Sukses

Suntik Vitamin C Saat Menyusui, Adakah Dampaknya pada Bayi?

Suntik vitamin C biasa dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memutihkan kulit. Tapi amankah bagi ibu menyusui dan bayi?

Klikdokter.com, Jakarta Para ibu menyusui pasti sangat berhati-hati dalam memakan sesuatu atau menyutikkan sesuatu ke dalam tubuh, karena takut memengaruhi ASI yang dikonsumsi bayi. Meskipun suntik tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, ibu menyusui pasti sangat berhati-hati sebelum menjalaninya. Salah satu prosedur injeksi yang tengah ramai dilakukan oleh masyarakat adalah suntik vitamin C.

Biasanya orang meminta suntik vitamin jenis ini untuk membuat tubuhnya lebih segar dan tidak mudah lelah atau untuk tujuan kecantikan. Bagi ibu menyusui, keputusan untuk suntik vitamin diperlukan konsultasi lebih lanjut oleh dokter.

Manfaat suntik vitamin C

Vitamin C bermanfaat dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Vitamin C dapat menjaga kesehatan kulit karena bermanfaat dalam pembentukan kolagen pada kulit. Selain itu, vitamin C juga bersifat antioksidan yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menangkal berbagai radikal bebas dari lingkungan sekitarnya.

Vitamin C tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, itu sebabnya, vitamin C diperoleh dari konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin C. Namun demikian, akhir-akhir ini banyak orang yang mendapatkan asupan vitamin C dengan cara suntik vitamin C dosis tinggi hingga 1000 mg. Biasanya hal ini dilakukan dengan tujuan mencerahkan kulit.

Vitamin C dan ibu menyusui

Sebenarnya, ASI sendiri pun mengandung vitamin C dalam jumlah tertentu yang sesuai untuk kebutuhan bayi. Vitamin C dalam ASI penting untuk petumbuhan dan perkembangan bayi. Vitamin C dalam ASI bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, gigi, lapisan mukosa, pembuluh darah, tulang rawan, serta jaringan ikat.

Vitamin C dalam ASI yang  diperoleh dari tubuh ibu juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh. Inilah mengapa jenis makanan ibu sangat memengaruhi kecukupan vitamin C dalam ASI nantinya.

Untuk ibu hamil dan menyusui, direkomendasikan asupan vitamin C sebanyak 120 mg per hari. Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh ibu serta menjaga kandungan vitamin C dalam ASI.  

Dampak suntik vitamin C pada ASI

Mengonsumsi vitamin C melebihi kebutuhan harian baik dengan cara diminum atau disuntikkan ternyata tidak berbahaya bagi bayi. Ternyata, tubuh ibu mengontrol dengan baik jumlah vitamin C yang keluar melalui ASI. Kelebihan vitamin C dalam tubuh ibu tidak masuk atau dikeluarkan melalui ASI, sehingga tidak memengaruhi kadar vitamin C dalam ASI.

Hal ini sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang mengukur kadar vitamin C dalam ASI pada ibu yang mengonsumsi vitamin C 10 kali lipat dibandingkan dosis yang direkomendasikan. Didapatkan hasil penelitian bahwa kadar vitamin C dalam ASI tidak meningkat dalam ASI mereka.  Hal ini terjadi karena pembuangan sebagian besar vitamin C melalui urine.

Dampak buruk suntik vitamin C bagi ibu menyusui

Dampak buruk suntik vitamin C untuk ibu menyusui bukan karena pengaruhnya terhadap ASI namun justru pengaruhnya terhadap ibu sendiri. Terlalu sering melakukan suntik vitamin C dapat membuat kerja ginjal semakin berat, karena vitamin C dikeluarkan melalui ginjal.

Suntik vitamin C terlalu sering juga dapat memengaruhi pH urine sehingga batu pada saluran kemih lebih mudah terbentuk dalam kondisi urine yang asam. Jika Anda sering mengonsumsi vitamin C dengan dosis besar, sifat asam vitamin C juga tidak baik untuk lambung karena dapat menyebabkan iritasi lambung.

Nah, kini Anda telah mengetahui bahwa suntik vitamin ternyata dapat berisiko menyebabkan gangguan kesehatan ibu menyusui. Oleh sebab itu, jika Anda tengah menyusui dan ingin melakukan suntik vitamin C, ada baiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar