Sukses

Tembakau dan Kaitannya dengan Penyakit Jantung

Dalam rangka memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia, sejauh mana Anda mengetahui kaitan antara merokok dan penyakit jantung?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tahunnya tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia. Peringatan tahunan ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penggunaan tembakau. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pemrakarsa dalam memberantas epidemik penggunaan tembakau. Tembakau telah mengakibatkan lebih dari 7 juta kematian yang salah satunya adalah karena penyakit jantung akibat rokok.

Di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan jumlah perokok terbanyak dan angka kematian penyakit kardiovaskular tertinggi. Menurut WHO, rokok menjadi penyebab utama tingginya angka kematian penyakit kardiovaskular setelah hipertensi.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia juga menyatakan bahwa Indonesia mengalami kondisi darurat konsumsi rokok dengan jumlah perokok aktif tidak kurang dari 29,3 persen penduduk. Angka ini mendudukkan Indonesia menjadi yang tertinggi ketiga di dunia setelah Cina dan India.

Sejumput harapan di balik peringatan Hari Bebas Tembakau Sedunia

Pada Hari Bebas Tembakau Sedunia tahun 2018, tema yang diangkat adalah tembakau dan penyakit jantung. Tema ini akan fokus pada dampak tembakau terhadap kesehatan jantung pada individu di seluruh dunia.

Seperti yang telah Anda ketahui, penggunaan tembakau merupakan salah satu faktor risiko utama pada terjadinya penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah perifer, serta stroke. Walaupun terdapat berbagai solusi untuk menurunkan angka kejadian penyakit jantung dan kematian akibat penggunaan tembakau, pengetahuan yang masih rendah mengenai tembakau menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat penyakit jantung.

Kampanye untuk Hari Bebas Tembakau Sedunia tahun ini memiliki dua tujuan spesifik, yakni:

  • Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hubungan antara tembakau dan penyakit kardiovaskular, yang menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia.
  • Meningkatkan aktivitas dan kegiatan yang dapat diterapkan oleh seluruh anggota komunitas, untuk menurunkan risiko kesehatan yang diakibatkan oleh tembakau.

Hari Bebas Tembakau Sedunia juga sejalan dengan sederet inisiatif global yang bertujuan menanggulangi peningkatan penggunaan tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Terutama dampaknya terhadap penyakit kardiovaskular dan kematian secara global.

Upaya menurunkan angka kematian penyakit jantung akibat tembakau

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Penggunaan tembakau serta ekspos terhadap asap rokok pada perokok tangan kedua, berkontribusi pada sekitar 12 persen kematian akibat penyakit jantung.

Tembakau merupakan penyebab utama kedua dalam terjadinya penyakit kardiovaskular, setelah tekanan darah tinggi. Penggunaan tembakau dikaitkan dengan lebih dari 7 juta kematian setiap tahunnya. Sekitar 900.000 merupakan kematian yang terjadi pada individu yang bukan perokok, tapi terekspos asap rokok sebagai perokok tangan kedua.

Saat ini diperkirakan terdapat 1 miliar perokok di dunia. Hampir 80 persen dari angka tersebut tinggal di negara berkembang, dimana angka kejadian penyakit jantung dan kematian akibat tembakau sangat tinggi.

Berbagai program telah diterapkan untuk meminimalkan dampak negatif akibat penggunaan tembakau. Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain:

  • Melindungi individu dari asap rokok dengan membuat ruangan terpisah untuk merokok
  • Mengedukasi masyarakat mengenai berbagai penyakit yang disebabkan oleh asap rokok
  • Menerapkan peraturan yang ketat dalam hal periklanan dan promosi produk tembakau
  • Meningkatkan tarif dan pajak pada produk tembakau
  • Memantau penggunaan tembakau
  • Menetapkan kebijakan pencegahan

Dengan memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia, diharapkan berbagai kampanye berskala nasional dan global dapat lebih menyoroti hubungan antara penggunaan produk tembakau dan penyakit jantung. Diharapkan,  pengetahuan dan kesadaran akan bahaya tembakau akan meningkat. Selain itu diharapkan tumbuh sinergi antara masyarakat dan pemerintah yang sama-sama berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan jantung dengan cara melindungi masyarakat dari dampak negatif produk tembakau. Yuk, turut serta!

[RN/ RVS]

1 Komentar