Sukses

Selain Trypophobia, 10 Fobia Ini Juga Bikin Badan Lemas

Trypophobia, salah satu fobia yang paling banyak menarik perhatian. Namun, ada 10 fobia lainnya yang juga bikin badan lemas.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pasti sudah tahu apa itu trypophobia. Jenis fobia terhadap sekelompok lubang kecil ini sudah lama menarik perhatian banyak orang, karena ternyata tak sedikit yang memilikinya. Dari merinding, jijik, badan lemas, hingga takut, itulah yang dirasakan orang-orang yang mengidap - atau merasa mempunyai - trypophobia.

Fobia merupakan reaksi ketakutan yang irasional dan berlebihan. Orang-orang dengan fobia sering kali menyadari bahwa histeria yang mereka rasakan tidak logis, tetapi mereka tidak dapat melakukan apa-apa untuk menanganinya. Akibatnya aktivitas sehari-hari mereka jadi terganggu.

Dilansir Healthline dan Verywell, ada sepuluh jenis fobia yang paling umum dialami orang dan bikin badan lemas, seperti:

1. Glossophobia (ketakutan akan berbicara di depan umum)

Orang-orang dengan glossophobia takut berbicara di depan banyak orang, dan sebisa mungkin akan menghindari momen tersebut. Gejala-gejala yang dirasakan saat mengalami fobia ini bisanya berupa denyut jantung yang cepat, gemetar, berkeringat, mual, muntah, sesak napas, pusing, dan otot tegang atau lemas.

2. Acrophobia (ketakutan akan ketinggian)

Mereka yang memiliki acrophobia akan menghindari gunung, jembatan, atau gedung-gedung tinggi. Gejala-gejalanya berupa vertigo, pusing, berkeringat, dan perasaan lemas seolah ingin pingsan.

3. Claustrophobia (ketakutan akan ruang tertutup atau sempit)

Orang-orang dengan fobia ini memiliki ketakutan tidak beralasan pada ruang tertutup atau sempit. Mereka bisa terpicu dengan hal-hal seperti berada di ruangan tanpa jendela, terjebak di elevator yang ramai, dan mengemudi di jalan raya padat. Bahkan pengidap claustrophobia akut akan mati-matian menghindari naik mobil. Salah satu gejala yang dirasakan pengidap fobia ini juga badan lemas hingga ingin pingsan.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Aviophobia (ketakutan akan terbang alias naik pesawat)

Aviophobia dapat disebabkan oleh satu hal atau banyak kombinasi faktor. Salah satunya karena pernah mengalami pengalaman terbang yang buruk atau memiliki anggota keluarga yang sempat menjadi korban insiden pesawat. Claustrophobia juga bisa menjadi hal yang memicu aviophobia. Gejala-gejalanya pun serupa dengan claustrophia dan fobia lainnya.

5. Dentophobia (ketakutan akan dokter gigi atau prosedur perawatan gigi)

Fobia ini biasanya muncul setelah pengidapnya mengalami kejadian yang tak mengenakkan di dokter gigi. Ketakutan ini dapat berdampak buruk untuk kesehatan gigi dan mulut jika tak ditangani dengan baik. Sama seperti fobia lainnya, seseorang dengan dentophobia akan mengalami serangan panik saat harus ke dokter gigi.

6. Hemophobia (ketakutan akan darah atau luka)

Beberapa orang mungkin tak nyaman jika melihat darah. Namun tak semua orang memiliki hemophobia, sebuah ketakutan yang sangat ekstrem pada darah, atau segala sesuatu yang berkaitan dengan darah seperti tes kesehatan atau suntik. Bahkan pengidapnya bisa mudah terpicu oleh gambar darah, misalnya, pada sebuah artikel majalah. Fobia ini bisa berdampak serius, terutama jika pengidapnya sampai berusaha untuk menghindari bertemu dokter.

7. Arachnophobia (ketakutan akan laba-laba)

Jika menemukan laba-laba di dekat mereka, pengidap arachnophobia bisa dipastikan akan melakukan satu dari dua hal ini: entah itu berteriak dan berlari atau membeku di tempat saking lemasnya. Fobia ini juga akan membuat mereka membatasi aktivitas seperti mendaki gunung dan berkemah, serta takut mengunjungi kebun binatang atau berolahraga di alam bebas.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

8. Cynophobia (ketakutan akan anjing)

Dengan cynophobia, pengidapnya akan langsung mengalami gejala saat berada di dekat anjing atau bahkan ketika membayangkan anjing. Gejala-gejala yang dapat dirasakan adalah kesulitan bernapas, detak jantung cepat, nyeri dada, gemetaran, berkeringat, hingga ingin pingsan atau mati. Fobia ini biasanya disebabkan oleh pengalaman yang tak menyenangkan dengan anjing.

9. Ophidiophobia (ketakutan akan ular)

Beberapa peneliti percaya fobia yang terkait dengan reptil, termasuk ular, adalah warisan nenek moyang sebagai mekanisme bertahan hidup. Pada ophidiophobia akut, pengidapnya bahkan tidak bisa melihat gambar atau video ular. Gejala-gejalanya termasuk gemetaran, menangis, sulit bernapas, dan sebagainya. Seiring waktu, ketakutan ini akan menjadi lebih luas, seperti cemas jika harus pergi ke kebun binatang, berkemah, atau mendaki gunung.

19. Nyctophobia (ketakutan akan malam hari atau kegelapan)

Nyctophobia sering kali berawal dari masa kanak-kanak. Secara umum, gejala-gejalanya meliputi gugup jika berada di lingkungan yang remang atau gelap, selalu tidur dengan lampu menyala, enggan keluar pada malam hari, serta mengalami indikasi fisik (berkeringat, mual, detak jantung cepat, dll).

Itulah sepuluh fobia yang paling umum di dunia, selain trypophobia. Gejala-gejala mereka mirip satu sama lain, dari mual, badan lemas, berkeringat, hingga ingin pingsan atau mati. Jika Anda merasa memiliki salah satunya, jangan segan untuk menemui dokter agar dapat diatasi dengan baik. Penanganan untuk berbagai macam fobia telah tersedia, seperti psikoterapi, obat-obatan, atau kombinasi keduanya. 

[RVS]

1 Komentar