Sukses

5 Fakta tentang Virus Nipah yang Perlu Anda Tahu

Wabah virus Nipah merebak di India Selatan dan telah merenggut 14 nyawa. Ini fakta lainnya yang perlu Anda tahu.

Klikdokter.com, Jakarta Virus Nipah menggegerkan masyarakat India Selatan. Kejadian ini membuat pemerintah setempat hingga WHO menaruh perhatian ekstra, karena dikhawatirkan penyebaran wabah virus ini makin meluas.

Sampai detik ini, virus Nipah telah merenggut nyawa lebih banyak ketimbang selama wabah sebelumnya. Dihimpun dari berbagai sumber, virus ini telah menewaskan 14 orang.

Merunut beberapa waktu ke belakang, Nipah merupakan virus yang baru muncul dalam dua dekade terakhir. Penyebaran terjadi pada manusia lewat paparan hewan tertentu. Selain manusia, virus ini juga bisa menargetkan hewan ternak babi.

Tanda dan gejala awal dari virus Nipah adalah demam, menggigil, dan nyeri otot. Pada tahap yang parah, virus ini dapat menyebabkan radang otak. Dilansir CNN, berikut 5 fakta lainnya yang perlu Anda tahu soal virus Nipah:

1. Cara penularan yang beragam

Pada masa lalu, virus Nipah terjadi akibat kontak langsung dengan babi yang sakit. Saat ini, memakan buah yang terkontaminasi dengan air seni atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi, juga diyakini dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

Virus Nipah juga dapat menyebar secara langsung dari orang ke orang. Risiko penularan ini biasanya terjadi antar anggota keluarga atau staf medis yang bersentuhan langsung dengan pasien.

2. Rentang waktu penularan dan gejala

Penularan terjadi antara 4 hingga 14 hari. Berdasarkan penjelasan WHO, periode inkubasi berlangsung selama 45 hari.

Orang yang terinfeksi akan mengalami gejala seperti demam, flu, sakit kepala, nyeri otot, muntah dan sakit tenggorokan. Gejala juga bisa diikuti oleh pusing, mengantuk, berubahnya kesadaran, dan tanda-tanda radang otak.

Beberapa pasien akan mengalami masalah pernapasan parah. Hal ini termasuk pneumonia atau gangguan pernapasan akut yang akan membutuhkan bantuan mekanis untuk bernapas.

Dalam kasus yang paling parah, radang dan kejang akan berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit bila sudah menunjukkan gejala ini.

3. Virus nipah mematikan

Para ilmuwan memperkirakan tingkat kematian berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung wabah. Kebanyakan orang yang selamat dari radang otak akut yang disebabkan oleh virus Nipah, dapat pulih total.

Meski begitu, beberapa pasien melaporkan gangguan neurologis jangka panjang. Mereka mengalami kejang, perubahan kepribadian, dan lainnya.

4. Belum ada obatnya

Tidak ada obat atau vaksin yang bisa mengobati serta mencegah infeksi virus Nipah secara khusus. Saat ini pihak medis mencoba melakukan yang terbaik untuk meredakan gejala, seperti menurunkan demam dan upaya bantuan lain.

5. Area penyebaran

Wabah Nipah telah terjadi di Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan kini India. Daerah lain yang merupakan rumah bagi spesies kelelawar serupa, mungkin juga berisiko terhadap infeksi virus Nipah.

Di mana saja daerah tersebut? Menurut WHO, masyarakat kawasan Kamboja, Thailand, Madagaskar, Ghana, Filipina, dan Indonesia harus waspada soal ini. Ya, negara kita juga termasuk.

Demikian beberapa fakta soal virus Nipah. Wabah diperkirakan akan terus menyebar dengan luas. Kini pemerintah setempat hingga organisasi dunia WHO sedang berupaya menekan penyebaran kasus ini dengan berbagai cara.

[RS/ RVS]

1 Komentar

  • Sintia Dewi II

    hallo dok,kenal kan nama saya sintia umur saya 20 tahun, saya mempunyai keluhan di payudara umur saya sudah 20tahun tp kenapa ya dok ukuran payudara saya masih kecil seperti buah apel bahkan lebih kecil. padahal ibu saya mempunyai ukuran payudara yang besar dan saya gemar mengkonsumsi sayuran supaya payudara saya tumbuh besar tapi hasilnya tidak ada ,. boleh minta saran saya harus bagaimana? dan apakah itu berbahaya sekali?