Sukses

Penyakit Mematikan yang Dipicu oleh Rokok

Dalam rokok, ada berbagai jenis senyawa kimia yang berbahaya sehingga akan berisiko terkena penyakit mematikan akibat merokok. Ini 10 di antaranya.

Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada 2015 menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk Indonesia memiliki kebiasaan merokok. Hal ini bisa dibilang menyedihkan, pasalnya akibat merokok bisa menimbulkan penyakit berbahaya.

Rokok adalah zat adiktif yang berasal dari tembakau yang digulung. Kandungannya antara lain berupa nikotin, tar, karbon monoksida, aseton, dan ammonia. Seluruh jenis senyawa kimia tersebut merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh.

Dengan menghirup rokok, sel-sel dalam tubuh akan mengalami perubahan dan sewaktu-waktu bisa menyebabkan penyakit. Tidak hanya orang yang merokok, tapi orang yang berada di sekitar perokok dan terpapar dengan asap rokok juga berisiko terkena penyakit akibat rokok.

1 dari 2 halaman

Penyakit Mematikan Akibat Rokok

Lantas, apa sajakah dampak merokok bagi kesehatan? Berikut sepuluh penyakit mematikan yang dipicu oleh rokok di antaranya:

  1. Kanker paru

Sudah menjadi rahasia umum bahwa rokok adalah penyebab utama kanker paru. Sekitar 90 persen kasus kanker paru terjadi pada orang yang terbiasa menghirup paparan asap rokok.

Pada stadium awal, gejala kanker paru tidak khas, yaitu berupa batuk hilang timbul. Lama-kelamaan batuk memberat, lalu disertai penurunan berat badan yang drastis dan sesak napas.

Studi membuktikan bahwa hanya 1 dari 5 orang penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup dan sembuh.

Artikel lainnya: Hentikan Kebiasaan Merokok dengan Olahraga

  1. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

PPOK merupakan penyakit paru yang ditandai dengan sesak napas yang makin lama makin memberat. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit khas yang hanya terjadi kepada orang yang terpapar asap rokok.

Awalnya, PPOK hanya menunjukkan gejala berupa batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Lama-kelamaan, gejalanya akan disertai dengan sesak napas.

Penderita PPOK berat biasanya sulit untuk melakukan aktivitas layaknya orang pada umumnya. Biasanya jalan kaki atau naik tangga 1 lantai saja sudah menimbulkan rasa sesak. Bila PPOK sudah terjadi, tak ada obat untuk memulihkan kondisi paru. Kondisi ini akan bertahan seumur hidup.

  1. Asma

Asma merupakan penyakit kronik pada saluran pernapasan akibat peradangan dan penyempitan pada saluran sehingga menimbulkan sesak. Asap rokok yang terhirup dapat mengiritasi saluran napas sehingga menimbulkan serangan asma secara tiba-tiba.

Artikel lainnya: Dampak Nikotin pada Kualitas Tidur Anda

  1. Diabetes

Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolisme yang mengakibatkan kadar glukosa darah meningkat. Menurut CDC (Center for Disease Control and Prevention), orang yang menghirup asap rokok berisiko terkena diabetes tipe 2 sebanyak 30-40 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidak.

Selain itu, berbagai macam komplikasi berbahaya dari diabetes akan lebih cepat timbul yang tambah dipicu akibat merokok.

  1. Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

Saat ini, muncul banyak kejadian penyakit jantung koroner dan stroke yang menyerang orang yang berusia di bawah 40 tahun. Penyakit yang biasanya terjadi pada orang tua ini menjadi muncul pada usia muda akibat kebiasaan merokok.

Pada orang usia muda yang mengalami salah satu penyakit ini, kematian mendadak (sudden death) sering terjadi.

Artikel lainnya: Rokok Elektrik sebagai Alternatif untuk Mengganti Rokok, Amankah?

  1. Penyakit Buerger

Penyakit Buerger merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri hebat di anggota gerak (lengan dan tungkai), disertai pembusukan pada ujung-ujung jari. Keadaan ini hanya terjadi pada orang yang terpapar terus-menerus dengan asap rokok.

Penyakit ini sulit untuk disembuhkan. Tak jarang, penderitanya harus menjalani operasi amputasi jari-jari karena pembusukan yang berlangsung terus-menerus.

  1. Gangguan Kesuburan

Paparan asap rokok menyebabkan gangguan kesuburan, baik pada laki-laki maupun perempuan. Pada laki-laki, asap rokok menyebabkan testis tak dapat menghasilkan sperma dengan baik.

Sperma yang dihasilkan menjadi lebih sedikit, bentuknya tidak normal, dan gerakannya lambat. Sementara itu, gangguan kesuburan akibat merokok pada perempuan menyebabkan indung telur tidak dapat mengeluarkan sel telur pada waktunya, sehingga kesuburan terganggu.

Artikel lainnya: Mengapa Rokok Bisa Sebabkan Impotensi? Ini Alasannya!

  1. Age-related macular degeneration (ARMD)

ARMD merupakan kelainan pada retina mata yang biasanya terjadi pada orang tua yang terpapar asap rokok dalam waktu yang lama. ARMD menyebabkan penurunan fungsi penglihatan yang tak dapat disembuhkan.

Bahkan penderitanya bisa mengalami kebutaan karena penyakit ini. Saat ARMD sudah terjadi, kondisi tersebut akan berlangsung seumur hidup.

  1. Bayi Lahir Prematur dan Kecerdasan Rendah

Paparan asap rokok pada ibu hamil rentan turut memengaruhi janinnya. Hal ini bisa terjadi karena paparan asap rokok akan mengganggu suplai oksigen dari ibu ke janinnya. Akibatnya, janin tidak bertumbuh dan berkembang dengan optimal.

Janin menjadi berukuran lebih kecil dibandingkan yang seharusnya. Perkembangan otaknya pun bisa terganggu. Selain itu, bayi juga berpotensi untuk lahir prematur atau lahir dengan berat badan lahir di bawah normal.

  1. Penyakit Kanker Lain

Tidak hanya meningkatkan risiko terkena kanker paru. Rokok juga dapat memicu terkena kanker jenis lain, seperti kanker mulut, kanker saluran pencernaan, kanker serviks, bahkan kanker darah.

Hal ini akibat zat-zat yang terkandung dari rokok dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh sehingga merusak DNA sel tubuh.

Ironisnya, dampak merokok bagi kesehatan di atas tak cuma berlaku pada perokok aktif, tapi juga perokok pasif (orang yang turut menghirup asap rokok). Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari asap rokok agar Anda tidak turut terkena “getah” efek buruk rokok.

Anda tentu tidak ingin 10 penyakit akibat merokok di atas menyerang Anda dan orang sekitar bukan? Karena itu, setop kebiasaan merokok Anda sekarang juga! Mulailah hidup sehat tanpa rokok. Cari tahu info seputar kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar