Sukses

Bisakah Disleksia Disembuhkan?

Sebagai orang tua dari anak dengan disleksia, Anda tentu berharap kondisi ini bisa disembuhkan. Bagaimana faktanya?

Klikdokter.com, Jakarta Disleksia merupakan kelainan bawaan lahir yang membuat anak sulit membaca dan memahami bacaan. Anak juga mengalami kesulitan mengeja maupun menulis. Lalu, apakah kondisi ini bisa disembuhkan?

Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan sambungan otak antara anak dengan disleksia dengan yang normal. Inilah yang mendasari mengapa penderita disleksia sulit membaca dengan lancar.

Sebagai aktivitas yang kompleks, membaca membutuhkan kemampuan otak untuk menghubungkan huruf dengan suara, atau menggabungkan kata-kata menjadi sebuah kalimat atau paragraf yang bisa dibaca dan dimengerti. Pada disleksia, tahapan ini bermasalah, sehingga tahapan berikutnya seperti mengeja dan menulis menjadi lebih sulit.

Namun, segala kesulitan ini tidak berhubungan dengan inteligensi. Anak dengan disleksia memiliki inteligensi dan penglihatan yang normal. Meski tidak lancar membaca, anak-anak ini memiliki kemampuan berpikir yang cepat dan kreatif, serta kemampuan berlogika yang kuat.

Bisakah disembuhkan?

Hingga kini, belum diketahui cara untuk mengembalikan kelainan otak yang terjadi pada anak dengan disleksia. Kondisi ini memang tidak bisa disembuhkan, tetapi dengan deteksi dan terapi yang tepat sejak dini, penderitanya bisa bersekolah seperti anak lainnya, bahkan berprestasi dan sukses.

Ada cara pendekatan dan teknik belajar yang khusus untuk mengatasi disleksia. Pada prinsipnya, teknik yang digunakan untuk belajar membaca harus melibatkan berbagai pancaindra seperti pendengaran, penglihatan, dan perabaan. Sebagai contoh, mendengar cerita melalui rekaman suara serta menelusuri bentuk huruf dan kata-kata yang diucapkan dengan jari, akan membantu anak memproses informasi.

Biasanya proses pembelajaran fokus untuk membantu anak mengenali huruf yang mewakili suara-suara tertentu dan menggunakannya dalam membentuk kata-kata (fonem dan fonik). Anak juga didorong untuk memahami bacaan dengan melafalkannya keras-keras. Dengan demikan, kefasihan membaca pun akan terlatih.

Metode pembelajaran yang seperti ini juga harus dilakukan berulang-ulang karena cara inilah yang mampu membuat otak mengenali membaca sebagai sesuatu yang otomatis.

Apa yang bisa dilakukan orang tua?

Bila ternyata anak Anda mengalami disleksia, jangan dulu menyerah. Sejatinya, ia sedang dalam proses menata kembali sirkuit otaknya. Yang dibutuhkan dari Anda hanyalah lebih banyak waktu, sumber daya dan kasih sayang. Berikut yang bisa Anda lakukan untuk buah hati:

  • Kenali masalah sejak dini dan segera konsultasikan dengan dokter. Jika lambat dikenali dan tidak diterapi dengan tepat, disleksia dapat menimbulkan rasa frustrasi dan menurunkan kepercayaan diri anak. Sebaliknya, makin dini ditangani, makin baik pula hasilnya.
  • Sering-seringlah membacakan buku untuk anak. Ini bisa dimulai sejak anak berusia 6 bulan. Anda juga bisa mendengarkan rekaman bacaan bersama anak. Saat ia sudah cukup besar, baca cerita tersebut bersama-sama setelah anak mendengarkannya. Ini akan membantu anak menghubungkan suara dengan bentuk huruf yang ada di dalam bacaan.
  • Bekerja sama dengan pihak sekolah. Diskusikan dengan guru, bagaimana sekolah dapat membantu anak Anda. Bagaimanapun, Anda adalah juru bicara anak yang terbaik.
  • Selalu jadwalkan waktu untuk anak berlatih membaca. Agar kemampuan membaca makin terasah, anak harus sering-sering berlatih.
  • Jadilah contoh. Setiap hari, Anda pun harus menyediakan waktu untuk membaca sesuatu kala anak membaca. Ini akan menunjukkan sekaligus meyakinkan anak bahwa membaca adalah sesuatu yang menyenangkan.
  • Berikan dukungan emosional yang positif dan suportif.

Yang paling perlu Anda ingat adalah bahwa disleksia bukanlah suatu penyakit. Melainkan, ada persambungan otak yang berbeda sehingga membaca terasa sulit, sama seperti sebagian orang merasa memainkan piano itu sulit. Karena itu, diperlukan cara-cara yang berbeda pula agar anak-anak ini tetap bisa berkembang dan berprestasi.

Jadi, meski tak dapat disembuhkan, melalui deteksi dini dan terapi yang tepat, disleksia tidak akan menghalangi anak menjadi pribadi yang kreatif, cerdas, dan sukses, bahkan dalam bidang literasi yang sebelumnya dianggap sulit.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar