Sukses

Kiat Memahami Anak Disleksia

Jika Anda memiliki anak yang memiliki gangguan disleksia, jangan patah semangat. Berikut ini beberapa kiat memahami anak disleksia.

Klikdokter.com, Jakarta Disleksia adalah kesulitan anak dalam membaca, menulis, dan mengeja. Namun kondisi ini tanpa diikuti gangguan pada indera pendengaran, penglihatan maupun intelektualitasnya seperti kecerdasan dan menganalisa suatu hal. Gangguan disleksia tidak berbahaya, tapi jika tidak diketahui sejak awal dan diberikan penanganan sejak dini anak akan mengalami gangguan dalam interaksi sosial dengan teman sebayanya.

Selain itu, anak juga dapat mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga prestasi akademiknya akan dianggap tidak baik. Dengan kondisi seperti ini, tidak menutup kemungkinan anak yang memiliki gangguan disleksia akan memiliki keinginan untuk bunuh diri. 

Ketika anak terdeteksi disleksia

Peranan orang tua sangat besar dalam menghadapi anak disleksia. Karena pemahaman orang tua sejak dini mengenai disleksia dan penanganan yang tepat dapat memengaruhi masa depan anak. Sering kali orang tua salah mengartikan jika anaknya kesulitan dalam belajar dan langsung mengaitkannya dengan tingkat kecerdasan anak.

Pada anak usia dini, tanda-tanda awal gangguan disleksia yang dapat dikenali adalah keterlambatan dalam berkomunikasi (pengucapan), huruf terbalik satu sama lain atau menulis seperti dalam bayangan cermin.

Anak juga mengalami kesulitan dalam memahami arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Selain itu, anak yang mengalami disleksia juga mengalami kesulitan dalam memahami suatu kata yang baru didengarnya. Namun perlu diketahui, gejala disleksia pada tiap anak bisa berbeda-beda.

Tips menghadapi anak disleksia

Jika ditemukan adanya kaitan gangguan belajar dengan gangguan disleksia pada anak segera konsultasikan dengan psikolog. Selanjutnya psikolog akan memberikan  bahasa sejak dini.

Tak hanya itu, bantuan orang tua dan orang-orang yang berada di sekitarnya dapat membantu anak menghadapi kesulitannya. Berikut ini beberapa kiat memahami anak disleksia:

● Berkomunikasi dengan guru di sekolah. Untuk mengejar ketinggalan belajar anak, sebaiknya Anda melakukan komunikasi lebih lanjut dengan guru anak Anda di sekolah terkait strategi belajar yang terbaik pada anak agar mudah dalam menangkap pelajaran di sekolah.

● Mendukung anak belajar. Saat anak belajar, Anda dapat mendukungnya dengan cara menemani dan membantunya selama belajar dengan beberapa cara seperti:

✓ Jika materi belajar anak dalam paragraf yang panjang, bantu anak belajar  dengan membuat ringkasan dari materi tersebut dengan bentuk poin.

✓ Tandai kata-kata yang penting dengan stabilo atau spidol bewarna.

✓ Gabung materi yang berbentuk tulisan dengan materi visual gambar atau video agar anak mudah mengerti.

✓ Kenalkan anak dengan semua jenis bacaan. Anda dapat mengenalkan bacaan apa saja pada anak, dan biarkan mereka memilih apa yang ingin dibaca, agar mereka dapat membaca sendiri tanpa adanya paksaan.

✓ Temukan potensi anak di bidang tertentu dan dukung terus potensinya, sehingga anak merasa nyaman dan tidak tertekan dalam proses belajar.

✓ Jika anak bosan dalam proses belajar, beri mereka waktu untuk beristirahat atau mendengarkan musik yang disukai.

● Puji setiap pencapaian anak. Saat anak berhasil meraih sesuatu jangan lupa berikan apresiasi kepadanya. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, di luar kondisinya yang tampak berbeda dari teman-teman sebayanya.

● Bergabung dengan komunitas Orang Tua Disleksia. Agar tetap semangat dan terus memberikan energi positif bagi anaknya, orang tua juga perlu dukungan dari orang lain.  Salah satu caranya adalah dengan bergabung dengan sesama orang tua disleksia agar dapat berbagi ilmu dan pengetahuan saat menghadapi masalah terkait kondisi anaknya.

Gangguan disleksia bukan suatu penyakit yang berbahaya. Anak yang mengalami gangguan ini memiliki kecerdasan yang normal, bahkan dapat berpotensi di bidang tertentu. Jangan anggap mereka berbeda namun dukung mereka agar tidak merasa lain dan tetap semangat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar