Sukses

Waspadai 3 Penyakit Pernapasan Ini di Musim Kemarau

Datangnya musim kemarau sering kali diiringi dengan ‘datangnya’ penyakit pernapasan ini. Ketahui selengkapnya di sini agar Anda bisa mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Panas dan teriknya cuaca beberapa waktu belakangan ini menandakan bahwa musim kemarau telah tiba. Sama halnya dengan musim hujan, musim kemarau juga kerap membawa penyakitnya sendiri, yang mana penyakit pernapasan adalah salah satu jenis penyakit yang sering muncul.

Saat musim kemarau, hujan yang sudah lama tak mengguyur menyebabkan kekeringan dan debu-debu yang beterbangan di udara. Apabila terhirup dalam jumlah tertentu—terutama bagi Anda yang kerap berada di jalan dan mengendarai motor—dapat menyebabkan iritasi dan peradangan di saluran napas atas.

Selain itu, udara panas yang membuat gerah sering kali membuat Anda tergoda untuk mengonsumsi minuman dingin untuk menghilangkan dahaga. Masalahnya, bagi Anda yang sensitif atau memiliki alergi terhadap dingin, minum  minuman dingin dapat meningkatkan risiko terjadinya batuk, pilek, atau asma.

Tak hanya itu, pada musim kemarau biasanya orang-orang lebih memilih melakukan aktivitas luar rumah atau traveling. Misalnya berenang di pantai atau berselancar, naik gunung, atau sekadar mengambil cuti untuk jalan-jalan baik di dalam maupun luar negeri.

Nah, jika Anda tidak melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan, Anda berisiko terkena penyakit yang ‘dibawa’ musim kemarau.  Salah satu penyakit yang paling sering muncul pada musim ini adalah penyakit pernapasan, di antaranya adalah radang tenggorokan, radang amandel (tonsilitis), dan asma.

1. Radang tenggorokan

Radang tenggorokan—dalam bahasa kedokterannya disebut faringitis atau sering disebut awam sebagai sakit tenggorokan—adalah suatu peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi. Gejalanya dapat berupa rasa kering, gatal, nyeri, atau rasa mengganjal ketika menelan. Apabila berlanjut, gejala-gejala tersebut dapat berubah menjadi batuk kering yang sering kali berkembang menjadi batuk berdahak.

Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, yang mana infeksi virus adalah penyebab yang tersering. Meskipun tidak mempan diobati dengan antibiotik, radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya memberikan gejala yang lebih ringan ketimbang infeksi bakteri.

Anda yang memiliki alergi, penyakit sinusitis, sering terpapar asap kendaraan bermotor dan asap rokok (termasuk perokok pasif), serta Anda yang bekerja di sektor kesehatan adalah kelompok yang paling rentan terkena radang tenggorokan.

2. Radang amandel

Amandel, yang istilah kedokterannya adalah tonsil, adalah kelenjar limfe yang terletak di belakang tenggorokan. Amandel berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh untuk menghalau berbagai kuman penyakit yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit.

Radang amandel atau tonsilitis memang merupakan penyakit yang kerap menyerang anak-anak dan mudah kambuh. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan orang dewasa dapat terkena penyakit ini juga. Radang amandel dapat disebabkan infeksi virus maupun bakteri. Gejala radang amandel antara lain nyeri tenggorokan, demam, dan amandel yang membengkak.

3. Asma

Asma adalah kondisi terjadinya penyempitan saluran pernapasan bawah yang menyebabkan batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas. Umumnya asma ditandai dengan suara mengi setiap kali membuang napas. Asma dapat mengganggu kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, bahkan dapat mengancam jiwa apabila derajat asmanya berat.

Biasanya asma dicetuskan oleh hal-hal tertentu, seperti aktivitas, bahan iritan seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor, uap bahan kimia, serta alergi pernapasan karena debu, serbuk sari bunga, spora jamur, partikel serangga, bulu binatang, dan lain sebagainya.

Asma memang tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut.

Mencegah penyakit pernapasan saat musim kemarau datang

Untuk mencegah agar penyakit pernapasan tersebut tidak mampir ke tubuh Anda saat musim kemarau, Anda disarankan untuk mengenakan masker saat sedang berada di jalan seperti saat sedang berjalan kaki, saat naik angkutan umum, atau saat mengendarai sepeda motor. Selain itu, Anda juga harus lebih rajin membersihkan rumah, karena debu yang beterbangan di jalanan dapat masuk ke dalam rumah Anda.

Satu hal yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang sehat dan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan selalu menjaga kebersihan seperti mencuci tangan.

Apa pun yang menyangkut datangnya penyakit, seperti penyakit pernapasan saat musim kemarau, mencegah jauh lebih baik (dan mudah) daripada mengobati. Jika penyakit sudah terlanjur datang, segara temui dokter.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar