Sukses

4 Hal Penting yang Harus Diketahui Penderita Hipertensi

Anda mengidap hipertensi? Berikut adalah hal-hal penting yang harus Anda ketahui tentang penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Hipertensi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyatakan, angka kejadian hipertensi alias tekanan darah tinggi di Indonesia mencapai angka 25,8%. Menurut data tersebut, penyakit ini paling banyak dialami oleh kelompok usia 55−64 tahun.

Sementara itu, data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2011 mengungkapkan bahwa sebanyak satu milyar penduduk dunia menderita hipertensi. Sebesar 2/3 di antaranya berasal dari negara berkembang yang memiliki penghasilan rendah−sedang.

Penderita Hipertensi

Prevalensi penyakit darah tinggi diprediksi akan terus meningkat dan mengakibatkan beban kesehatan maupun ekonomi yang sangat besar. Hal ini karena biaya pengobatan hipertensi untuk mencegah komplikasi tergolong mahal.

Oleh karena itu, penderita hipertensi dianjurkan untuk benar-benar berupaya agar tekanan darah tetap berada dalam rentang stabil. Terkait hal ini, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Periksa tekanan darah secara teratur

Periksa tekanan darah secara berkala sangat penting bagi penderita hipertensi. Setidaknya, mereka harus kontrol ke dokter untuk memeriksakan tekanan darah, sekaligus melakukan konsultasi dan evaluasi kondisi.

Apabila tekanan darah masih tinggi, dokter mungkin perlu meningkatkan dosis obat yang dikonsumsi atau penambahan jenis obat lain. Apabila tekanan darah telah stabil dengan cara tersebut, penderita hipertensi dapat meneruskan konsumsi obat yang diberikan.

Idealnya, penderita hipertensi dianjurkan untuk membeli tensimeter digital agar dapat mengukur tekanan darah dengan mudah. Dengan mengukur tekanan darah setiap hari, penderita hipertensi dapat memantau dan mengontrol stabil atau tidaknya tekanan darah yang dimiliki.

Untuk diketahui, tidak mengontrol tekanan darah dengan baik dapat mengakibatkan perjalanan penyakit hipertensi yang semakin berat, hingga menimbulkan komplikasi yang merusak organ-organ penting di dalam tubuh.

2. Minum obat teratur

Kebanyakan penderita hipertensi hanya mengonsumsi obat ketika tekanan darah sedang meningkat. Hal tersebut tidaklah tepat. Anda tetap harus mengonsumsi obat hipertensi secara teratur setiap hari, secara rutin dan teratur. Bukan hanya saat serangan terjadi.

Saat Anda memeriksakan diri ke dokter untuk kontrol, dokter akan menurunkan dosis obat apabila didapati tekanan darah Anda sudah lebih membaik.

3. Tetap harus lakukan pola hidup sehat

Meski sudah mengonsumsi obat hipertensi secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter, bukan berarti Anda boleh bebas melakukan apa pun yang diinginkan.

Sejatinya, penderita hipertensi tetap perlu melakukan pola hidup sehat−seperti pemilihan makanan yang baik dan rutin berolahraga, sambil mengonsumsi obat tekanan darah tinggi yang diberikan dokter. Bahkan, apabila tekanan darah tinggi Anda masih “mepet”, dokter dapat menganjurkan Anda untuk melakukan pola hidup sehat dan tidak perlu mengonsumsi obat.

4. Kenali tanda serangan jantung dan stroke

Serangan jantung dan stroke adalah dua komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengenali tanda dan gejalanya untuk berjaga-jaga.

Gejala serangan jantung adalah ketika Anda merasakan nyeri di dada yang sangat hebat, berat, seperti ditindih, yang dapat menjalar ke lengan, punggung, atau rahang. Selain itu, penderita juga dapat merasakan keringat dingin, sesak napas, muntah, hingga ingin pingsan.

Sementara itu, gejala stroke dapat berupa kelemahan satu sisi tubuh (lengan dan tungkai), bicara pelo, mulut mencong, sulit menelan dan minum air, sakit kepala, serta penurunan kesadaran. Apabila mengalami gejala tersebut, segera minta bantuan orang terdekat untuk secepatnya membawa Anda ke rumah sakit.

Itu adalah empat hal penting yang harus diketahui oleh penderita hipertensi. Jangan biarkan penyakit ini diam-diam menggerogoti diri Anda dari dalam. Kendalikan tekanan darah dan teruslah menerapkan gaya hidup sehat. Dengan demikian, hipertensi alias tekanan darah tinggi tak akan berujung pada komplikasi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar