Sukses

7 Kiat agar Anak Tak Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas berisiko menimbulkan berbagai penyakit pada anak. Cegahlah sebelum berat badan anak berlebih!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang tua, memiliki anak yang gemuk bisa menjadi hal menyenangkan. Ada pula yang beranggapan bahwa anak gemuk berarti sehat. Padahal anak yang gemuk berpotensi mengalami obesitas.

Umumnya, obesitas pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor genetik, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat. Pada kasus yang jarang, obesitas dapat dipengaruhi oleh masalah hormon pada anak.

Meskipun dipengaruhi oleh faktor genetik, tidak semua anak dengan riwayat keluarga obesitas pasti mengalami obesitas. Asupan nutrisi dan aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga berat badan anak agar selalu stabil.

Perlu diketahui bahwa anak atau remaja yang mengalami obesitas lebih mungkin mengalami obesitas hingga usia dewasa. Kemudian, akan lebih sulit untuk menurunkan berat badan ketika sudah terjadi obesitas hingga usia dewasa.

Pada akhirnya, seseorang yang obesitas lebih berisiko mengalami penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Tentu Anda tidak mau buah hati Anda mengalami berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Oleh karena itu, alangkah baiknya upaya pencegahan terhadap obesitas dilakukan sedini mungkin. Berikut ini kiat-kiat agar anak tak mengalami obesitas.

1. Memilih tempat makan sehat

Saat ini ada banyak orang tua yang mengajak anak-anak pergi mengunjungi tempat hiburan, seperti taman bermain atau mall. Hal ini menyebabkan anak lebih rentan terpapar oleh aneka pilihan makanan yang tidak sehat.

Penting untuk mengarahkan anak ke tempat makan yang menyajikan menu sehat yang terdiri dari sayur dan buah. Hindari mengajak anak makan di restoran cepat saji terus menerus.

2. Sajikan buah dan sayur

Setiap anak dianjurkan untuk mengonsumsi 5 porsi buah atau sayur yang berbeda jenis setiap hari. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu menyajikan menu makanan yang terdiri dari sayur dan buah di rumah. Jauhkan anak dari kebiasaan mengonsumsi camilan tidak sehat, yang dapat membuatnya kenyang sebelum waktunya makan.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Siapkan bekal makan

Dengan memberikan bekal makan saat anak pergi sekolah, Anda dapat mengontrol menu makanan apa yang dikonsumsi oleh anak. Pilihlah menu makanan yang rendah gula dan garam. Jangan sampai anak mengonsumsi makanan atau minuman manis yang mengandung kalori yang tinggi, namun sedikit nutrisinya. Jangan lupa, bekali anak dengan sumber serat, seperti sayur dan buah.

4. Buat suasana makan menyenangkan

Pastikan Anda memiliki waktu makan yang teratur bersama anak. Sajikan menu makanan secara bervariasi, baik dari bentuk, warna, hingga cara penyajiannya. Prinsipnya, setiap menu makanan harus memenuhi kebutuhan nutrisi anak, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Sesuaikan porsi dengan usia anak Anda. Mulai ajarkan anak mengenai manfaat dari setiap makanan yang disajikan bagi kesehatan tubuhnya.

5. Lakukan aktivitas sesuai kesukaan anak

Melakukan aktivitas dapat berguna dalam membakar kalori di dalam tubuh, sehingga berperan pula dalam mengontrol berat badan anak. Tidak perlu buru-buru mengajak anak berolahraga, Anda bisa mengajak anak melakukan aktivitas sesuai kesukaan atau hobinya.

Misalnya anak sedang suka lari-larian. Anda bisa mengajak anak berlari-lari di taman sambil mengenalkan aneka ragam tanaman, dan dilanjutkan menyiram tanaman. Dengan aktivitas tersebut, juga bisa menambah pengetahuan dan meningkatkan kecintaan anak terhadap lingkungan.

Kemudian, secara bertahap, Anda bisa mengenalkan anak dengan aktivitas olahraga atau aktivitas fisik yang lebih bervariasi agar anak tidak bosan.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

6. Membatasi waktu anak bermain gawai

Di era teknologi saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran gawai membuat anak lebih malas bergerak dan berujung pada penambahan berat badan.  Seringkali anak menghabiskan waktu menggunakan gawai sebagai media hiburan, seperti bermain game atau pun menyaksikan suatu tayangan. Oleh karenanya, sangat penting untuk membatasi waktu penggunaan gawai pada anak. Ajarkan pula agar anak disiplin dalam membagi waktu bermain dan belajar.

7. Libatkan semua anggota keluarga

Untuk memulai kebiasaan yang sehat pada anak, maka seyogyanya seluruh anggota keluarga kompak dalam memberi contoh. Anak-anak cenderung mencontoh sesuatu yang dilihat. Semakin dini Anda mengarahkan anak, maka semakin mudah untuk membuatnya terbiasa menjalani pola hidup sehat.

Nah, demikian kiat-kiat yang Anda dapat coba untuk mencegah anak mengalami obesitas. Pada prinsipnya, menjalankan pola hidup sehat harus ditanamkan sejak kecil, sehingga anak senantiasa menjaga kesehatannya dan terhindar dari berbagai penyakit di masa yang akan datang. Selamat mencoba!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar