adalah sensitivitas terhadap cahaya atau suara, rasa nyeri saat kepala disentuh, keluhan mual dan muntah, serta nyeri yang mereda saat berbaring atau tertidur.

Selain itu, saat mendiagnosis migrain, dokter juga akan menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya dengan melakukan beberapa jenis pemeriksaan bila diperlukan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Umumnya, penanganan sakit kepala sebelah pada anak mencakup pemberian obat-obatan sesuai anjuran dokter. Pengobatan yang diresepkan dari dokter dapat berupa obat antinyeri atau antiinflamasi.

Selain obat-obatan, kondisi lingkungan anak juga harus diperhatikan. Jika anak mengalami migrain, ajaklah ia untuk beristirahat terlebih dahulu di ruangan yang sejuk, gelap, dan tenang supaya lebih tenang serta mudah tertidur.  

Lalu, bagaimana cara mencegah sakit kepala sebelah pada anak? Salah satu hal yang penting untuk diterapkan adalah mengenali dan menghindari hal-hal yang diduga sebagai pencetus. Misalnya, jika orang tua mencurigai cokelat sebagai pemicu migrain pada anak, sebaiknya jauhi makanan ini untuk selanjutnya.

Selain itu, apabila serangan migrain sering terjadi dan melebihi dua kali setiap minggu, dokter juga dapat mempertimbangkan untuk memberikan pengobatan pencegahan.

Sakit kepala sebelah dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada anak. Bila keluhan telah mengganggu aktivitas sehari-hari anak, sangat disarankan untuk memeriksakan anak ke dokter untuk dilakukan wawancara medis yang mendetail dan pemeriksaan fisik. Dengan demikian, migrain yang dialami oleh anak dapat tertangani dengan baik.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar