Sukses

Inilah 4 Kerusakan Mata Akibat Diabetes Mellitus

Jangan abai, diabetes mellitus dapat menyebabkan beragam kerusakan pada mata. Apa saja? Cari tahu selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang beranggapan bahwa penyakit diabetes mellitus hanya sekadar masalah gula darah yang kadarnya lebih tinggi. Tahukah Anda bahwa anggapan tersebut sangat jauh dari keadaan yang sebenarnya?

Faktanya, diabetes mellitus tak hanya menyebabkan kadar gula darah tinggi, tapi juga beragam komplikasi berbahaya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi akibat penyakit ini adalah kerusakan mata permanen.

Berikut adalah beberapa kerusakan mata yang dapat terjadi akibat diabetes mellitus:

1. Retinopati diabetik

Retinopati diabetik merupakan kelainan mata yang paling sering terjadi pada penderita diabetes mellitus. Diperkirakan 1 dari 10 penderita diabetes mengalami keadaan yang tidak bisa disembuhkan ini.

Pada retinopati diabetik, bagian mata yang berfungsi meneruskan cahaya ke sel saraf (retina) mengalami kelainan, yaitu berupa munculnya bercak-bercak perdarahan. Hal ini terjadi akibat pembuluh darah organ tersebut menipis dan rapuh. Akibat dari peristiwa tersebut, kemampuan mata untuk melihat akan menurun secara perlahan.

Jika sudah masuk ke tahap lanjut, pembuluh darah baru di retina akan terbentuk. Ini semakin menghalangi retina menangkap cahaya untuk diteruskan ke saraf di otak. Alhasil, kemampuan mata untuk melihat akan semakin menurun.

2. Edema makula

Makula adalah pusat retina yang paling sensitif menangkap cahaya. Edema makula merupakan komplikasi dari retinopati diabetic. Kondisi ini ditandai dengan adanya penumpukan cairan di sekitar makula. Kedaan tersebut akan memperburuk penglihatan orang yang mengalaminya.

Edema makula akibat diabetes biasanya dapat ditangani dengan tindakan fotokoagulasi atau dengan menyuntikkan obat ke dalam mata. Obat yang biasa digunakan adalah anti-VEGF (vascular endothelial growth factor).

3. Katarak

Katarak merupakan kelainan mata yang ditandai dengan perubahan lensa dari jernih menjadi keruh dan berawan. Keadaan ini menyebabkan cahaya yang diterima mata tidak bisa diteruskan dari lensa menuju ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur atau berawan.

Penderita diabetes lebih rentan mengalami katarak. Ini terjadi karena kondisi gula darah yang tinggi menyebabkan lensa menyerap lebih banyak gula. Lensa yang kaya akan gula cenderung lebih cembung dan memiliki lebih banyak reaksi enzim maupun protein. Penumpukan enzim sorbitol dan protein di lensa menyebabkan terjadinya kekeruhan.

Bila katarak sudah terjadi, perlu dilakukan operasi oleh dokter spesialis mata. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyedot lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan dari plastik atau akrilik (fakoemulsifikasi).

4. Glaukoma

Glaukoma merupakan kelainan mata yang terjadi akibat meningkatnya tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokuler). Bila peningkatan tekanan tersebut terjadi tiba-tiba, yang terjadi adalah gejala berupa mata merah, pandangan kabur tiba-tiba, sakit kepala, dan muntah-muntah.

Tapi jika peningkatan tekanan tersebut terjadi perlahan (glaukoma kronik), gejala yang timbul adalah penglihatan kabur secara perlahan dan lapang pandang mata menjadi terbatas. Dalam kondisi ini penderita menjadi kehilangan penglihatan sisi kanan dan kiri.

Fakta menyebutkan, penderita diabetes lebih rentan mengalami glaukoma dibanding orang lain pada umumnya. Terjadinya glaukoma pada penderita diabetes berhubungan dengan retinopati. Adanya retinopati menyebabkan aliran darah terganggu, sehingga mengakibatkan tersumbatnya aliran cairan di dalam mata (aqueus humor). Penyumbatan tersebut akan terus bertambah dan terakumulasi, sehingga glaukoma tak bisa dihindari lagi.

Glaukoma pada penderita diabetes dapat diatasi dengan pemberian obat tetes mata golongan penyekat beta, analog prostaglandin, dan diuretik. Namun bila tidak teratasi, kadang tindakan operasi juga dibutuhkan. Penanganan glaukoma harus dilakukan dengan cepat. Karena jika terlambat, akan menimbulkan kerusakan saraf mata secara permanen.

Mencegah kerusakan mata akibat diabetes

Kabar baiknya, keempat kelainan mata akibat diabetes seperti di atas bisa dicegah. Pencegahan utamanya adalah dengan mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh.

Pertahankan kadar gula darah puasa di bawah 130 mg/dL, gula darah sewaktu di bawah 180 mg/dL, dan kadar HbA1C di bawah 7%. Selain tiga hal tersebut, lakukan pula skrining kesehatan mata dengan mengunjungi dokter spesialis mata setiap satu tahun sekali. Dengan demikian, risiko kelainan mata akibat diabetes mellitus bisa ditekan sekecil-kecilnya.

Diabetes mellitus memang dapat menyebabkan beragam komplikasi, salah satunya kerusakan mata permanen. Namun hal ini bisa dicegah dengan melakukan sejumlah kiat yang telah disampaikan di atas. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar