Sukses

Pap Smear, Cara Efektif Deteksi Dini Kanker Serviks

Kanker mulut rahim alias kanker serviks dapat dideteksi sedini mungkin dengan pemeriksaan Pap smear. Cari tahu fakta selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks merupakan salah satu penyakit mematikan yang menyerang sistem reproduksi wanita. Penyakit ini memiliki hubungan yang erat dengan adanya infeksi human papilloma virus atau HPV.

Faktanya, infeksi HPV merupakan suatu kondisi yang dapat menimbulkan perubahan sel normal menjadi sel kanker. HPV tipe 16 dan HPV tipe 18 merupakan jenis infeksi yang sering dikaitkan dengan kanker serviks.

Diperkirakan bahwa perubahan sel serviks hingga menjadi sel kanker membutuhkan waktu 3 hingga 7 tahun. Jika perubahan ini bisa dideteksi dan ditangani secara cepat, tingkat kesembuhan pasien juga meningkat berlipat ganda. Maka itu, Pap smear menjadi suatu pemeriksaan medis yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Pap smear atau papanicolaou tes merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker serviks. Pada prosedurnya, pasien biasanya akan diminta untuk melepas pakaian dalam dan tiduran di atas meja pemeriksaan. Tim dokter kemudian akan memasukkan alat bernama speculum atau cocor bebek ke dalam vagina, sehingga posisi vagina tetap terbuka dan kondisi mulut rahim atau serviks bisa dilihat dengan jelas.

Selanjutnya, sampel sel serviks akan diambil menggunakan bantuan spatula dan brush yang digesekkan pada area luar maupun dalam serviks. Sampel sel ini kemudian akan dikirim ke laboratorium, agar sel-sel nya dapat dipelajari dengan bantuan mikroskop.

Prosedur pemeriksaan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, walau dapat menimbulkan rasa kurang nyaman.

Syarat melakukan Pap smear

Sebelum melakukan pemeriksaan Pap smear, terdapat beberapa hal yang wajib diperhatikan agar hasil yang didapatkan benar-benar akurat. Beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Jangan lakukan pemeriksaan Pap smear saat Anda sedang haid. Sebaiknya, pemeriksaan ini dilakukan minimal 5 hari setelah haid selesai.
  2. Hindari penggunaan obat atau benda yang dimasukkan ke dalam vagina, misalnya tampon, lubrikan, pil vagina, krim vagina, dan lainnya selama dua hingga tiga hari sebelum pemeriksaan dilakukan.
  3. Lakukan vaginal douche atau pembersihan vagina dua hingga tiga hari sebelum pemeriksaan.
  4. Sebaiknya jangan berhubungan intim terlebih dahulu selama dua hari sebelum pemeriksaan Pap smear dilakukan.

Rekomendasi dari American Cancer Society tentang pemeriksaan Pap smear adalah sebagai berikut:

  • Wanita usia 21–29 tahun dianjurkan untuk melakukan Pap smear sebanyak satu kali dalam tiga tahun, apalagi bila dirinya sudah aktif secara seksual.
  • Bagi Anda yang berusia 30-65 tahun, Pap smear dapat dilakukan tiga tahun sekali. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Pap smear disertai tes DNA HPV setiap 5 tahun sekali.

Jadi, apakah Anda sudah termasuk ke dalam kategori wanita yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Pap smear? Jika ya, sebaiknya jangan tunda lagi. Hal ini bertujuan agar risiko kanker serviks di kemudian hari bisa diperkecil atau bahkan hilang sama sekali.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar