Sukses

Meningkatnya Risiko Obesitas pada Generasi Milenial

Risiko terjadinya obesitas makin meningkat pada generasi milenial. Mengapa demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu gangguan kesehatan yang rentan menyerang generasi milenial adalah obesitas. Ini tentu tidak boleh dianggap enteng. Kondisi obesitas sudah lama diketahui sebagai salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Dengan berbagai macam komplikasi yang dapat timbul, sebagian besar dari masyarakat sudah mengetahui bahwa obesitas berbahaya bagi kesehatan. Tak hanya itu, obesitas juga memengaruhi kecerdasan serta rasa percaya diri. Namun, masih terdapat peningkatan proporsi terjadinya obesitas pada sebagian populasi, terutama generasi milenial.

Obesitas pada milenial

Menurut salah satu penelitian yang dilakukan di Inggris, proporsi penduduk yang mengalami obesitas di negara tersebut meningkat besar dari 15% pada tahun 1993 menjadi 27% pada tahun 2015. Selain itu, juga disampaikan bahwa terdapat peningkatan yang cukup tinggi pada populasi remaja dan dewasa muda.

Menurut artikel yang dilansir dari BBC.com, Profesor Russell Viner dari Royal College of Paediatrics and Child Health menyampaikan bahwa angka kejadian obesitas pada generasi remaja makin meningkat.

Viner menambahkan bahwa terdapat bahaya yang mengintai dimana obesitas dianggap sebagai norma yang baru. Banyak yang tidak mengetahui batasan obesitas yang baik dan tidak dapat menentukan apakah anaknya tergolong mengalami obesitas atau tidak.

Viner juga mengatakan bahwa edukasi mengenai dampak negatif dari merokok sudah banyak diinformasikan kepada masyarakat umum, dan proporsi merokok pada remaja menjadi makin menurun. Jadi, hal yang sama perlu diterapkan untuk obesitas.

Bila makin banyak edukasi diberikan kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit yang mengintai akibat kondisi ini, makin banyak orang akan berperan aktif dalam pencegahannya.

Tangkal obesitas

Lalu, apa saja hal yang dapat diterapkan dalam pola hidup sehari-hari agar mencegah terjadinya obesitas pada generasi milenial? Salah satu hal yang dapat disarankan adalah menganjurkan anak-anak, remaja, dan dewasa muda untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Aktivitas fisik yang dapat dilakukan, misalnya aktivitas fisik dengan intensitas moderat seperti berlari, berenang, sepak bola, bola basket, tenis, bulu tangkis, dan sebagainya. Aktivitas fisik ini dapat dilakukan 3 hingga 5 kali seminggu, dengan durasi setidaknya 30 hingga 60 menit.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi diet gizi seimbang. Kebutuhan kalori, karbohidrat, protein, dan lemak disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia masing-masing individu. Tidak lupa, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti sayur dan buah.

Asupan sayur dan buah yang cukup, diimbangi dengan membatasi asupan makanan cepat saji, minuman bersoda, dan sebagainya, merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam menyusun menu makanan setiap harinya.

Selain aktivitas fisik dan pola makan, ada beberapa faktor lain dari pola hidup yang juga penting untuk diperhatikan. Waktu istirahat adalah salah satunya. Disarankan untuk tidur cukup setiap harinya, minimal 7 jam per hari pada orang dewasa. Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah mengelola stres dengan baik, karena stres juga dapat menyebabkan obesitas.

Angka kejadian obesitas pada generasi milenial makin meningkat. Namun, dengan melakukan pola hidup sehat, remaja dan dewasa muda dapat menjaga agar berat badan tetap ideal. Apabila seorang individu yang telah menerapkan gaya hidup sehat tetap mengalami obesitas, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung agar dapat dilakukan evaluasi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar