Sukses

7 Penyakit Mematikan yang Dipicu oleh Rokok

Tentu Anda sudah tahu betapa mengerikannya dampak dari rokok. Berikut 7 penyakit mematikan yang disebabkan oleh rokok.

Klikdokter.com, Jakarta Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015 menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk Indonesia memiliki kebiasaan merokok. Hal ini bisa dibilang menyedihkan. Tahukah Anda, bahwa di dalam sebatang rokok, terdapat lebih dari 100 jenis senyawa kimia yang dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Dengan menghirup rokok, sel-sel dalam tubuh akan mengalami perubahan dan sewaktu-waktu bisa menyebabkan penyakit. Kenalilah 7 penyakit mematikan yang dipicu oleh asap rokok berikut ini:

1. Kanker paru

Sudah menjadi rahasia umum bahwa rokok adalah penyebab utama kanker paru. Sekitar 90% kasus kanker paru terjadi pada orang yang terbiasa menghirup paparan asap rokok. Pada stadium awal, gejala kanker paru tidak khas, yaitu berupa batuk hilang timbul. Lama-kelamaan batuk memberat, disertai penurunan berat badan yang drastis dan sesak napas.

Studi membuktikan bahwa hanya 1 dari 5 orang penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup dan sembuh, sementara sisanya akan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

2. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

PPOK merupakan penyakit paru yang ditandai dengan sesak napas yang makin lama makin memberat. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit khas yang hanya terjadi kepada orang yang terpapar asap rokok. Awalnya PPOK hanya menunjukkan gejala berupa batuk berdahak yang tak kunjung sembuh, lama-kelamaan gejalanya disertai dengan sesak napas.

Penderita PPOK berat biasanya sulit untuk melakukan aktivitas layaknya orang pada umumnya. Biasanya jalan kaki atau naik tangga 1 lantai saja sudah menimbulkan rasa sesak. Bila PPOK sudah terjadi, tidak ada obat untuk memulihkan kondisi paru. Kondisi ini akan bertahan seumur hidup.

3. Penyakit jantung koroner dan stroke

Saat ini di Indonesia, muncul banyak kejadian penyakit jantung koroner dan stroke yang menyerang orang yang berusia di bawah 40 tahun. Penyakit yang biasanya terjadi pada orang tua ini menjadi muncul pada usia muda karena dipicu oleh rokok. Dan pada orang usia muda yang mengalami salah satu penyakit ini, kematian mendadak (sudden death) sering terjadi.

4. Penyakit Buerger

Penyakit Buerger merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri hebat di anggota gerak (lengan dan tungkai), disertai pembusukan pada ujung-ujung jari. Keadaan ini hanya terjadi pada orang yang terpapar terus dengan asap rokok. Penyakit ini sulit untuk disembuhkan. Tak jarang, penderitanya harus menjalani operasi amputasi jari-jari karena pembusukan yang berlangsung terus-menerus.

5. Gangguan kesuburan

Paparan asap rokok menyebabkan gangguan kesuburan, baik pada laki-laki maupun perempuan. Pada laki-laki, asap rokok menyebabkan testis tak dapat membuat sperma dengan baik. Sperma yang dihasilkan menjadi lebih sedikit, bentuknya tidak normal, dan gerakannya lambat. Sementara itu, pada perempuan, asap rokok menyebabkan indung telur tidak dapat mengeluarkan sel telur pada waktunya sehingga kesuburan pun terganggu.

6. Age-related macular degeneration (ARMD)

ARMD merupakan kelainan pada retina mata yang biasanya terjadi pada orang tua yang terpapar asap rokok dalam waktu yang lama. ARMD menyebabkan penurunan fungsi penglihatan yang tak dapat disembuhkan. Bahkan penderitanya bisa mengalami kebutaan karena penyakit ini. Sekali ARMD sudah terjadi, maka kondisi tersebut akan berlangsung seumur hidup.

7. Bayi lahir prematur dan kecerdasan rendah

Paparan asap rokok pada ibu hamil rentan memengaruhi janinnya. Hal ini bisa terjadi karena paparan asap rokok akan mengganggu suplai oksigen dari ibu ke janinnya. Akibatnya janin tidak bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Janin menjadi berukuran lebih kecil dibandingkan yang seharusnya, perkembangan otaknya terganggu, dan berpotensi untuk lahir prematur atau lahir dengan berat badan lahir di bawah normal (<2500 gram).

Ironisnya, tujuh dampak mengerikan dari rokok ini bukan hanya terjadi pada perokok aktif (orang yang memiliki kebiasaan merokok), melainkan juga pada perokok pasif (orang yang menghirup asap rokok tersebut). Jadi misalnya seorang ayah merokok di rumah, maka istri, anak-anak, dan seisi rumahnya sama-sama memiliki risiko untuk mengalami ketujuh penyakit tersebut!

Anda dan keluarga tentu tidak ingin terkena ketujuh penyakit di atas, bukan? Oleh karena itu, motivasilah diri sendiri dan semua orang yang Anda sayangi untuk menjauhkan diri dari rokok. Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, mulai menjauhi kebiasaan merokok adalah sebuah langkah yang tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar