Sukses

Penyebab Kanker Hati yang Merenggut Jiwa Ayah Olla Ramlan

Mantan model Olla Ramlan tengah dirundung duka, sang ayah baru saja meninggal karena kanker hati. Apa penyebab terjadinya kanker hati?

Klikdokter.com, Jakarta Pada hari Senin (04/06) pukul 18.05 WIB ayahanda model dan presenter Olla Ramlan, meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Diketahui, penyebab kepergian H.M. Ramlan, sang ayah, adalah karena kanker hati yang sudah diderita almarhum sejak dua tahun terakhir.

Kabarnya, kondisi kanker hati yang yang diderita ayah Olla memang baru diketahui sejak setahun terakhir, dengan kondisi sang ayah yang saat itu sudah mulai memburuk. Keluhan yang dirasakan sudah banyak, dan dokter pun mendiagnosis kanker tersebut sudah bermetastasis ke organ lain seperti organ pencernaan.

Mengenal kanker hati

Kanker hati adalah ketidaknormalan pertumbuhan sel pada organ tertentu, yang dalam hal ini adalah organ hati. Terdapat dua jenis kanker hati yang sering terjadi.

  • Kanker yang berasal dari sel hati itu sendiri, yang tidak normal pertumbuhannya sehingga menjadi ganas.
  • Kanker yang berasal dari organ lain, yang bermetastasis atau menjalar. Bisa dari organ paru atau organ-organ lain.

Hati adalah organ yang terletak di bawah paru kanan. Organ ini berfungsi untuk menetralkan racun dalam tubuh, membentuk protein dan faktor pembekuan darah, serta memetabolisme beberapa hormon. Pada kondisi kanker hati, semua fungsi hati tersebut akan mengalami gangguan.

Penyebab kanker hati

Penyebab kanker hati sampai sekarang belum diketahui dengan pasti, tapi ada beberapa orang yang diduga memiliki risiko tinggi terkena kanker, seperti:

  • Penderita hepatitis B sebelumnya
  • Penderita hepatitis  C sebelumnya
  • Penderita HIV/AIDS
  • Obesitas
  • Adanya keluarga yang memiliki kanker hati
1 dari 2 halaman

Orang-orang yang berisiko terkena kanker hati kemungkinan karena memiliki beberapa kondisi di bawah ini:

  • Infeksi kronis hepatitis B dan C. Infeksi kronis dengan virus hepatitis B (HBV) atau virus hepatitis C (HCV) meningkatkan risiko kanker hati.
  • Sirosis. Kondisi progresif dan irriversible ini menyebabkan timbulnya jaringan parut di hati sehingga meningkatkan peluang seseorang terkena kanker hati.
  • Diabetes. Orang-orang dengan gangguan gula darah ini memiliki risiko kanker hati yang lebih besar daripada mereka yang tidak menderita diabetes.
  • Penyakit hati berlemak akibat sering mengonsumsi alkohol. Sudah menjadi rahasia umum bahwa alkohol dapat merusak hati. Akumulasi lemak di hati meningkatkan risiko kanker hati.
  • Paparan aflatoksin. Aflatoksin adalah racun yang dihasilkan oleh jamur yang tumbuh di tanaman yang tidak terawat. Tanaman seperti jagung dan kacang tanah dapat terkontaminasi dengan aflatoksin. Kontaminasi aflatoksin lebih sering terjadi di beberapa bagian Afrika dan Asia.
  • Konsumsi alkohol berlebihan. Mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak setiap hari selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kerusakan hati yang tidak dapat diperbaiki dan meningkatkan risiko kanker hati.

Dari pemaparan di atas, meskipun Anda termasuk dalam kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker hati, tapi bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah. Lakukan beberapa cara pencegahan ini:

1. Lakukan vaksin hepatitis B secara berkala sesuai dengan jadwal, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Vaksin hepatitis B terbukti dapat mengurangi jumlah penderita hepatitis di Indonesia.

2. Hentikan konsumsi alkohol. Kalaupun Anda ingin, sebaiknya batasi konsumsinya. Untuk wanita, jangan mengonsumsi lebih dari satu gelas per hari, sedangkan untuk laki-laki jangan mengonsumsi lebih dari dua gelas per hari.

3. Tidak melakukan seks bebas atau gonta-ganti pasangan seksual.

4. Hindari penggunaan narkoba jarum suntik agar tidak tertular hepatitis B dan Hati-hati dalam menggunakan jarum suntik karena berisiko tertular hepatitis jika tidak diganti.

5. Pertahankan berat badan ideal untuk mencegah terjadinya perlemakan hati yang dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Gejala kanker hati serupa dengan penyakit kronis, yaitu:

  • Mata dan kulit terlihat kuning
  • Mual dan muntah
  • Gatal di seluruh tubuh
  • Demam berkepanjangan yang tak jelas penyebabnya
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di perut kanan atas
  • Ukuran hati membesar
  • Berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas
  • Gangguan kesadaran

Tanda-tanda penyakit kanker hati biasanya baru muncul saat penyakitnya sudah berada dalam stadium lanjut sehingga terlambat untuk ditangani. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki risiko tinggi kanker hati sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Untuk mencegah kanker hati, yang perlu dilakukan adalah menghindari penyakit yang dapat meningkatkan risiko kanker hati, yaitu hepatitis B dan hepatitis C. Kedua jenis penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh, misalnya melalui jarum suntik dan hubungan seksual. Hindari seks bebas dan penggunaan narkoba jarum suntik agar tak tertular infeksi hepatitis B dan C.  Selain itu, jaga kesehatan hati dengan tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan sering. Belajar dari duka yang dialami Olla Ramlah, mari lebih peduli dengan kesehatan agar terhindar dari kanker hati.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar