Sukses

Wanita dengan Kanker Payudara Boleh Melewatkan Kemoterapi?

Berdasarkan sebuah studi, wanita dengan kanker payudara boleh melewatkan kemoterapi. Mengapa demikian? Cari tahu di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Menurut data GLOBOCAN (IARC), sekitar 1.67 juta kasus baru kanker payudara didiagnosis pada tahun 2012. Sementara berdasarkan data nasional yang diperoleh dari Departemen Kesehatan RI, kanker payudara menempati urutan kedua penyebab kanker terbanyak pada wanita.

Melihat tingginya angka tersebut, kesadaran mengenai kanker payudara sangatlah penting. Menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, adalah wajar bagi Anda untuk mencari tahu hal apa saja yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit mematikan tersebut.

“Berbagai faktor risiko dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara. Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Satu-satunya yang diketahui adalah kanker payudara berhubungan dengan adanya kerusakan sel-sel DNA,” ujarnya.

Mengobati kanker payudara

Seorang wanita yang dengan diagnosis kanker payudara tahap awal perlu segera melakukan operasi pengangkatan jaringan, agar sel kanker tidak makin menyebar. Selain itu, seperti kasus kanker pada umumnya, pengidap kanker payudara juga dapat menjalani kemoterapi. Akan tetapi, kemoterapi menjadi terapi yang tidak wajib dilakukan, hanya pilihan.

Salah satu alasan mengapa pengidap kanker payudara tidak wajib kemoterapi adalah untuk menekan biaya pengobatan yang dikeluarkan. Namun sayang, penelitian mengatakan bahwa metode tersebut hanya dapat diterapkan pada kasus kanker payudara tahap awal.

Dilansir dari TIME, Dr.Joseph Sparano dari Montefiore Medical Center di New York mengatakan bahwa sebagian besar wanita yang mengalami penanganan kanker payudara sejak awal tidak memerlukan perawatan selain operasi dan terapi hormon. Ini berarti, mereka tidak mesti melakukan kemoterapi.

Pro kontra kemoterapi pada kanker payudara

Wanita-wanita tertentu yang berusia 50 atau lebih muda konon mendapat manfaat dari kemoterapi. Namun, hal ini kembali lagi pada seberapa besar risiko yang ada, sehingga tidak semua pasien bisa melewati penyakit kanker payudara tanpa melakukan kemoterapi.

“Meski begitu, perlu diingat bahwa risiko wanita pengidap kanker bisa berbeda dengan yang lainnya. Ada beberapa orang yang mengaku tidak peduli dengan kemoterapi, namun sisanya amat menginginkan, demi mendapatkan kesempatan untuk sembuh sekecil apa pun,” ujar salah satu dokter dari Anderson Cancer Center di Houston, Jennifer Litton.

Sementara itu, dr. Ellen Theodora dari KlikDokter mengatakan bahwa pasien kanker payudara tetap perlu berkonsultasi dengan dokter guna menentukan jenis terapi yang paling tepat untuknya.

“Kemoterapi, terapi hormon, dan terapi target juga mungkin masih dibutuhkan guna mendapatkan hasil yang maksimal,” tambah dr. Ellen.

Jadi, ya, wanita dengan kanker payudara stadium awal dan telah ditangani lewat operasi bisa saja melewatkan kemoterapi. Namun saat tahap pengobatan, pasien dianjurkan untuk melibatkan keluarga, orang terdekat hingga dokter yang merawat, agar segala tindakan yang dilakukan dapat berujung pada kesembuhan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar