Sukses

Mitos dan Fakta Seputar Puasa

Pernahkah Anda mendengar kalau Anda tidak boleh minum minuman dingin dan berolahraga saat sedang puasa. Mitos atau fakta? Ketahui kebenarannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Saat menjalani ibadah puasa, Anda pasti sering mendengar berbagai nasihat dari orang-orang sekitar, mengenai hal-hal yang boleh dan tak boleh dilakukan saat berpuasa. Biasanya, nasihat tersebut hanya mitos yang kemudian dipercaya banyak orang tanpa mengetahui kebenarannya.

Supaya Anda dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan lancar, ada baiknya Anda mengetahui benar atau tidaknya hal-hal seputar puasa yang sering Anda dengar. Mitos atau fakta, cek kebenarannya di bawah ini.

1. Mitos: tidak boleh berolahraga ketika berpuasa

Fakta: Tubuh yang lemas dan kurang bertenaga selama bulan puasa memang sering kali membuat Anda malas berolahraga. Tidak sedikit yang menganjurkan untuk sementara waktu mengurangi atau menghentikan aktivitas fisik saat puasa. Namun, sebetulnya ini adalah anjuran yang salah.

Faktanya, Anda tetap boleh berolahraga saat berpuasa, selama disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing. Bagi Anda yang sudah terbiasa berolahraga, umumnya tidak akan mengalami kesulitan yang berarti.

Namun, bagi yang tidak terbiasa berolahraga, Anda harus lebih memperhatikan waktu dan jenis olahraga yang akan dilakukan. Pilihlah olahraga ringan yang Anda sukai, atau olahraga yang bisa dilakukan bersama teman-teman agar lebih bersemangat dan terasa menyenangkan. Anda bisa berenang, bersepeda, joging, lari, atau bermain tenis meja.

Sebaiknya, lakukan olahraga mendekati waktu berbuka, atau 3-4 jam usai sahur. Untuk Anda yang berusia di atas 60 tahun atau memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

2. Mitos: berbuka dengan minuman dingin bikin tubuh lebih cepat segar

Fakta: Banyak orang yang menganjurkan untuk berbuka puasa dengan minum minuman dingin agar tubuh lebih cepat segar. Anjuran ini tidak tepat.

Faktanya, minum minuman dingin setelah seharian berpuasa dan saat perut kosong akan membuat lambung ‘kaget’, sehingga bisa menyebabkan perut terasa perih dan melilit. Anjuran yang benar adalah minum segelas air putih hangat saat Anda memulai berbuka puasa.

3. Mitos: tidak sahur, tidak masalah

Fakta: Banyak orang yang menyepelekan sahur. Alasannya bermacam-macam, mulai dari tak bisa bangun pagi, kesiangan, atau malas menyiapkan makanan untuk sahur. Akibatnya, mereka berpuasa seharian tanpa membekali diri dengan nutrisi yang diperoleh saat sahur.

Saat berpuasa, sangat penting bagi Anda untuk mengoptimalkan asupan nutrisi yang didapat saat sahur dan berbuka. Sahur ibarat modal Anda untuk menjalani hari dengan penuh energi.

Jika Anda melewatkan makan sahur, Anda bisa mengalami kekurangan energi dan nutrisi, sehingga badan jadi mudah lemas, tak bertenaga, mudah mengantuk, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas. Selain itu, Anda pun lebih berisiko jatuh sakit.

4. Mitos: konsumsi suplemen tidak dibutuhkan

Fakta: apabila Anda sering melewatkan sahur dan tidak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, maka Anda berisiko mengalami kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi tertentu dapat membuat tubuh menjadi mudah lemas, kurang produktif, dan mudah jatuh sakit.

Dengan jadwal yang padat, waktu sahur yang sempit, tidak sempat memasak, dan sederet kendala lainnya, tak heran jika banyak masyarakat perkotaan sulit memenuhi kebutuhan nutrisi secara optimal. Jika Anda salah satunya, ada baiknya Anda membantu asupan nutrisi dengan mengonsumsi suplemen. Anda bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B kompleks (terdiri dari vitamin B1, B2, B3, B6, B7, B9, dan B12) dan vitamin C yang aman bagi lambung agar stamina tubuh tetap terjaga.

Selain sahur, berbuka puasa merupakan saat yang ditunggu-tunggu. Namun, pada saat berbuka, terkadang Anda akan tergoda untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti santan dan aneka gorengan. Untuk itu, dianjurkan untuk mengonsumsi omega-3 pada saat berbuka puasa, yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Puasa tak hanya soal meningkatkan tingkat keimananan. Namun, puasa yang dijalankan dengan baik dan benar juga dapat bermanfaat terhadap kesehatan. Abaikan saja mitos seputar puasa yang belum pasti kebenarannya. Kuncinya adalah mengonsumsi makanan yang bernutrisi saat sahur dan berbuka yang disesuaikan dengan porsi aktivitas dan kemampuan tubuh, tak lupa juga untuk berusaha terus aktif secara fisik. Jangan sampai puasa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan makan tak terkontrol, ya!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar